Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
episode 24


__ADS_3

*Kelas Griya*


saat griya ingin masuk kedalam kelaa tiba2 Revi berhenti dan Griya pun akhirnya ikut berhenti.


"Gi, gue minta maaf sama lo karna gue udah jahat sama lo Gi...." Revi memegang tangan Griya dengan mata yang berkaca-kaca.


"lo kenapa si Rev... kenapa lo harus minta maaf ke gue?" Griya bingung dengan sikap Revi terhadapnya, pasalnya Griya memang tidak bisa ingat dengan kejadian yang di alami selama ia amnesia .


"Gue udah jahat sama lo Gi, gue udah kemakan hasutan Jessica dan gue juga tau kalau yang motong2 Gaun lo itu mereka, bukanya gie larang tapi gue malah ngebiarin itu semua Gi?"


Griya syok dengan ucapan Revi barusan, karna Griya tidak menyangka bahwa sahabat yang selama ini ada untuknya sampai seperti itu.


"Gi kenapa lo diem, lo pasti benci banget kan sama gue Gi?! ga pa pa Gi gue emang pantes lo benci" Revi pergi menjauh dari Griya, namun griya segera menghentikan langkah Revi.


"itu bukan diri lo Rev, pasti ada alasannya kan kenapa lo sampe segitunya sama gue?"


"iya sebenernya gue cemburu karna lo deket sama kak Digo, dan gue lebih ga terima waktu lo tetep jatuh cinta sama kak Gavin dan gue nganggep lo udah campakin kak Digo Gi"


"Jadi itu sebabnya, lo tau kan Rev siapa yang hati gue pilih untuk di singgahi dan gue ga mungkin khianatin lo Rev"


"iya gue tau Gi, itu semua emang salah gue. gue baru sadar waktu gue bilang suka sama kak Digo itu sebelum lo amnesia, dan setelah lo amnesia pasti lo juga ga inget kan Gi. dan bodoh nya gue, gue kemakan hasutan Jessica dan gengnya Gi" Revi menitikkan airmatanya dan Griya yang menyadari itu dia segera memeluk sahabatnya itu.


"udah Rev itu semua kan udah terjadi, dan lo kan udah tau yang sebenernya. jadi kita lupain semua itu,okey!"


"tapi lo maafin gue kan Gi?"


"iya2 gue udah maafin lo Revi sahabat gue yang paling cantik tapi cerewet"


mereka berdua akhirnya berpelukan dan sesekali tertawa karna peristiwa2 yang di alami mereka berdua.


Jam sudah menunjukkan waktunya pulang sekolah, Griya dan Gavin pulang bersama ke apartementnya


saat mereka memasuki apartement mereka terkejut dengan keberadaan ayah Gavin yang sudah di dalam.


"Papa, Papa kok disini?" Gavin bertanya2 ada apa dengan Papanya yang tiba2 datang.

__ADS_1


"Papa ingin berbicara dengan kalian berdua"


Gavin dan Griya duduk di sofa depan Pak Cakra.


" Sebentar ya Pa Griya bikinin Papa minum dulu " pak cakra menganggu dan tersenyum kepada Griya.


setelah beberapa saat Griya membawa dua cangkir kopi dan cemilannya.


Griya meletakkan kopi itu di meja depan pak Cakra.


"oh iya Pa silahkan di minum dulu pa"


"iya naka terimakasih"


"Papa kesini mau ngomongin apa?" Gavin tidak sabar dengan apa yang ayahnya ingin katakan.


" Papa cuma mau membahas perihal yang papa dengar saar Griya di rumah sakit. Griya, apa benat kamu dan Gavin sudah merencanakan perceraian kalian?"


Griya yang mendengar pertanyaan itu bingung harus menjawab seperti apa.


"itu bisa Gavin jelasin kok pa.."


"Papa hanya bertanya kepada istri kamu, bukan kamu vin. kamu ceritakan semuanya sama papa ya Griya"


"iya pa, saat itu kak Gavin menawarkan perjanjian itu pa, dan aku menyutujui itu pa"


"jadi kalian berdua ingin bercerai setelah satu tahun pernikahan kalian? papa tidak habis fikir dengan pola pikir kalian. apalagi kamu vin, apa kamu tidak memikirkan masa depan Griya yang akan di cap sebagai janda muda ha,sampai2 kamu membuat perjanjian seperti itu? "Pak cakra sangat marah kepada Gavin.


"Gavin bisa jelaskan pa, itu ga sepeeti ya papa pikirkan. kami sudah.."


"Diam. jika itu keputusan kalian papa yang akan urus semuanya, dan rahasiakan perpisahan kalian dari mama karna papa tidak ingin mamamu terluka vin"


Belum selesai Gavin menjelaskan Pak cakta mengambil keputusan untuk mengurus perceraian mereka dan pergi begitu saja


"Gimana ini kak, apa kita akan.."

__ADS_1


"ssstt kamu jangan khawatir ya sayang nanti biar aku jelasin ke Papa kalau kita ga akan pisah, kamu tenang ya sayang"


Gavin memeluk dan mencium puncuk kepala Griya


******


"apa benar yang gue dengar tadi, Gavin dan Griya akhirnya akan bercerai?" Devan berbicara dengan dirinya sendiri


\_\_\_\_flashback on\_\_\_\_


"mending gue mampir ke apartment Gavin buat lihat keadaan Griya yang sekarang" Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"loh pintunya kok di buka..."


"diam. jika itu keputusan kalian papa yang akan urus semuanya,dan rahasiakan perpisahan kalian dari mama karna papa tidak ingin mamamu terluka vin"


Devan yang mendengar ucapan pak Cakra mengurungkan niatnya untuk beryamu dan memilih pergi


\_\_\_\_flashback off\_\_\_\_


"apa ini artinya kesempatan gue buat dapetin Griya..?"


.


.


.bersambung


.like


.coment


.vote


.and favorite

__ADS_1


__ADS_2