
"kira-kira griya jawab apa ya vin? lo si vin. kalo mama calon anak2 gue nerima cinta devan gimana nasib gue,bahkan anak2 gue yang belum lahir?" digo begitu putus asa menerka-nerka apa yang di katakan griya.
"bisa diem ga si lo dig, gue males bahas mereka"
"bantuin gue dong vin, bantuin gue supaya griya bisa suka sama gue."
Bukannya menanggapi Digo, Gavin malah pergi begitu saja.
" eh Vin... gue lagi ngomong sama lo, lo malah ngacangin gue" Digo meneriaki Gavin yang berlalu begitu saja.
'triiing triing'
bel pulang sekolah berdering dan griya seperti biasa pulang naik bus. sedangkan Gavin menggunakan mobil sportnya.
*****
" Ooo ternyata kak gavin belum pulang"
" kalo gitu gue masak dulu aja, pasti nanti kak gavin suka makan masakan gue"
'ceklek'
"eh kak Gavin, baru pulang?"
Gavin memasuki rumahnya dan langsung masuk ke kamarnya tanpa menyapa ataupun menjawab pertanyaan griya.
" ada apa si sama kak Gavin?"
Griya melanjutkan kegiatan memasaknya lagi tanpa memusingkan sikap Gavin.
setelah beberapa menit Griya selesai memasak.
'tok tok' " kak ayo turun, aku udah selesai masak ni "
karna tidak ada jawaban Griya masuk ke dalam, dan saat itu gavin tidak ada di kamarnya
"kak gavin, kak. kak Gavin kemana si kok disini ga ada"
" oh mungking lagi mandi, kak Gavin lagi mandi ya? "
'ceklek'
benar apa yang griya duga, saat itu gavin kluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada sehingga sukses membuat griya berteriak.
"Aaaa... ma ma maaf kak aku ga sengaja, aku permisi dulu" dalam sekejap pipi griya berubah seperti udang rebus
"biasa aja kali, ada apa lo kesini?"
"emm aku udah masakin kak gavin, ayo turun makan bareng kak"
"lo duluan nanti gue nyusul, gue mau ganti baju dulu"
" ada apa sama kak gavin, kenapa dia manggil aku dengan sebutan yang dulu?"dalam hati griya bingung dengan sikap gavin.
" atau mungkin kak gavin lupa"
Saat Gavin turun Griya segera mengambilkan makanan untuk Gavin
" ini kak, pasti kakak laper kan"
"hemm" gavin masih saja dingin terhadap griya
mereka menyelesaikan kegiatan makan tanpa sepatah katapun .
Gavin kembali ke kamarnya begitupun griya.
*Di kamar Griya*
"halo rev, lo lagi sibuk ga sekarang?"griya
"engga kok gi, kenapa?"revi
"gue lagi bete ni, temenin gue ke toko yuk"griya
" sorry gi, gue lagi ada acara keluarga ni. besok ya gue janji" revi
" emm yaudah ga papa rev, bye rev" griya
" bye gi" revi
'ttuttuut'
Karna griya benar bosan akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendiri ke toko dengan naik taksi.
setelah beberapa menit griya sampai di salah satu tokonya.
"sore mb.." seorang pegawai griya menyapa dengan membungkukkan badannya tanda hormat kepada griya.
"iya sore.." griya tersenyum simpul
griya melihat-lihat dagangannya dan karna dia terlalu fokus ke dagangannya griya sampai menabrak seseorang.
"maaf2 saya ga sengaja" griya meminta maaf dengan orang yang dia tabrak
"iya ga papa mb"
"griya..."
griya menoleh ke arah orang yang dia tabrak
"loh kak devan?"
"lo masih kerja disini gi?"
" eemm iya masih kak " griya sedikit canggung dengan devan karna kejadian di sekolah tadi
" lo ga usah ngerasa ga enak gitu dong gi sama gue, gue tau lo nolak gue karna lo masih menikah sama gavin kan?"
\_\_\_\_flashback on\_\_\_\_
"Gi lo mau kan jadi pacar gue dan nikah sama gue?"
__ADS_1
"gue...."
" gue ga bisa kak, maaf"
" kak devan jangan marah ya, gue ga bisa pacaran kak"
" emm iya gi gue tau pasti karna...." devan tidak melanjutkan perkataannya.
