
. . Hari yang di tunggu oleh keluarga Adhitama pun akhirnya tiba yaitu hari pernikahan Gavin dan Griya . .
pernikahan itu di adakan di sebuah gedung yang mewah dan di hadiri tidak banyak tamu undangan.
sesuai permintaan gavin hanya kerabat dekat dan rekan bisnis keluarganya saja yang di undang agar temanwnya tidak tau di akan menikah.
"Tuhan apa gue akan menikah dengan gadis itu yang jelas jelas temen gue mengatainya upik abu" ucap Gavin frustasi
saat itu gavin menunggu calon mempelainya di lantai bawah, karna griya di lantai atas sedang di make over oleh tatarias langganan keluarga adhitama.
"vin ternayata kamu disini, mama cari2 kamu daritadi" suara bu irma membuyarkan lamunan gavin
"iya ma.." gavin tidak bersemangat
"vin coba kamu lihat, itu calon istrimu sudah selesai di make over"
Gavin melihat dengan malas, namun tiba2 gavin terkejut dengan penampilan griya yang sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun perbikahannya itu
"Cantik" tanpa sadar gavin memuji griya di hadapan banyak orang, yantentu saja membuat pipi griya memerah seperti udang rebus.
acara pernikahan pun selesai, griya dan gavin pun memasuki kamar mereka.
griya yang saat itu kelelahan dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. " mandi sana, emangnya lo bisa tidur dengan pakaian ribet kaya gitu" suara bariton gavin mengagetkan griya
"kak gavin, kenapa kaka kesini?" tanya griya dwngan wajah terkejutnya
"lo pikir ini cuma kamar lo, ini kamar gue juga kali" dengan tatapan dingin gavin menjawab pertanyaan griya
"ya udah gue mandi dulu kak"
gavin hanya diam sambil memainkan ponsel yang berada ditangannya.
saat griya selesai dengan acara mandinya griya lupa kalau dia tidak membawa baju ganti dan akhirnya di kluar ragu2 dengan memakai handuk kimono yang panjangnya hanya sebatas paha yang membuat kakinya terekspose.
saat ia kluar dia melihat suaminya sedang duduk si sofa dengan ponsel di tangannya, griya berharap suaminya tidak melihat dan ia ingin cepat2 bersembunyi di balik selimut
Griya berlari namun dia terpeleset dan hampir jatuh namun gavin segera menangkap nya, dan griyapun jatuh di pangkuan gavin .
"lo kalo di kamar jangan lari2, ini bukan lapangan. ngerti" tanpa sadar gavin dan griya saat itu sangat dekat sehingga membuat jantung griya seakan lari maraton.
"iya kak maaf" griya menjawab sambil menunduk karna malu
saat gavin sadar dia terlalu dekat dengan griya, dia merasa jantungnya seperti lari meloncat loncat di dalam sana. jantungnya berdebar sangat kencang.
griyapun bangkit dan segera bersembunyi di balik selimut dengan rasa malu menyelimutinya, sedangkan gavin cepat2 membersihkan diri di kamar mandi
Selesai mandi gavin hanya mengenkan kaos putih dan celana boxer tanpa mengurangi ketampanannya.
gavin langsung tidur di samping griya uang saat itu sudah tertidur pulas.
__ADS_1
gavin memperhatikan wajah griya dengan jarak yang sangat dekat
"ternyata lo cantik juga ya upik abu"batin gavin
gavin menyusuri tiap inci wajah istrinya itu, dan pandangannya berhenti di bibir ranum griya. bagaimanapun gavin seorang lelaki normal dan naluri lelakinya saat itu mulai aktif.
"ish apaan sih lo vin, dia itu cuman upik abu, jangan tergoda sma upik abu" gavin segera
memejamkan matanya namun tidak bisa.
akhirnya gavin memilih untuk duduk di sofa sambil mengerjakan tugas yang sempat ia bahas dengan digo dan devan hingga tertidur.
*****
pagi hari gavin terbangun lebih awal. saat ia membuka mata pemandangan apa yang di suguhkan, yaitu handuk yang tersingkap milik istrinya itu membuatnya tidak bisa berkedip.
gavin sesegera mungkin menutupinya dengan selimut.
saat griya mulai bergerak gavin sesegera mungkin berpura pura tidur di sampingnya.
