Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
eposode 18


__ADS_3

Griya mulai membuka matanya dengan susah payah.


"Akhirnya kamu sadar sayang.." gavin memegang tangan griya dengan lembut.


"lo ga salah manggil vin" digo membelalakkan matanya


"jangan2 lo udah jatuh cinta sama griya ya vin?"devan memastikan.


"iya gue sama griya emang udah saling cinta, bahkam hari ini kami mau pergi kencan"


"apa?" devan dan digo kaget bersamaan


"Gue dimana?" suara griya memecah suasana tegang diantara mereka bertiga.


"sayang kamu baik2 aja kan?"


"iya gi kamu ga papakan"


"kalian siapa?" griya memegangi kepalanya yang terasa sakit


"Jangan becanda gi ini gue digo, ini devan, dan ini Gavin" ucap digo


"aku ga kenal sama kalian"


"sayang ini aku suami kamu Gavin" gavin memegangi tangan griya dengan erat.


"aku ini masih mau masuk SMA mana mungkin aku punya suami" Griya berusaha mengingat namun tidak berhasil.


Gavin terduduk lemas saat griya tidak bisa mengingatnya.


"Vin , lo baik2 aja kan" digo mendekati Gavin.


Gavin hanya diam dengan tatapan kosongnya.


"Vin lo harus sabar, gue juga sedih karna griya ga bisa inget sama kita" ucap devan


"kenapa griya bisa lupain gue di saat gie udah jatuh cinta sama dia bahkan kami saling cinta"


" Gi kamu beneran ga inget sama kita" digo sekali lagi memastikan


Griya hanya menggeleng.


"Gue panggil dokter dulu biar meriksa Griya" ucap devan

__ADS_1


"Gi ini aku Gavin suami kamu, bahkan hari ini kita berdua akan pergi kencan"


Griya berusaha mengingat namun tidak bisa, dan malah membuat kepalanya terasa sangat sakit


Dokter memeriksa griya.


" Dok kenapa istri saya ga bisa inget sama kita dok"


" sayang sekali istri anda mengalami amnesia, dan istri anda hanya lupa dengan kejadian 6 bulan terakhir"


"itu berarti dia beneran ga kenal sama kita vin" ucap digo


"Gue titip griya sama kalian, gue mau ngasih tau orang tua gue dulu"


Gavin pergi keluar untuk menghubungi orangtuanya untuk memberi tahu keadaan griya.


setelah beberapa saat bu irma datang bersama suaminya..


"Vin dimana menantu mama?"


" di dalam ma"


bu irma dan pak cakra menemui griya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


"maaf, ibu siapa..?"


"sayang ini mama, mertua kamu nak"


"Vin, ada apa sama griya . kenapa dia ga ingat sama mama?"


" itu yang mau Gavin sampekin ke mama tadi ma. Griya lupa ingatan 6 bulan terakhir ma"


"Sayang..." bu irma memeluk griya


"jadi benar kalau aku udah nikah sama kaka ini?" tanya griya.


"iya sayang, kamu mau buktinya?"ucap pak cakra, dan di angguki oleh griya


"baik papa aka menyuruh supir papa untuk mengambil surat pernikahan kalian"


Setelah 45 menit bukti pernikahan griya telah sampai di tangan pak cakra, dan akhirnya griya percaya walau di rasa berat untuk mempercayainya.


" ma, gavin mau kedepan dulu mau ngmong sama temen2 gavin" bu irma mengangguki perkataan gavin.

__ADS_1


Gavin keluar ruangan dengan tertunduk lesu karna istrinya sendri tidak mengingatnya.


"Dev, gue terimakasih sama lo karna lo udah nyelamatin hidup griya"


Devan mengangguki ucapan Gavin "apa bener kalian udah saling cinta?"


" iya dev, dan hari ini kami berencana untuk berkencan. tapi musibah ini menyebabkan griya amnesia"


"lo kok ga bilang sama gue si vin, tau gitu gue kan ga jatuh terlalu dalam sama perasaan gue" ucap digo dengan wajah sedihnya


"Tapi gue minta maaf vin, gue ga bisa lupain Griya gitu aja" devan memang to the poin jadi dia tidak menutupi perasaanya terhadap gavin.


"apa maksud lo dev, griya itu istri gavin dan mereka udah saling cinta. jadi kota harus bisa terima" ucap digo


"ini semua salah gavin, kalo dia jujur dari awal gue pasti bisa jauhin griya dig"


"saat ini griya ga inget sama gavin. itu berarti sah2 aja buat gue dapetin dia" ucap devan


Wajah Gavin berubah menjadi merah padam karna amarahnya. gavin tiba2 menarik kerah baju devan dan siap memukulnya.


"stop, ada apa si sama kalian. ini bukan kalian yang gue kenal" ucap digo melerai namun tidak berhasil.


Dan akhirnya terjadi adu pukul diantara gavin dan devan.


"Berhenti..!" seseorang menghentikan aktivitas mereka.


"jangan seperti anak kecil kalian"


Gavin dan Devan masih dengan posisinya yang salin menarik kerah baju satu sama lain.


.


.


.bersambung


.like


.coment


.vote


.and favorite

__ADS_1


__ADS_2