Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
episode 34


__ADS_3

Griya berdiri di atas balkon apartemen dengan memandang hiruk pikuk yang ada di bawah gedung apartemennya. banyak lalu lalang orang datang dan pergi.


"Sayang kamu lagi mikirin sesuatu?" Gavin datang dan memeluk Griya dari belakang.


"engga kok kak, aku cuma lagi lihat suasana di sekitar sini aja kak" Griya mengusap lembut tangan Gavin.


"jangan ada yang kamu tutup-tutupin sayang.. apa yang sebenernya kau fikirin?"


"aku cuma mikirin gimana kalo mama tau aku ga hamil kak, mama pasti kecewa banget sama kita dan satu lagi kalo sampe sekolahan ngeluarin kita gimana?"


"kamu tenang sayang, masalah sekolah udah di urus sama papa. dan kalo masalah mama pengen cucu, kita kan bisa mulai daei sekarang sayang" Gavin mulai menggoda istrinya yang sedang resah.


"apaan si kak Gavin.. kita kan masih SMA. masa iya kita mau punya anak sekarang.." Griya mencubit lengan Gavin


"aaaa.... sakit sayang. masa suaminya di aniyaya"


" iya salah siapa pakek mau punya anak sekarang"


tiba2 Gavin memutar badan Griya supaya mereka berhadapan, Gavin begitu lekat memandang kedua mata Griya yang sayu.


*ini kenapa dada aku rasanya mau meledak, kak Gavin itu suami kamu Griya. jadi kami harus terbiasa*


"kamu deg-degan sayang?" ucap Gavin


Griya mengangguk dengan pipi yang semerah tomat.


Gavin mengangkat tubuh Griya dan merebahkan di atas ranjang. Gavin mulai membelai pipi Griya dengan lembut, lalu mencium bibir lembut Griya dengan bibirnya. saat tangan Gavin mulai menjalar Griya menepisnya "jangan sekarang kak, please"


Gavin memandang teduh istrinya "maaf sayang, aku hampir kelepasan. tapi boleh ya kalo tidur aku peluk kamu sayang" Griya mengangguk " maaf ya sayang kamu harus bersabar sedikit lebih lama"

__ADS_1


Gavin tersenyum mendengar ucapan Griya lalu memeluk Griya hingga terlelap.


Pagi itu Gavin bangun lebih dulu dari Griya, Gavin menatap lekat wajah istrinya yang sangat cantik walaupun dalam keadaan tertidur pulas. Gavin menyibak rambut Griya yang menutupi sebagian wajah cantiknya. ketika Gavin sedang memandangi wajah ayu istrinya, Griya mengerjap-ngerjapkan matanya.


"emmmmhhhhh..." Griya menggeliyat dan membuat selimut yang ada di tubuhnya sedikit menyibak. Griya membuka mata dan langsung di suguhi pemandangan yang sangat indah yaitu wajah suaminya yang sangat tampan. dan saat iya menyadari selimutnya sedikit terbuka dia segera menutupnya.


"kak Gavin ngintip ya"


"ngintip apa sayang, lagian kamu kan pakek piyama. ga mungkin kelihatan apa2 kan..."


Gavin langsung masuk ke kamar mandi, setelah itu ia langsung turun ke dapur dan di situ sudah ada Griya yang tengah sibuk memasak makanan2 kesukaan suaminya.


"sayang..." Gavin memeluk Griya dari belakang


"kak Gavin, oh iya cobain deh kak" Griya menyuapkan masakan yang tengah iya buat.


"emm enak banget sayang.."


Akhirnya mereka selesai dan langsung menyantap makanan yang ada.


...****************...


"ada apa dev lo manggil gue kesini?" ucap Digo


" lo tau kalo Griya udah hamil?"ucap Devan


"tau, semalem lo kan juga ada disana. ngapain lo pakek nanya ke gue?"


"terus lo percaya sama apa yang di bilang Gavin kalo Griya hamil?"

__ADS_1


" ya percayalah, secara mereka kan suami istri"


"tapi gue yakin Griya ga hamil"sergah Devan


"lo tau darimana kalo mereka bohong Dev?"


"karna gue yakin mereka belum ngelakuin apa2. buktinya mereka masih malu2 gitu"


" iya juga si Dev, bener kata2 lo. tapi mau Griya hamil atau enggak itu bukan urusan kita kan Dev"tutur Digo


"tentu itu urusan kita Dig, kalo sampe Griya di sangka hamil terus satu sekolahan tau. itu bakal bikin dia di bully sama anak2 dan gue ga rela kalo Griya terluka Dig"


Digo memegang bahu kanan Devan dan mengusapnya sekilas. " lo harus lupaon Griya Dev, Griya itu istri Gavin sahabat kita."


"tapi lo juga suka kan sama Griya Dig?"


"gue emang suka sama Griya, tapi gue tau batasan dan gue udah mutusin buat lupain dia Dev. elo pin harus kaya gitu Dev, masih banyal perempuan selain Griya. lagi pula kita juga masih sekolah masa depan kita masih panjang Dev"


"terserah lo Dig, tapi lo ga berhak ngatur gue" Devan pergi begitu saja meninggalkan Digo sendiri.


Digo hanya memandangi Devan dari belakang yamg perlahan menjauh dari pandangannya.


"Cinta! cinta itu emang hebat, bisa bikin hidup orang berubah, contohnya lo Dev. dulu lo bijaksana banget, tapi lo berubah demi ngejar cinta dari istri sahabat lo sendiri"


.


.


.bersambung

__ADS_1


.terus like coment dan vote ya teman2 tambahkan juga sebagai gavorite kalian.


.


__ADS_2