Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
eposode 26


__ADS_3

"ada apa sama kamu sayang, aku tau dulu sikap aku emang kurang baik sama kamu tapi sekarang perasaan aku ke kamu tulus sayang"


"maaf kak untuk sekarang kita pisah kamar dulu, dan aku ga suka sama pembonhong"


Griya pergi meninggalkan kamar Gavin, namun Gavin tidak menyerah begitu saja.


"kamu harus jelasin ke aku apa yang bikin kamu berubah sayang, tadi siang kita maaih baik2 aja kan"


"aku beruntung karna tadi siang aku ikut kamu ke perusahaan papa, karna itu aku tau sifat kamu kak"


Griya masuk ke kamarnya dan meninggalkan Gavin yang masih bingung dengan sikap Griya.


Saat Griya di dalam kamar dia masih memikirkan kajidan saat Mery berada di pelukan Gavin.


"aku sakit kak, aku sakit karna kamu bohongin"


"kamu dulu ga perduli sama aku bahkan sama cewe lain juga sama, tapi aku ga nyangka kalau kamu seperti itu kak"


Griya memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.


\_\_\_flashback on\_\_\_


"mba Mery ini tissu buat bersihin baju mba yang kena jus tadi"Griya menyodorkan tissu kepada mery


"tidak perlu mba, karna mas Gavin suka lihat saya basah seperti ini"


"apa? mas?"


"ups maaf mba maksud saya pak Gavin"


"kenapa kamu bisa2 nya manggil kak Gavin dengan sebutan mas?"


"maaf mba di luar kantor saya memang sudah biasa memanggil pak Gavin deng sebutan itu karna mas Gavin suka dengan panggilan itu."


"ada hubungan apa kamu dengan suami aku" Griya mulai naik pitam


"saya sama mas Gavin memang mempunyai hubungan spesial mba, cuman mas Gavin harus nikah sama mba Griya karna di jodohkan"


"kamu pasti bohongkan, karna aku biasa ngadepin orang kaya kamu. kamu cuma ngaku2 deket sama kak Gavin, mending kamu pergi sekarang karna aku bisa aja bikin kamu di pecat" karna takut di pecat Mery pergi begitu saja tanpa melanjutkan kebohongannya.

__ADS_1


"hati gue emang ga mau percaya sama kata2 Mery, tapi fikiran gue barbanding terbalik sama hati gue. apa yang harus gue lakuin" Griya memang berhasil menghadapi Mery walaupun hatinya sulit percaya dengan suaminya


\_\_\_flashback off\_\_\_


"Stop Gi lo bukan cewe lemah, lo ga harus kaya gini cuma gara2 cinta. inget Gi lo iti harus kuat lo bukan cewe lemah" Griya menasehati dirinya sendiri dengan perasaan yang kacau.


'tok tok tok' "sayang buka pintunya aku mau kamu jelasin ke aku"


namun Griya bersi keras untuk tidak membuka pintu kamarnya.


Gavin yang merasa bingung dia segera mengambil ponsel dan menghubungi seseorang


"halo..."


"......"


"gue mau hasil yang secepatnya, setelah kamu menemukan sesuatu kamu hubungi gue"


'ttut ttut' Gaving mengakhiri panggilannya dengan orang kepercayaan Papanya.


******


"gue harap setelah lo benar2 cerai dari Gavin, lo bakal jadi milik gue Gi"


Devan merasa sesikit ada peluang untuk mendekati Griya saat ia mengetahui Griya akan bercerai.


Gue harus mastiin hal ini, mending gue langsung tanya ke Griya.


Devan memang orang yang tidak suka menunda sesuatu, bahkan dia orang yang sangat to the poin apalagi masalah hatinya.


"Halo Gi,gue ganggu ga?"


"......"


"lo nangis ya Gi? apa Gavin yang bikin lo sedih..?"


"......."


"lo jujur sama gue Gi, ada apa sebenernya"

__ADS_1


"......"


"brengs*k si Gavin, lo tenang aja Gi gue bakal bantu perpisahan lo sama Gavin"


"......"


"tapi kenapa Gi..."


"...."


"ya udah Gi lo istirahat jangan pikirin itu lagi, lo tenang Gi ada gue yang slalu ada buat lo"


Devan mengakhiri panggilannya dengan Griya.


"gue semakin yakin sama keputisan gue Gi, gue bakal rebut lo dari Gavin dan gue bakal bahagiain lo Gi"


Gavin memukul dinding rumahnya dengan tangan kosong.


******


.


.


.bersambung


.like


.coment


.vote


.and favorite


.segini dulu ya readers author masih sedikit puyeng ni...


. . happy Reading . .


.

__ADS_1


.


__ADS_2