
Gavin mengikuti Digo dan Devan ke arah hutan.
"Dev, emangnya lo tadi ga lihat griya ke arah mana gitu" ucap digo
"lo sendiri tau kan dig kalo gue harus taro kayu2 dulu, jadi gue ga sempet lihat kemana griya pergi"
"kalo sampe Griya2 kenapa2 ini semua salah lo dev" digo mulai emosi
"lo fikir disni yang khawatir cuma lo, lo seenaknya nuduh gue yang bersalah. disini gue lebih khawatir karna cewe yang gue suka ilang ga tau kemana" devan menjawab dengan amarahnya kepada digo.
" jadi lo juga su..." belum sempat digo menyelesaikan ucapannya gavin datang dan memotong perbincangan mereka.
" ini bukan saatnya kalian berantem, kita harus nemuin griya secepetnya karna hari udah gelap dan pasti griya ketakutan. ngerti!"
Devan dan Digo melupakan masalah mereka dan bergegas mencari Griya.
"Griya..."
" Gi lo di mana gi.."
"Griya...."
mereka bergantian memanggil griya. namun tidak satupun panggilan mereka yang di jawab .
"lo dimana si Gi ..." gavin merasa bersalah karna dia merasa tidak bisa melindungi istrinya .
"vin dig gimana kalo kita mencar biar lebih cepet kita ne...."
"Aaaa........"
Gavin, Digo, dan Devan mendengar seseorang berteriak.
"itu pasti griya" gavin langsung berlari ke arah suara itu, dan benar saja gavin menemukan griya yang sudah tidak sadarkan diri.
"Gi bangun gi..."
"Vin, liat kepala Griya berdarah.." ucap digo
Gavin langsung menggendong griya untuk di bawa ke Camp..
"biar gue bantu vin.." ucap devan
Gavin tidak memperdulikan ucapan devan dan langsung membawa griya...
******
Gavin membawa griya ke rumah sakit terdekat dari lokasi camping mereka .
"Dok, gimana keadaan istri saya"
dokter sedikit terkejut karna yang dokter itu tau mereka masih sangat muda. namun dokter itu tidak mau ambil pusing.
"benturan di kepala pasien tidak terlalu parah, namun sepertinya pasien memiliki trauma yang menyebabkan pasien belum sadar"
" tapi istri saya akan sadar kan dok"
" iya anda tenang saja, mungkin sekitar 15 mnt dia akan sadarkan diri"
"boleh saya lihat istri saya dok.."
"tentu, silahkan. ..." dokter itu berlalu pergi.
Gavin memegangi tangan griya yang sangat pucat. tiba2 tangan griya mulai bergerak.
" syukurlah lo udah sadar gi.."
" kak gavin..." griya ingin mendudukan tubuhnya namun dia masih sangat lemah
"lo jangan bangun dulu gi lo masih lemah..." namun griya bersikeras untuk tetap bangun.
saat gavin membantu griya untuk duduk tiba2 griya memeluk gavin erat.
"Gi lo kenapa gi, apa ada yang sakit"
Griya hanya diam dan tetap memeluk gavin.
" ekhem.."
Griya tidak memperdulikan ada seseorang dia masih tetap memeluk gavin.
"dig lo sendiri aja kesini" gavin sengaja menyebut nama digo agar griya melepas pelukannya namun griya tidak bergeming sedikitpun
" eh engga vin, di luar ada devan masih beli sesuatu kayanya..."ucap digo
" ada apa sama griya, kenapa dia meluk lo" seperti ada aroma2 cemburu dari pertanyaan digo.
" ya wajarlah gue kan suaminya, gimana si lo dig" entah apa yang di pikirkan gavin, dia sengaja membuat digo cemburu.
Digo mengernyitkan kedua alisnya saat mendengar kata2 gavin.
__ADS_1
"apa kata lo vin...?"
Gavin dan digo terkejut, pasalnya ada devan di depan pintu saat gavin menyebut dirinya sebagai suami griya.
"gu gu gue...." saat gavin ingin menjelaskat tiba2 digo mengejutkannya
" vin, griya itu bukannya ingin meluk lo. tapi griya itu pingsan"
"biar gue panggil dokter" devan segera memanggil dokter
saat dokter memeriksa griya di dalam, deevan menarik tangan gavin.
" gue mau lo jelasin kata2 lo barusan" devan meminta penjelasan.
" kata2 gue yang mana" gavin berpura pira lupa
" lo ga usah sok pikun vin, jelasin kata2 lo kenapa lo ngaku jadi suami griya" devan sedikit meninggikan suaranya.
" Gavin itu suami griya" sahut digo dan berhasil membuat devan seperti serangan jantung saat mendengan perkataan digo
" Tapi tenang aja dev saingan lo cuma gue, karna mereka cuma di jodohin dan akan cerai setelah satu tahun pernikahan" tambah lagi digo
"jadi lo beneran udah nikah sama griya vin?"
" hemm"
" kalo kalian ga saling suka itu berati kalian belum ngapa2in kan vin?" devan bertanya penuh selidik
" oiya kenapa gue malah lupa sama itu, iya lo belom ngapa2in calon mama dari anak2 gue kan vin" digo menimpali ucapan devan.
