Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
episode 8


__ADS_3

. .Griya pulang dengan naik taxi, tidak biasanya dia naik taxi. namun keadaan tubuhnya tidak memungkinkan untuk menunggu bus yang biasa ia tumpangi. .


saat griya hendak masuk ke rumah tiba2 gavin menarik tangan griya "gi, kenapa chat dari gue ga lo bales malah cuman lo baca?" tanya gavin tiba2


griya tidak mengerti dengan ucapan gavin. " maksud lo apa kak, gue ga pernah terima chat dari lo"


" coba lo lihat hp lo, pasti ada chat dari gue"


" ponsel gue ga ada kak" dengan panik griya terus mencari ppnselnya sampai2 di mengeluarkan semua isi tasnya itu, dan hasilnya pun nihil.


"terus yang baca chat dari gue siapa gi?" dengan wajah frustasi gavin mengacak rambutnya.


"kenapa lo sekacau ini kak, emang isi chat nya apa? "


"gue nanya keadaan lo dan gue bilang apa karna semalam lo sakit. itu isi chat dari gue gi"


"apa? gawat kak kalo yang baca curiga sma kita gimana?" gavin dan griya kebingungan.


"ya udah besok di sekolah kita cari tau siapa yang nemu ponsel lo"


mereka memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah bersama2


jam makan malam pun tiba


saat berada di meja makan gavin tiba2 membuka sebuah obrolan


"ma pa gavin sama griya besok pindah ke apartment gavin ya" griya yang mendengar itu terkejut, karna griya tidak tau menau tentang hal yang di bicarakan oleh gavin.


"kenapa tiba2 vin" ucap pa cakra adhitama


" iya pa gavin sama griya pengen mandiri" sebenarnya itu hanya alasan agar gavin bisa bebas beraikap kepada istrinya itu tanpa orangtuanya tau.


"apa ga sebaiknya nunggu lulus sekolah vin"


" papa biarkan saja gavin belajar mandiri pa, karna kelak gavin harus bertanggung jawab bukan hanya untuk istrinya melainkan anak2 mereka juga pa"sahut bu irma .


"uhuk uhuk" griya yang mendengar itu langsung tersedak dan gavin langsung memberi minuman untuk griya


"hati2 gi kalo makan pelan2 aja" ucap gavin


" tu kan pa, gavin perhatian banget sama istrinya. gavin pasti bisa bertanggung jawab pada keluarganya"


akhirnya pak cakra menyetujuinya dan acara makan pun selesai.


griya masuk ke kamarnya dan sudah mendapati gavin yang sedang duduk di tepi ranjang.


"kak gavin.." griya mendekat ke arah gavin.


"hemmm" gavin tetap sibuk berkutat dengan ponselnya


"kak, kenapa lo ga bilang ke gue kalo mau pindah e apartment?"


"buat apa gue bilang ke lo, lagi pula gue ga bituh persetujuan dari lo" gavin menjawab tanpa melihat griya


"tapi seenggaknya gue harus tau alasannya dong kak"

__ADS_1


gavin melirik tajam ke arah griya " lo itu ga cuman upik abu, tapi juga otak kerdil. hal sesederhana kaya gini aja lo ga paham ?"


"gue ngajak lo pindah biar kita bisa bebas, dan bisa tidur di kamar yang berbeda, ngerti" ucap gavin penuh penekanan.


"iya juga ya kenapa gie ga kepikiran" batin griya yang saat itu sedang berdiri di hadapan gavin.


" lo kenapa diem, mending lo tidur sekarang. karna besok hari minggu besok waktu yang pas buat kita pindah ke apartment" ucap gavin sambil berbaring.


saat gavin memejamkan mata tiba2 griya membangunkannya "kak, kak gavin bangun"


"ada apa si gi gue mau tidur, gue ngantuk"


" tapi kak kita ga bisa diem aja kaya gini kita kan--" belum selesai griya dengan kata2nya tiba2 gavin mendekatkan wajahnya ke wajah griya


"terus lo mau kita ngapain" dengan senyum nakalnya gavin menggoda griya . jantung griya tiba2 seperti lari maraton


"baru gini aja lo udah ga bisa ngapa2in, pakek bangunin gue segala, gie ga bakalan nyentuh lo ngerti"


saat griya mendengar ucapan gavin griya langsung mendorong gavin hingga gavin terjatuh ke lantai.


