
"Gi aku pulang..." Gavin mencari Griya di sekeliling ruang tamu, namun ia tidak menemukan siapapun termasuk Devan.
Gavin langsung pergi ke kamar atas dan langsung membuka kenop pintu yang tertutup. namun sekali lagi ia tidak menemukan keberadaan Griya.
Gavin mencoba menghubungi Griya, namun tidak sekalipun dijawab. bahkan Pesan dari Gavin pun tidak di balas.
"kamu kemana sayang..?" Gavin semakin gusar memikirkan keberadaan istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Griya mulai menaruh pakaiannya di lemari setelah selesai, ia langsung menjatuhkan badannya di atas king size nya.
Griya menghembuskan nafas kasar, dan saat ia mengingat isi pesan yang ada di ponselnya dadanya semakin merasa sesak.
Griya menangis sejadi-jadinya tanpa ia sadari kini matanya memjadi sembab.
'toktok'
"Gi, buka pintunya ini gue Devan!" Devan berdiri di depan pintu kamar Griya.
Griya turun dari king sizenya dan membuka pintu dengan keadaan kacau.
Devan yang melihat itu langsung mendekati Griya.
"lo kenapa Gi? lo nangis?"
__ADS_1
mau tidak mau akhirnya Griya mulai menceritakan apa yang sebenarnya, termasuk tentang pernikahannya dengan Gavin. dan Griya menunjukkan foto Gavin yang sedang tidur bersama dengan Jessica di sebuah kamar.
"udah gue duga, ternyata kalian memang ada hubungan. tapi itu ga penting, yang terpenting kenapa Gavin tega ngeduain lo Gi?"Devan lalu memeluk Griya dengan erat.
"Griya, Devan. apa yang kalian lakuin? kalian khianatin gue!" ucap Gavin tiba-tiba yang berada di belakang Devan .
sontak Griya dan Devan terperanjat kaget melihat Gavin yang berada di tempat itu.
"kita? apa lo ga salah ngomong?"ucap Devan
"kak Devan stop"Griya menahan Devan yang ingin menghampiri Gavin. Devan menatap Griya yang mengisyaratkan untuk mundur.
"asal lo tau Dev, Griya itu istri gue! lo ga berhak deketin istri gue!" Gavin terlihat sangat marah saatvmelihat Griya memegangi lengan Devan.
"gue tau, karna Griya udah cerita ke gue!" tukas Devan.
"mending kak Gavin pergi dari sini dan besok aku yang akan urus perceraian kita" ucap Griya dengan pandangan kosong.
" apa yang kamu katakan sayang, kita ini saling cinta, kenapa kamu tiba-tiba ngomongin perceraian ha?" Gavin semakin bingung dengan sikap Griya tethadapnya.
Gavin mendekati Griya namun Griya semakin menjauh dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Akhirnya Gavin menuruti Griya untuk pergi dari rumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hari terus berjalan jarak antara Gavin dan Griyapun semakin renggang.
Jessica yang mengetahui rencananya berhasil, ia merasa sangat senang.
"girls, kalian tau ga gavin sama Griya mau cerai"
"yang bener lo Jess?" Franda merasa tidak percaya dengan ucapan Jessica, padalnya selama ini Gavin dan Griya terlihat baik- baik saja.
"kenapa? lo ga percaya sama gue?" ucap
Jessica
" emang lo punya bukti kalo mereka mau cerai?" Franda menatap penuh selidik
"apa jangan-jangan ini semua rencana lo jess?" Franda memastikan.
"itu lo pinter" Jessica menunjukkan foto penyebab kemarahan Griya.
"gila lo Jess, lo rela kaya gini cuma demi Gavin? setau gue di sekolah ini cowok ganteng keren tajir itu banyak lo. tapi lo rela kaya gini gegara Gavin?"
mereka terus asik mengobrol tanpa ia sadari seseorang merekam semua perbincangan mereka.
.
.like coment and vote ya teman-teman, terus baca karya ini ya temen-temen. rencanya author mau tamatin cerita ini ya. .
__ADS_1
.
.