"diem, gue ga mau bahas itu sekarang."ucap gavin
Dokter keluar dari ruangan griya.
"gimana keadaab griya dok"
"sepeetinya pasien sangat trauma dengan kejadian yang menimpanya, jadi kalian harus memperlakukan pasien dengan baik"
"baik terima kasih dok"
" baik saya permisi"...
Setelah beberapa hari di rawat akhirnya griya sudah di perbolehkan untuk pulang.
*****
"ini semua gegara cewek sialan itu, kita ga jadi camping kan jadinya" ucap jessica
saat mereka sedang asik menggunjing, Revi melewati jessica n geng. revi tiba2 di hadang oleh franda
" eh lo temennya upik abu kan?"
" namanya itu griya bukan upik abu" revi tidak takut dengan kakak2 kelasnya walaupun dia sendirian
" lo berani sama kita, ha?"
" emangnya kalian siapa, sampe gue harus takut sama kalian"
" girls, kita harus beri pelajaran ni kayanya sama temennya upik abu"
" lets go"
franda dkk memegangi revi, dan jessica bersiap akan menyiram dengan sambal yang ada di meja. ya saat itu mereka berada di kantin.
"Aaaaa..." revi memejamkan mata karna takut di siram
" aw aw pedes mata gue pedes" sambal yang harusnya mengenai revi malah mengenai mata franda
" kak digo..." revi berlari di belakang digo
" kalian ini ga ada kerjaan ya, bisanya cuman bisa bikin keributan"
belum sempat jessica menjawab digo sudang melenggang pergi dengan menarik tangn revi.
" kak digo makasih ya udab nolongin gue"
" santai aja rev, karna lo temen griya. jadi gue harus bisa lindungin lo"
" karna gue tau griya sayang banget sma lo"
Revi sedikit bingung dengan ucapan digo, tapi dia tidak memusingkan itu. dia malah salting karna berada di dekat digo
" oiya rev, kapan griya bisa masuk sekolah lagi?"
" belum tau ni kak, terakhir gue jenguk griya waktu masih di rumah sakit. gue belum mastiin kapan dia bisa berangkat" ucap revi
" emm oke, kalo gitu gue cabut dulu. kalo ada yang ganggu lo, lo kabarin gue"
mendengar kata2 digo revi serasa ingin melayang karna digo salah sati cowok paling keren memberi perhatian lebih kepadanya.
__ADS_1
****
"kak..." griya memanggil gavin
" ada apa gi?"
" kakak belum ngasih tau mama sama papa kan keadaan gue"
" oh iya gi gue sampe ga kepikiran, lo tunggu sini gue mau ngasih tau mama dulu oke"
" Jangan kak, jangan kasih tau mereka"
" kenapa gi..?" gavin bertanya tanya kenapa griya melarang memberi tau orang tuanya
" gue ga mau mama papa khawatir, lagi pula gue juga udah baikan"
" tapi gi..."
" please kak"
"ya udah ayok masuk, gue siapin makanan buat lo"
Griya mengikuti langkah kaki gavin, saat gavin akan pergi ke dapur tiba2 gavin berhenti .
" Gi...."
" iya kak ada apa?"
" waktu itu, kenapa lo tiba2 pergi dari camp" tanya gavin
"gue ...."
_____flasback on_____
"lo kenapa gi, lo sakit"
"e enggak kak gue agak capek"
"vin lo pasti haus kan, ni gue bawain munum buat lo" Jessica menyodorkan sebotol minuman untk gavin
"thanks jess"
"eh iya vin,.. "
saat griya menoleh ke arah Gavin dan Jessica, dia melihat Gavin memangku jessica lalu jessica mencium pipi gavin.
Griya yang melihat itu, dia langsung pergi tanpa menghiraukannya
" kak gue pergi dulu ada yang ketinggalan"
" lo mau kemana Gi, emm iya hati2 gi nanti gue nyusul"
\_\_\_\_\_flashback off\_\_\_\_\_
"gue cuma pengen nyari udara seger aja kak" griya berbohong kepada gavin, karna sejujurnya griya merasa cemburu dengan apa yang dia lihat.dan karna mengingat itu griya menjadi kesal lagi.
" lo bohong, lo pergi karna lihat gue sama jessica kan?"
"emangnya lo sama jessica ngapain kak" griya berpura-pura tidak tau dengan kejadian di camp
" lo ga usah pura2 pikun, lo cemburu liat gue sama jessica?" gavin memastikan
" engga, gue ga cemburu. lagian gue ga tau lo sama jessica ngapain " ketus griya
" emm "
sebenarnya Gavin ingin menjelaskan tentang kejadian itu, namun mendengar jawaban griya, gavin mengurungkan niatnya itu. dan kembali ke melangkah ke arah dapur .
Karna kemarahannya griya merasa pising dan hampir terjatuh
"lo hatu2 dong gi..."tiba2 gavin menangkap griya, lalu griya jatuh ke pelukan gavin.
' Ting tong' ......
suara bel apartment gavin mengagetkan mereka berdua..
"Siapa?" ucap mereka bersamaan
.
.
.bersambung...
.like
.coment
.vote
__ADS_1
. and favorite