
Gavin masih setia menunggu Griya bersiap-siap.
"kak gimana...."
Gavin terdiam saat mendapati griya yang sudah siap dengan dress putihnya yang menambah kecantikanya.
"ga cocok ya kak, yaudah aku ganti baju yang lain dulu ya kak"
Gavin menarik tangan griya "Ga usah gi, kamu ga perlu ganti baju lagi, karna kamu udah sempurna di mata aku "
"kak gavin sejak kapan kaka belajar gombal" griya tersipu malu
"aku ga gombal gi" gavin memandangi griya begitu lekat hingga membuat griya malu
"ih udah dong kak lihatnya, jadi pergi ga..?"
"oke2, ayo" Gavin menggandeng griya dengan lembut
Gavin membukakan pintu mobil untuk griya. gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
"kak kita mau kemana..."ucap griya
"kencan"
"hah kencan? kita kan udah nikah kak.."
"iya kita emang udah nikah, tapi kita ga pernah bahagia sebelumnya gi, jadi aku mau kita mulai dari awal untuk memperbaiki semuanya"
"kak gavin..."
" iya kenapa gi" gavin menoleh ke arah griya dengan senyum yang membuatnya semakin tampan
"hemmm ga papa kak" griya tidak pernah memalingkan wajahnya karna terhipnotis oleh ketampanan gavin
setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai.
"ayo tirun gi.."
Gavin membukakan pintu mobil untuk griya.
"makasih kak"
mereka masuk ke dalam restoran, namun setelah masuk bukannya di ajak duduk griya malah di ajak ke arah rooftop .
Dan saat sampai griya membelalakan mata dengan sempurna, karna ternyata Gavin sudah menyiapkan diner romantis
"ini semua kak gavin yang bikin..?"
"iya gi, lo suka kan"
grriya mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca.
"jangan nangis dong gi, apa lo nyesel nikah sama aku?"
"aku nangis bukan karna nyesel kak, tapi karna aku bahagia banget dan aku merasa beruntung nikah sama kakak"
Gavin langsung memeluk griya dengan erat. dan setelah itu mereka berdua makan malam romantis.
*****
Pukul 8:00 malam mereka telah sampai di rumah orang tua gavin, karna mereka ingin menunjukkan kepada orang tuanya bahwa mereka benar2 bahagia.
'Ting tong'
seseorang membuka pintu dari dalam, dan orang itu sangat bahagia dengan kehadiran gavin dan griya.
"Gavin griya, kenapa kesini ga bilang2 mama, tau gitu kan mama bisa masakin kalian"
"mama, kok kita ga di suruh masuk malah mama heboh sendiri"
"maaf2 saking senengnya mama lupa nyuruh kalian masuk" ucap bu irma dengan girang
"oiya ma, kita malem ini nginep sini bolehkan ma" ucap Gavin
"boleh banget dong vin, kan emang itu yang mama mau"
"gi gimana..." bu irma mengelus perut rata griya
"apaan si ma belum" ucap gavin
"Papa kemana ma, kok ga kelihatan" griya mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Papa lagi keluar kota nak, besok baru pulang"
"ya udah kalian bersih2 dulu sana biar segeran"
"iya ma " Gavin dan Griya pergi ke kamar mereka
Saat Gavin pergi ke kamar mandi tiba2 ada seseorang yang menelfon Griya .
"iya halo rev ada apa"
"Gi lo di mana si ini gue ke rumah lo tapi kata bi marni lo ga di rumah"
"gue di rumah mertua gue rev" griya keceplosan
"apa lo bilang gi?" revi kaget bukan main saat griya mengatakan hal itu.
"gini rev gue bisa jelasin"
__ADS_1
" iya lo harus jelasin sekarang juga pokoknya"
Griya menjelaskan panjang lebar kepada revi, dan saat revi menyebut siapa suaminya revi sangat2 terkejut.