" tapi kita masih bisa temenan kan gi?"
Griya mengangguki ucapan devan.
\_\_\_\_flashback off\_\_\_\_
"lo jangan jauhin gue ya gi" ucap devan
" iya kak, gue malah lega karna kakak masih mau temenan sama gue"
" ya udah ayo duduk kak, kaka boleh pesen apa aja gue yang traktir"
" lo nyogok gue?"
"bukan gitu kak.."
"iya2 gi gue becanda, lo lucu banget kalp lagi kaya gitu" devan gemas dan menyubit lembut pipi griya
saat mereka asik mengobrol Gavin ternyata memperhatikan dari luar. ya gavin sebenarnya ingin menemui griya untuk menanyakan sesuatu tetapi ia urungkan dan malah pergi.
*******
\*Di sekolah\*
"Gi kantin yuk"
" ayo, lo mau makan apa rev?"
" kaya biasa aja deh gi"
" oke gue yang traktir " ucap griya
sesampainya di kantin griya dan revi memesan makanan.
" eh upik abu" ucap salah satu siswi, siapa lagi kalu bukan jessica
"eh lo pindah dari sini dong ini tempat gue"
" ga bisa dong kak, kan kami yang lebih dulu duduk" ucap revi
" udah rev kita pindah aja males gue kalo berusan sama penunggu kantin" ucap griya dan ucapannya menyulut emosi dari jessica n geng
" apa lo bilang? dasar cewek sok kecentilan. jadi lo berani sama gue"
"oh gue tau, lo berani karna lo lemarin fi tembak kan sma devan"
"dasar upik abu, lo tu ga pantes sama devan. ngerti!" ucap franda
" apaan si ga jelas" griya melangkahkan kakinya namun jessica menjegal kaki griya
" ehh kalian jangan ganggu griya dong" digo tiba2 datang dan membantu griya bangun
" lo ga papa kan gi?"
" iya ga papa kak, makasih"ucap griya
Dan Gavin yang melihat itu hanya diam tanpa membela griya sedikitpun.
" ya udah kak gue mau balik ke kelas "
" dah kak" revi melambaikan tangannya kepada digo dan di balas senyuman oleh digo yang membuat revi senang bukan kepalang.
"lo kenapa ga velain griya si vin, padahal tadi iti griya jatuh lo" ucap digo
"bukan urusan gue" ucap gavin
"terserah lu deh vin, tapi gue bakal lindungin mama dari calon anak2 gue" digo kembali dengan senyum menyeringai
siang itu Griya pulang di antar devan tapi hanya sampai halte dekat apartment gavin.
" makasih kak gue sampek sini aja"
" beneran ga papa sampek sini gi" devan memastikan
" iya beneran kak"
" udah gue balik ya gi, bye"
Griya berjalan untuk pulang ke partment dan setelah sampai dia sudah mendapati gavin yang duduk di sofa ruang tamu
" lo di anter devan " gavin mengagetkan griya
" iya kak, aku pulang di anyer kak devan"
" lo bisa denger kata2 gue kan gi, kalo lo masih mau ganjen dan pacaran sama cowok lain lo harus nunggu kita pisah, ngerti" gavin membentak griya
" kak gavin kenapa lagi si, aku ga pernah ganjen2 sma cowok lain apalagi sampek pacaran kak" ucap griya
" halah lo ngaku aja kalo lo suka sma devan yakan?! dasar cwek murahan"
" kak gavin jangan seenaknya ya hina2 aku kaya gitu, aku ini istri kamu kak!"
" istri? istri macam apa yang masih berhubungan sama cowok lain ha?" gavin semakin meninggikan suaranya
" kak gavin kenapa si kak marah2, dan kenapa kak gavin manggil aku dengan sebutan 'lo', padahal kak gavin sendiri kan yang nyuruh pakek 'aku kamu' tapi apa kenyataannya kakak malah balik kaya dulu dan sekarang rendahin aku kaya gini?" griya tidak bisa menahan air matanya
" lo bilang gue rendahin lo? kalo istri yamg pacaran sma cowok lain apa namnya gi kalo bukan murahan?"
" aku pacaran sama siapa kak, aku itu ga pernah pacaran sma siapa2" griya menjawab pertanyaan gavin dengan suara yang bergetar
"lo udah jadian kam sama devan? dasar jal*ng"
" stop kak, berhenti rendahin gue " griya berlari keluar partment dengan keadaan menangis .
