
Devan sangat merasa kesakitan dibagian kepalanya yang mengalami benturan ketika kecelakaan. dan saat itu pula Devan tidak sadarkan diri di kamarnya.
setelah beberapa menit Devan tersadar tanpa ada yang mengetahui keadaanya.
"Aw kepala gue sakit banget.." setelah ia melihat langit-labgit kamarnya ia baru sadar ini bukanlah rumahnya.
"ini gue dimana?" tiba-tiba ingatannya saat ia amnesia muncul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baik mba kita sepakat ya, dan saya mohon hasilnya harus yang terbaik karna ini acara pernikahan anak tunggal saya"
seorang wanita parubaya sepakat untuk memesan kue pernikahan di Griya cake.
"baik bu terimakasih atas kepercayaannya, saya akan berusaha yang terbaik"
Perempuan itupun pergi meninggalkan Griya bersama dengan Lina di sebuah kafe dekat toko kuenya.
"Alhamdullilah ya mba kita dapet job besar lagi"
"iya Lin, kita harus bikin pelanggan kita puas dan ga nyesel udah milih toko kita"
"iya mba.."
"oh iya Lin kamu mau pesen apa ni, ini kan udah waktunya makan siang" ucap Griya menawarkan kepada Lina untuk memesan makan siang.
"emm aku ngikut mba aja deh"
"emm kalo gitu kita pesen yang biasanya aja ya Lin"
"iya mba"
walaupun mereka atasan dengan bawahan, namun Griya tidak pernah menganggap Lina itu bawahannya melainkan sahabatnya.
dalam waktu beberapa menit seorang pelayan menyajikan pesanan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Griya masuk ke apartemenya dan mendapati Devan yang sedang duduk di ruag tv.
"hai Gi baru pulang?"
"hem iya kak, oh iya kak. kak Gavin belum pulang?"tanya Griya
"tadi si pulang, tapi kayanya dia janjian sama Jessica deh Gi!"
"Jessica?" Griya terkejut mendengar suaminya pergi bertemu dengan Jessica.
"iya Jessica! memang kenapa Gi kayanya lo ga suka sama Jessica?"ucap Devan penuh selidik.
"emm engga kak mereka kan sekelas, ya udah ya kak gue mau ganti baju"
Griya langsung naik ke atas untuk berganti pakaian.
setelah selesai ia mencoba menghubungi Gavin, namun tidak sekalipun panggilan Telfonnya diangkat.
"kenapa kao Gavin ga angkat telfon si, emang sepenting apa si urusan mereka?"
Griya semakin Gelisah memikirkan tentang suaminya yang sedang pergi bersama wanita lain.
'ting' sebuah notif di ponsel Griya berdenting.
saat Griya melihat isi pesan di ponselnya, Griya begitu syok dan tanpa ia sadari air mengalir dari manik matanya yang sendu.
"ini... kenapa ini kak Gavin lakuin ke gue?" Griya merasa sangat terluka dengan apa yang ia lihat.
'tok tok' "Gi lo kenapa? lo baik-baik aja kan Gi? gue tadi denger sesuatu jatuh dari arah kamar lo Gi" uvap Devan yang berdiri di balik pintu kamar Griya.
karena Griya yang tidak memperdulikan ucapanya , Devan langsung membuka pintu kamar Griya.
"Griya.. lo kenapa. kenapa lo bisa kaya Gini..? Devan langsung mendekati Griya yang sedang menangis sesenggukan.
"lo kenapa Gi?" Devan kembali bertanya kepada Griya.
tiba-tiba Griya berdiri dengan megambil sebuah ponsel yang tadi tergeletak di atas lantai.
__ADS_1
"gue mau pulang ke rumah gue kak, gue ga mau tinggal di apartemen kak Gavin lagi"
"emang ada apa Gi, kenapa lo tiba-tiba mau pulang?"
"karna gue udah ga perlu tinggal disini kak"
Griya memasukkan pakainnya ke dalam koper dan langsung pergi ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya.
"tunggu Gi,gue ikut lo"
"tapi kak?"
"gue lagi sakit Gi, kalo gue ga ikut lo emang Gavin mau rawat gue?"
setelah di piki-pikir akhirnya Griya memperbolehkan Devan untuk ikut ke rumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"gue kenapa, kenapa gue bisa disini?" Gavin bingung karna sudah berada di sebuah kamar.
"lo tadi pingsan Vin, gue nolongin lo" ucap Jessica.
Gavin kembali ingin mengingat kejadian yang menimpanya, namun saat ia berusaha mengingat kepalanya malah terasa semakin sakit.
"oh iya Vin tadi gue udah hubungin Digo buat jemput lo"
"tanks Jess"
"Gue tinggal ya Vin, gue ada urusan. nanti kalo lo udah ngerasa baikan lo tinggal pergi karna gie ga bisa nungguin lo lebih lama"
Gavin memperhatikan kepergian Jessica, karna di rasa pusing akhirnya Gavin memejamkan matanya kembali.
.
..
.like coment vote dan tambah jadi favirite kalian ya teman-teman.
__ADS_1
.
.