Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat
Pelakor Datang Ke Kamtor


__ADS_3

Rasya membawa Putri masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo, Yang, sudah malam aku antar kamu pulang."


Dengan wajah  yang masam Sherly masuk ke dalam mobil, sambil melirik ke arah Puri yang bersandar pada jok mobil.


Rasya membawa mobilnya keluar dari area aula. Karena hari sudah larut malam dan mereka semua sudah lelah, tak ada satupun yang membuka suaranya di perjalanan. Sementara Sherly sibuk mengirim pesan kepada kedua orang tuanya.


Mobil Rasya pun tiba di rumah Sherly.Tiba di rumah ternyata ayah Sherly sudah menunggu di depan rumah.


"Masuk dulu Yang.Ada Papi ku tuh."


Karena tak enak hati dengan orang tua Sherly yang sudah menunggunya. Rasya pun masuk ke dalam rumah tersebut.


"Pur, aku masuk dulu ya sebentar."


"Iya Kak," jawab Puri  lirih.


Sebenarnya berat hati Rasya meninggalkan Puri yang sedang sakit di dalam mobil.


"Silahkan masuk Nak Rasya," ucap Pak Malik ayahanda Sherly.


Rasya pun masuk ke dalam rumah dan duduk bersama dengan kedua orang tua Sherly.


Mereka berbasa-basi sebentar, sebelum Papi nya Sherly mengungkapkan sesuatu.


"Begini Nak Rasya, saya melihat hubungan antara nak Rasya dan Sherly tidak ada kepastian sama sekali. Sebagai orang tua, saya khawatirkan jika anak saya hanya dipermainkan."


Rasya kaget mendengar penuturan dari Pak Malik tersebut.


"Maksud Bapak bagaimana?" tanya Rasya kaget.


"Maksud saya, Nak Rasya harus bisa memberikan kepastian tentang hubungan Nak Rasya dan Sherly. Jika memang Nak Rasya mencintai anak saya, saya minta secepatnya Nak Rasya melamar anak saya. Jika tidak, silahkan tinggalkan Sherly, karena saya tak ingin Sherly di permainkan. Saya beri waktu bagi Nak Rasya untuk membawa kedua orang tua Nak Rasya untuk melamar putri saya," ucap pak Malik dengan tegas.


Rasya kaget mendengar ucapan dari Pak Malik. Beberapa saat dia tertegun.


"Bagaimana Nak Rasya? Saya butuh kepastian kamu sekarang juga."


Rasya tersentak kaget.


"Iya Pak, insyaallah malam minggu nanti saya akan bawa orang tua saya untuk melamar Sherly."


"'Baiklah kalau begitu. Kami tunggu."


Setelah berbicara pada orang tua Sherly, Rasya kembali ke mobil. Dilihatnya puri yang tertidur di jok belakang mobilnya.


Kemudian Rasya memutar mobil keluar dari halaman rumah itu.


Sepanjang perjalanan Rasya memikirkan cara bagaimana agar dia bisa memberi penjelasan kepada kedua orang tuanya.


Mereka pun tiba di rumah. Ternyata Bu Mita dan pak Wilmar menunggu kedatangan mereka.


Rasya membuka pintu mobil bagian belakang." Puri bangun Pur, kita sudah sampai."

__ADS_1


Rasya mengangkat tubuh Puri karena kaki Puri yang keseleo.


"Loh Rasya, puri kenapa?" tanya Bu Mita dengan panik.


"Puri keseleo mommy."


Rasya mengangkat tubuh Puri sambil menaiki tangga dan membawanya ke kamar.


Bu Mita ikut masuk ke dalam kamar mereka. Setelah di baringkan kaki Puri di pijat oleh Bu Mita.


"Kamu kenapa bisa seperti ini sih Pur? Pasti Rasya gak jagain kamu ya, dia pasti sibuk dengan teman-temannya."


"Gak kok mommy Puri tersandung. Karena ngantuk," ucap Putri sambil meringis


"Kalau ngantuk, kenapa gak pulang saja? Untung cuma keseleo."


Puri menguap beberapa kali karena tak bisa menahan perasaan ngantuknya 


"Ya sudah, besok kalau belum sembuh mommy bawa ke tukang urut langganan mommy. Sekarang kamu tidur saja ya," ucap Bu Mita sambil membantu merebahkan tubuh Puri.


Rasya melihat Bu Mita yang begitu perhatian terhadap Putri.