"Demi apalo gi? lo jadi istri orang yang paling tampan di sekolah kita?. Gi lo tega banget si rahasiain hal sebesar ini dari gue" revi merengek seperti anak kecil yang balonnya meletus
"iya sorry gi, awalnya kan gue ga ada perasaan apa2 sam kak gavin. lo tau kan?"
"lo bilang awalnya? berarti sekarang lo udah jatuh cinta ni ceritanya"
"emm ya gitu deh rev" griya senyum2 sendiri
"terus2, lo udah ngapain aja ni sama si ganteng" revi menggoda griya
"apaan si rev, gue belum ngapa2in tau"
Tiba2 pintu kamar mandi terbuka, dan membuat griya terkejut
"udah dulu ya rev gue ga enak sma mertua gue, bye"
'tuuuttuuut'
"kenapa di matiin gi,dari devan ya?" gavin tiba2 mendekat ke arah griya
"bukan kak, itu tadi revi yang telfon"
"emm kirain siapa.yaudah sana mandi gi abis itu kita ke bawah bareng"
Griya menuruti perkataan gavin dan setelah beberpa menit mereka berdua turun bersama.
"mama lagi ngapain?" griya menemui mama mertuanya
"eh ini mama lagi nyiapin makan malem ni"
"Griya bantu ya ma"
" iya sayang, makasih ya udah bantuin mama"
"iya sama sama ma"
mereka bersiapa di meja makan dengan menu kesukaan Gavin.
"Sayang, aku mau dong udangnya"gavin menyodorkan piring kepada griya
"Segini cukup?"
"cukup, makasih syang" griya membalas dengan senyuman, karna jujur griya belum terbiasa dengan panggilan baru mereka.
"sejak kapan mereka seromantis ini? ah semoga ini jadi awal yang bagus untuk mereka. dan saya cepet dapet cucu" bu irma tersenyum sendiri saat mendengar anak sematawayangnya itu manja terhadap istrinya.
setelah acara makan selsesai mereka mengobrol di ruang keluarga.
"oh ya ma udah malem ni kita ke kamar dulu ya" ucap Gavin
"iya vin, kalian istirahat ya jangan lupa cepet kasih mama cucu dong" timpal bu irma
\*Di kamar\*
saat griya sedeng menyisir rambutnya tiba2 Gavin memeluk griya dari belakang.
"sejak kapan istriku secantik ini?" gavin mencium puncuk kepala griya dengan lembut
"dari orok kali kak, kakak aja yang ga sadar"
"kayaknya kemaren2 kaya laki-laki deh" Gavin sengaja menggoda istrinya
"ih kak gavin jahat deh" griya merasa sebal dan dia tiba2 melepaskan pelukan gavin dan bersiapa untuk tidur
Gavin terkekeh saat griya marah, karna griya terlihat begitu menggemaskan kalau dia marah seperti itu.
"Jadi istri akau marah ni.." gavin mendwkat ke arah griya
saat griya menoleh tiba2 gavin sudah ada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat. sontak griya membulatkan matanya karna terkejut.
"hah apa malam ini kak gavin mau meminta hak nha sebagai seorang suami? Tuhan bagaimana ini, aku belum siap!" griya sibuk sendiri dengan fikirannya.
"aku ga bakal minta hak aku sekarang kok sayang" seakan tau Gavin tiba2 mengicapkan itu kepada griya.
" kak gavin...."
"aku tau kamu belum siap, jadi aku bakal nunggu sampek kamu benar2 siap sayang" senyum gavin sangat teduh dan membuat griya semakin jatuh cinta
"makasih sayang" griya memeluk Gavin.
"besok kita pergi jalan yuk sayang"
"kemana?" griya sangat antusias
"kencan!"
"Lagi?"
"hemm, aku mau kita ganti hari2 kita yang udah kebuang sia2 dengan hal2 yang indah"
Griya tersenyum simpul. dan kini mereka tidur dengan berpelukan.
\*Di sekolah\*
"Gi.... " revi melambaikan tangan kepada griya dan segera menyusul griya yang sudah berangkat sesikit lebih awal darinya.