__ADS_1
Gavin yang melihat griya lari dia mengikuti griya, karna gavin tau griya sangat ceroboh saat sendirian . gavin tetap perduli dengan griya walaupun saat ini sedang terbakar api cemburu
Gavin berhasil menyusul griya
"lo mau kemana gi, lo ga bisa seenaknya pergi gitu aja"
" buat apa aku bertahan kak, kalo orang yang aku sayang udah ga percaya sama aku" griya keceplosan dengan kata2nya
" apa lo bilang barusan gi? "
" iya aku sayang sama kakak! dan asal kak gavin tau, aku nolak kak devan karna aku sayang aku cinta sama kakak. tapi aku sekarang nyerah kak, karna kakak selalu rendahin aku kaya gini aku capek kak!"
Gavin yang mendwngar itu dia langsung memegang pundak griya dengan erat.
"jadi kamu ga jadian sama devan gi?"
" buat apa akau jawab kak, aku capek ngejelasin sama kakak. mending aku pergi sekarang kak"
Gavin langsung memeluk griya dengan erat, dan griya kembali di buat bingung oleh sikap gavin.
"please jangan pergi gi, karna aku juga cinta sama kamu gi"
Griya yang mendengar itu langsung melepas pelukannya, namun di tarik kembali oleh Gavin.
"iya gi aku sayang sama kamu, aku pikir kamu udah nerima perasaan gavin. makanya aku marah gi, aku ga suka kamu deket sama cowok lain gi"
"kak gavin..." griya mendongak ke arah gavin
" hemmm"
" ya udah ayo balik ke apartment gi, ada yang mau aku bicarain"
\*Di Apartment\*
Gavin terus memandangi wajah griya dan berhasil membuat griya salah tingkah sendiri.
"Gi aku mau tanya sama kamu"
"apa lagi kak, aku beneran ga ada apa2 sama kak devan!"
"teris waktu di toko kue?"
" oh itu aku ga sengaja ketemu kak devan larna waktu itu kak devan lagi nyari kue buat mamahnya kak. dan karna aku merasa bersalah udah nolak dia, jadi aku traktir dia, dan aku ga tau kenapa dia tiba2 nyubit aku. udah itu aja kak ga ada yang lain" jelas panjang lebar gavin
Gavin kembali memeluk griya
"syukurlah gi, aku ga kehilangan kamu"
" tapi kak, kaka kenapa ga belain aku waktu jessica jegal aku?"
" itu karna aku marah sma kamu, aku pikir kamu udah jadian sama devan"
" aku malah ngira karna kakak suka sama kal jessica makanya kakak ga belain aku"
" udah gi jangan ngomongin itu lagi, jadi kita ga bakalan pisah dan nerusin pernikahan kita kan gi?"
Griya mengangguk dengan malu2. dan gavin mencium puncuk kepala griya dengan lembut.
dan gavin mencium bibor griya dengan lembut.
"ini yang pertama" ucap griya
"apa" ucap gavin
"kiss" griya menjawab malu2
" ini yang kedua gi"
"kok bisa kak, emang kakak pernab cium siapa?" griya mengerucutkan bibir ranumnya yang membuat gavin gemas
"gi kamu tau ga, kamu pernah ngigau lo waktu tidur di kamar akau"
"ga mau tau" griya ngambek karna gavin sudah pernah berciuman.
" gi... ini yang kedua buat kita"
"kita???"
"iya! waktu kamu ngigau kamu nyium bibir aku gi. kamu ga inget?"
" kakak pasti bohong kan"
" aku serius gi" tegas gavin meyakinkan griya
" ih kak gavin kenapa baru bilang, kan aku malu" griya menutup wajahnya dengan kedua tangnnya
"udah jangan malu.. kita kan udah suami istri gi"
"emm iya kak " griya dan gavin masih berpelukan.
" oh iya gi kamu gangi baju gih, dandan yang cantik"
" emang kita mau kemana kak"
" udah nanti kamu juga bakalan tau"
griya pun menuruti perkataan gavin.
.
.
.bersambung
.maaf karna banyak typo ya para readers😅
.like
.coment
.vote
__ADS_1
.and favorite