"Duh mommy sayang banget sama Puri.Aku rasa mommy pasti tak akan setuju jika aku menceraikan Puri."


"Kalau begitu mommy keluar dulu ya Pur, silahkan beristirahat."


"Rasya Kamu jagain Puri ya."


Bu Mita  keluar dari kamar Puri. Setelah memastikan bu Mita turun. Rasya juga ikut keluar dari kamar Puri dan kembali ke kamar nya.


***


Rasya kini berada di ruangan kerja tengah memeriksa dokumen yang diberikan oleh sang sekretaris. Rasya  memeriksa dokumen itu dengan teliti. Namun, suara dering telepon seketika membuat konsentrasinya terganggu.


"Halo Sayang kamu di mana?" tanya Sherly di sambungan teleponnya.


"Aku di kantor."


"Kamu di kantor?  aku boleh dong ke kantor kamu, Aku pengen lihat kantor kamu Sayang. Boleh ya? "


"Iya boleh, tapi aku nggak bisa jemput kamu ya, karena ada beberapa laporan yang harus aku periksa."


"Ya Sayang, nggak apa-apa aku bisa pergi naik taksi kok."


"Ya sudah kalau begitu aku tunggu kamu, kita bisa makan siang bersama kalau begitu."


"Oke Sayang. Aku siap-siap dulu ya."


***


Satu jam kemudian Sherly tiba di perusahaan M&W Corporation.


Setelah bertanya pada security ,Sherly sudah  tahu harus kemana dia melangkah.

__ADS_1


Ruang Direktur Utama ada di lantai 3. Setelah keluar dari lift, Sherly menghampiri meja sekretaris.


"Maaf mbak ruangan Rasya di mana ya?"


"Maksudnya pak Rasya, Direktur Utama?" wanita cantik itu bertanya lagi.


"Ya maksudnya Rasya, direktur Utama di perusahaan ini."


"Oh silahkan, Pak Rasya ada di dalam." Sekretaris itu menunjuk pintu yang ada di sampingnya.


"Kalau begitu terima kasih ya Mbak."


Dengan perasaan yang bangga, Sherly masuk ke dalam ruangan Rasya.


Sesuatu yang menjadi impiannya sejak lama, yaitu memiliki suami yang kaya raya sepertinya bisa terwujud sebentar lagi. Apalagi Rasya adalah pewaris tunggal dari kedua orang tuanya, tentu saja jika dia  bisa menikah dengan Rasya hidupnya akan senang dan bahagia.


Sherly membuka pintu.


"Eh kamu sudah sampai Sayang, Kenapa tidak menelponku?" tanya Rasya.


"Aku hanya ingin memberi kejutan kepada kamu kok Sayang. "


"Wah kantor kamu bagus juga ya? Setelah aku tamat kuliah boleh dong aku melamar kerja di sini."


"Haha bukannya Sebentar lagi kita akan menikah, kalau kita menikah kamu nggak perlu kerja lah," sahut Rasya


"Oh iya kamu benar juga Sayang, aku sampai lupa. Ngomong-ngomong kamu sudah beritahu orang tua kamu."


"Belum, rencananya sore ini."


"Iya jangan lama-lama sayang, karena waktu yang diberikan oleh papi tinggal beberapa hari lagi. Jika kamu nggak ngelamar aku, papi akan menerima lamaran seorang anak pengusaha juga."


Sherly menghampiri Rasya kemudian duduk di pangkuan Rasya.


Sherly merangkul kemudian memintal dasi Rasya.


"Sayang, kalau orang tua kamu gak merestui hubungan kita bagaimana?"


Rasya terdiam sejenak dengan wajah yang tertunduk.


"Kok kamu diam sih? Apa kamu akan perjuangkan cinta kita?" tanya Sherly


Bruk … tiba-tiba pintu terbuka.


Seketika Sherly dan Rasya menoleh ke arah pintu.


"Astaghfirullah, Rasya! Apa yang kamu lakukan?" tanya Bu Mita dengan bola mata yang membelalak.


Melihat kedatangan bu Mita  Sherly langsung turun dari pangkuan Rasya.


Bu Mita melirik ke arah Sherly dengan tatapan sinis.


"Sudah berani bawa pelakor kamu di sini?!" Bentak Bu Mita 

__ADS_1


"Pelakor?" gumam Sherly sambil menoleh ke arah Rasya.


__ADS_2