"eh rev hati2 dong kalo jatuh gimana coba"
"iya sorry gi, gue keburu penasaran sama yang lo ceriatain semalem kalo lo idah nikah sama kak Gavin"
__ADS_1
"ssttt, jangan kenceng2 dong rev. kamu harus rahasiain ini dari anak2"
"ups sorry gi.. pantes aja lo nolak kak devan, karna ini alasnanya ya gi?" Griya mengangguki perkataan revi
saat mereka sedang berbicara sambil menaiki tangga sekolah, ternyata seseorang mendengar obrolan mereka.
" Apa? jadi lo udah nikah sama Gavin"
Griya dan Revi terkejut mendengar ucapan seseorang di belakang mereka
" Kak jessica?" ucap Griya dan Revi bersamaan
" berani2 beraninya ya lo ngerebut Gavin dari gue dasar upik abu"
saat jessica ingin memukul griya, tiba2 dia mengurungkan niatnya karna ada beberapa anak dari arah berlawanan.
"urusan kita belum selesai" jessica menatap tajam ke arah griya.
"Gimana ni rev..?" griya takut kalau jessica menyebarkan tentang pernikahannya dengan Gavin.
"udah lo tenang gi, lagian nikah itu ga dosa kok gi . dan aku selalu ada buat lo gi" revi memeluk revi
" makasih ya rev, lo emang sahabat terbaik gue"
'triiiing triiiing'
Pulang sekolah seperti biasa griya menunggu di halte Bus . sebenarnya gavin menajak griya untuk berangkat dan pulang sekolah bersamanya namun saat itu griya masih belum siap. jadi kali ini dia haris naik bis lagi.
saat griya ingin menyeberang ke arah halte tiba2 ada mobil yang melaju kencang dan...
'Braakkkk'
"Griya......" seseorang berlari untuk menolong griya yang sudah bersimbah darah
"gi bangun gi, lo harus sadar gi"orang itu mengangkat tubuh griya deng di bantu anak2 yang lain untuk di larikan ke rumah sakit
Setelah 15 menit griya sudah di larikan ke rumah sakit terdekat.
"Dok tolong selamatkan temen saya dok"
"kami akan berusaha semaksimal mungkin nak, lebih baik kamu tunggu di sini"
Pintu operasi tertutup dan orang itu terlihat sangat mencemaskan Griya.
Lampu operasi yang tadinya merah sekarang menjadi warna hijau, yang artinya operasi sudah selesai.
Seorang dokter keluar dari ruangan.
"keluarga pasien"
"saya temenya dok, gimana dengan keadaan temen saya dok"
"benturan di kepalannya cukup serius, dan kita akan mengetahui hasilnya setelah pasien sadar. dan kami akan memindahkan pasien di ruang ICU"
"baik dok terimakasih "
"baik saya permisi" dokter meninggalkan orang itu sendiri
"astaga gue lupa belum ngabarin Gavin"
'tuuuuuuutttt'
"halo"
"halo vin, ini gue devan"
"iya ada apa dev?"
"Griya kecelakaan dan ini gue udah bawa dia ke rumah sakit"
"apa?" Gavin sangat terkejut
"lo di rumah sakit mana dev?" Gavin sambil mengemudikan mobilnya
"gue di rumah sakiy deket sekolah vin"
"oke gue kesana, lo jaga griya baik2"
Gavin melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan setelah 15 menit gavin sampai di rumah sakit.
"Gimana keadaan griya dev?"
"lo bisa lihat sendiri di dalem vin"
Gavin dan devan masuk dan di susul oleh digo yang sedari tadi ada di belakang Gavin
"Dig lo juga kesini" ucap devan
"iya gue tadi ga sengaja lihat mobil Gavin kenceng banget terus gue ikutin. ternyata malah ke rumah sakit" ucap digo
"Gi bangu gi gue disini" gavin sangat khawatir
Tiba2 griya mulai menggerakkan jari2nya....
.
.
.bersambung
.like
.coment
__ADS_1
.vote
.and Favorite