
Gavin dan Digo masih terduduk di ruang tamu dan saat itu Griya dan Revi menuruni tangga menuju ruang tamu.
"kak Gavin.."
Gavin dan Digo langsung melihat ke arah dimana suara seseorang terdengar sangat lemah.
"sayang, kenapa kamu turun harusnya kamu istirahat di kamar"
"iya lo gimana si Rev malah ngajak Griya turun" Digo malah menyalahkan Revi
"apaan si playboy cap tikus, gue udah bilang ke Griya buat istirahat tapi Griyanya ga mau, iya kan Gi" Revi terlihat kesal dengan Digo
"iya kak Digo, tadi Revi udah larang gue buat turun tapi gue ga mau nurutin kata2 Revi" Griya menjawabnya dengan suara yang tidak ada semangatnya sedikitpun.
"kak tadi aku denger ada video2 gitu, emang video apa?" Griya bertanya kepada Gavin
"emm itu tadi Digo bikin video tikt*k geli banget lihatnya kamu mending ga usah lihat ya sayang"
"hehe iya gi lo ga usah lihat malu gue" Digo menimpali ucapan Gavin
Griya mengangguki ucapan Gavin dan Digo.
Griya menuju dapur untuk memasak sesuatu "kak Gavin mau aku masakin apa?"
"kamu ga usah masak sayang,kamu harus istirahata badan kamu kan kurang fit" Gaavin membelai wajah Griya lembut
"uhuk uhuk" Revi batuk2 walaupun tenhgorokannya tidak gatal "kita diaini kaya ga kelihatan ya kak Digo"
"iya ni Rev, pokoknya kalo udah mesra lupa deh kalo ada orang disini"timpal Digo
Griya memundurkan langkahnya , namun Gavin menarik Griya kedalam pelukannya "kalo kalian mau kalian nikah aja, kalian cocok" ucap Gavin
"ih gue ga mau sama kak Digo, kak Digo kan playboy" sahut Revi sambil melirik ke arah Digo
"tapi playboy2 gini kayanya dulu ada yang tergila-gila deh sama gue"
"apaan si itu kan dulu"tukas Revi
"oh jadi lo ngaku kalo lo dulu tergila-gila sama gue"senyum menyeringai menghiasi bibir Digo
"udah2 kalian jangan berantem dong, kalian emang cocok kok" ucap Griya
Kali ini mereka berempat memasak bersama, walaupun Digo dan Revi hanya membantu memotong sayuran.
saat Mereka mulai menyuap makanan kedalam mulut mereka tiba2 seserang datang bertamu.
'tingtung'
Bening hendak berdiri untuk membukakan pintu, namun Digo sudah membukanya terlebih dulu.
"Devan?"
"Digo, lo ngapain disini?"
"ya gue ma...."
"siapa Dig"
"ini ada Devan Vin"
Lalu Devan masuk dan bergabung di meja makan.
"kak Devan ayok ikut makan"
__ADS_1
"Gue udah kenyang Gi, makasih"
"please jangan nolak kak" Griya mengambilkan makanan untuk Devan sedangkan Gavin yang melihatnya tidak suka karna istrinya menyiapkan makanan untuk pria lain.
akhirnya mereka bertiga menyelesaikan acara makan malam dan berpindah ke sofa ruang tamu,sedangkan Griya dan Revi menyiapkan minuman dan camilan.
Digo duduk di sofa bersama Gavin sedangkan Devan duduk di hadapan Gavin. "ada apa lo kesini Dev?" Gavin memulao percakapan .
"ada yang mau gue omongin soal kabar yang beredar luas tentang pernikahan lo sama Griya Vin"ucap Devan
"ada apa sama pernikahan gue?"
"lebih baik lo ceraikan Griya Vin, ini semua demi kebaikan Griya"
Gavin yang mendengar ucapan Devan langsung emosi "apa maksud lo Dev, lo nyuruh gue cerai supaya lo bisa bebas deketin Griya ha?" Gavin sangat marah
dan hampir memukul Devan namun di cegah oleh Digo.
"Tenang Vin, jangan emosi lo harus tenang okey" tutur Digo sambil memegangi Gavin
"lo ga voleh egois Vin, coba lo lihat artikel ini dan coba lihat komentar2nya"
Gavin lalu melihat artikel itu dan apa yang dia dapat, istrinya di hina oleh banyak Netizen di luaran sana.