"lo bisa ga, ga pakek dorong2 gue. sakit ni badan gue" gavin sambil megangi punggungnya


"iya siapa suruh deket2, lagian siapa juga yang mau godain lo. gue tadi cumam mau tanya kak gavin udah tau belum siapa yang baca chat kakak di hp gue. "


seketika gavin melebarkan matanya karna ia baru ingat kalau bakal ada masalah kalo sampe ada yang tau dia udah nikah sama gadis upik abu.


" ya udah kita urus itu besok gie udah ngantuk" sebenarnya gavin belum bisa tidur karna fikirannya tidak tenang.


saat gavin menoleh ke arah griya ternyata griya sudah tertidur pulas


*****


" ma pa kami pamit berangkat ke apartment kami dulu ya " gavin memeluk kedua orang tuanya yang di ikuti oleh griya.


"kami pasti akan merindukan kalian nak, tapi ga papa ino semua kan demi mama" ucap bu irma


"kok demi mama?" gavin bertanya dengan alis yang mengernyit


"iya dong kan biar mama cepet punya cucu" bu irma terkekeh


"mama2 mereka kan masih sekolah ma, kita harus sabar dong" sahut pak cakra tersenyum kepada bu irma


"iya mama ni apaan si, ya udah kami berangkat ma. bye" gavin melajukan mobilnya dengan santai.


setelah satu jam mereka sampai ke tujuan mereka.


griya memasuki rumahnya dan langsung berbaring di sofa karna dia benar2 lelah di perjalanannya.


"kita di sini cuman berdua, gue ga suka kalo ada orang luar yang ngurus rumah gue. jadi sekarang lo yang harus ngurus apartment ini" ucap gavin


" iya tenang aja kak gue ahlinya kalo masalah ngurus rumah" sahut griya sambil memejamkan mata.


tiba2 ada seseorang yang membuka pintu dari luar 'ceklek'


" vin gue tadi ke rumah lo kata tante irma lo pindah ke sini" digo tiba2 mengagetkan gavin.

__ADS_1


digo bisa masuk karna digo mempunyai kartu akses ke apartment gavin, karna sebelumnya mereka sering tinggal bersama di apartment gavin.


saat digo hendak duduk digo kaget karna ada seorang perempuan yang tertidur di sofa


"parah lo vin, lo bawa cewek ke apartment? tanya digo dengan senyum nakalnya


" griya...." digo berteriak mengagetkan griya yang tengah tertidur


sontak griya terbangun dan langsung panik karna ada digo di tempat itu "kak digo?"


gavin yang tak kalah panik dia cepat2 menarik digo


"ini ga seperti yang lo fikirin dig"


"emang gue mikirin apa vin" senyum menyeringai dari wajah digo


"gue udah curiga sma kalian berdua sejak gue nemu ni ponsel" digo mengeluarkan ponsel milik griya dari sakunya


" ini kan ponsel gue" griya langsung menyaut ppnsel miliknya.


"jelasin sama gue ada hubungan apa kalian?"


"gue bakal jelasin asalkan lo mau janji sama kita buat ga bilang2 ke siapapun ngerti"


digo semakin penasaran dengan perkataan gavin .


"sebenernya gue udah nikah sama griya dig"


"ha ha ha , ga lu vin candaan lo"


digo menghentikan tawanya saat mengetahui ekspresi dari gavin dan griya. " kalian serius udah nikah"


"iya kami di jodohin kak" sahut griya


" terus kenapa gue ga lo indang vin"


saat gavin akan berbicara ppnsel griya berdering


" iya halo ada pa lin"


"...."lina


"oke2 gue kesana sekarang" sambil mengambil tas dan kini ia akam pergi


"lo mau kemana gi" tanya gavin


" ke toko gue sambil memakai sepatu"


"toko apa gi"


"griya cake" griya menjawab asal sambil melenggang pergi.


gavin dan digo saling beradu pandang saling mencerna perkataan griya


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2