"aaa..........." griya berteriak
"lo ngapain kak, kok lo ada di kamar gue?"
gavin pun akhirnya membuka matanya "lo pikir ini cuma kamar lo? ini kamar kita. kita udh nikah ngerti" tegas gavin
" maaf kak gue lupa" jawab griya dengan wajah menggemaskannya yang membuat gavin terkekeh pelan.
"e-e-enggak kak, disini gue ga punya ganti kak"
"astaga.. kenapa lo ga bilang, gue bisa nyuruh pembantu gue buat nyariin lo baju, gini2 gue ini udh berpenghasilan jadi gue bisa beliin lo pakaian" ucap gavin
"emang ka gavin udh kerja?" tanya griya
"ya udahlah, gue kan udah mulai bantu bokap gue di kantor, dan karna itu kantor bokap jadi gue bisa nyesuaiin waktu buat gue kerja" jelas gavin
saat mereka sedang mengobrol tiba2 ada suara ketukan pintu 'tok tok tok'
"gi vin waktunya sarapan ayo turun udah di tunggu ni sma sodara2"
"emm iya ma bentar lagi" sahut gavin
****
"eh itu pengantin barunya baru turun"
" maaf ya semua kami terlambat" ucap griya
"iya ga papa nak kalian pasti kecapean karna kerja semalaman"goda bu irma
"apaan si ma " sahut gavin
sedangkan griya hanya memasang wajah innocent karna griya tidak mengerti dengan ucapan ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Keesokan di sekolah Gavin sudah berada dinkantin dengan teman2nya saat itu dia asik mengobrol. lalu ada dua orang gadis melewatinya.
"eh vin upik abu itu cantik juga ya setelah berpenampilan kaya gitu" mendengar ucapan digo gavin dan teman2nya termasuk devan langsung melihat ke arah griya.
benar saja saat ini griya mengubah penampilannya memnjadi lebih modern tdak seperti upik abu lagi.
digo langsung menghampiri griya dan revi
"gi lo gimana masih sering trauma? " tanya digo yang jelas2 hanya mencari alasan untuk bisa berbincang dengan griya.
"engga kok kak, permisi kak kami mau kesana dulu" griya tidak terlalu tertarik untuk menanggapi digo
griya dan revi pun memesan makanan seperti biasa
"hai gi, lo tambah cantik ya" ucap devan terang terangan memuji griya di hadapan gavin alias suaminya griya.
entah kenapa seakan tidak suka griya di puji, gavin mengepalkan tangannya dan ingin memukul devan. namun gavin tahan, ia takut kalo teman2nya curiga dengan hubungannya dengan griya.
"gi gue mau ngomong sama lo" tiba2 gavin menarik tangan griya
" iya kak bentar jangan di tarik tangan gue sakit" ucap griya
devan dan teman2 lainya hanya memperhatikan kedua orang itu yang perlahan menjauh darinya.
"kak lepasin sakit"
"lo kalo mau ganjen sama cowok, tunggu lo cerai dari gue. paham!" ucap gavin
" emang gue ganjen ke siapa kak, lagi pula kita nikah itu karna perjodohan jadi kak gavin ga berhak nyakitin gue kaya gini"
gavin langsung melepaskan tangan griya dan ada raut bersalah di wajah gavin
" kalo udah ga ada yang di bicarain gue mau balik kelas dulu kak. permisi"
griya pergi dengan airmata di pipinya karna dia tidak menyangka bahwa gavin akan mengucapkan hal itu kepadanya.
gavin pun kembali ke kantin "dimana griya vin, dan lo apa yang lo omongin sama griya" tanya devan penuh selidik
" udah balik ke kelas, dan lo ga perlu tau apa yang kami omongin"
"ih ini semua gara2 kalian tau ga, griya ga jadi makan kan" gerutu revi melenggang pergi
*****
sampe sini dulu ya..
. . semoga teman2 suka . .
dukung terus dan jangan lupa vote karya ku ya guys . .
.
.
__ADS_1