"ada apa kak Gavin?" Griya kluar bersama Revi dengan nampan yang bersisi teh dan camilan
"ga ada apa2 sayang kamj ke dalam ya sama Revi, ini gue sama Digo dan Devan mau membahas kerja kelompok dari sekolah"
Griya menatap Gavin curiga, entah kenapa Griya merasa ada yang di sembunyikan oleh suaminya. namun dengan berat hati Griya harus menuruti ucapan suaminya.
Gavin Digo dan Devan masih membicarakan masalah itu sedangkan Griya dan Revi beristirahat di dalam kamar
*****
Awalnya Griya hanya ingin membereskan tempat camilan dan gelas yang ia pakai semalam namun ada sesuatu yang menyita perhatiannya.
setelah beberapa saat Griya kembali ke kamarnya dan entah apa yang ia pikirkan Griya tiba2 pergi tanpa sepengetahuan semua orang termasuk Gavin.
"huam" Revi terbangun dan mendapati ranjang sebelahnya yang sudah kosong tanpa adanya Griya
"Gi... lo kemana Gi, lo di kamar mandi ya...?" Revi mencarari Griya di seluruh ruangan yang ada di kamar namun dia tidak menemukan Griya
Revi mulai menuruni tangga dan melihat sekeliling namun hanya ada Gavin, Digo , dan Devan.
"semuanya bangu......un. "Revi membangunkan mereka bertiga denga suara cemprengnya dalam satu kali teriakan
"ada apa si Rev lo bangunin kita" Digo bertanya dengan wajah bingung namun tetap terlihat tampan begitupun dengan Gavin dan Devan
"kalian tau ngga dimana Griya?"
"mungkin di dapur Rev" sahut Gavin
"ga ada kak udah gue chek tadi"
"emang dia ga ada di kamar?" tanya Devan
"kalo Griya di kamar ga mungkin gue cariin kan Devan yang ganteng tapi kadang lemot
Devan langsung menatap tajam Revi lalu Revi langsung memalingkan wajahnya untuk menghindari pandangan Devan yang mengintimidasi.
"Gue udah chek Griya di seluruh sudut ruangan tapi gue ga nemuin Griya, terus Griya dimana dong kak?" Revi mulai panik
"bentar gue hubungin Griya dulu"
__ADS_1
'tttuuutttuuuutt' "ga diangkat lagi, ada apa si sama kamu Gi"
"gue cari istri gue dulu kalian gue tinggal ga papa kan"
"iya ga papa, mending lo cari Griya sekarang"
"gue ikut kak" sahut Revi
"ga usah lo di apartemen sma Digo Rev"
"kalo gitu gue yang ikut Vin" ucap Devan
Mereka berdua pergi membawa mobil Gavin.
"kita mau cari Griya kemana Vin?"
"ke rumahnya"
dan setelah beberapa menit Gavin dan Devan telah sampao di rumah Griya.
"ini rumah Griya Vin?"
"hemm"
*Griya kayanya orang berada, tapi kenapa dia masih kerja sebagai karyawan toko* Devan sibuk melamun
"kenapa lo diem, lo mau ikut gue masuk ngga?"
Gavin masuk begitu saja karna dia sudah mempunyai kunci rumah Griya.
"Sayang... kamu disini kan.."
"eh aden, aden cari non Griya" ucap art di rumah Griya
"iya bi, Griya di dalam kan?"
"iya den, non Griya ada di ruang belakang den"
" oh makasih bi" Gavin dan devan menyusul Griya
dan apa yang Gavin dan Devan lihat Griya saat itu.
Griya terlihat duduk di lantai dengan lamunannya.
"sayang kamu kenapa pergi ga bilang2 sama aku?" ucap Gavin
"aku mau kita sendiri sendiri kak Gavin"
'dar' bagai di sambar petir Gavin mendengar apa yang di ucapkan Griya.
. bersambung
.
.terus tambah like kalian yang teman2 dan jangan lupa vote dan coment nya ya
jadikan Pernikahan putih Abu-Abu sebagai favorite kalian.
maaf ya kalo masih banyak typo bertebaran dimana-mana..
. .happy reading guys. .
__ADS_1