Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat
Terpaksa Menikah


__ADS_3

Pak Joko dan Bu Rosa berada di dalam mobilnya.


Telepon Pak Joko berbunyi.


"Mami Ayo angkat telepon siapa tahu dari Pak RT,"kata Pak Joko.


Bu Rosa menarik handphone Pak Joko kemudian menatap layar teleponnya.


"Iya bener Papi, dari Pak RT. Wah itu pasti rencana kita berhasil."


Pak Joko mengangkat telepon tersebut.


"Halo Pak RT ada apa?"


"Halo Pak Joko, ada kabar yang tidak mengenak kan yang harus kami sampaikan kepada anda."


"Kabar Apa itu Pak Pak RT?"tanya Pak Joko sambil mengedipkan mata ke arah bu Rosa.


''Begini Pak Joko. Tadi Inem mendatangi rumah saya, dia bilang ada seorang laki-laki masuk ke kamar Sherly. Kami semua pun diam-diam mengintai. Dan ternyata benar, anak Anda dan pria itu melakukan perbuatan mesum."


"Hah perbuatan mesum?!" Tanya Pak Joko pura-pura kaget.


"Iya benar Pak Joko. Kami para warga tidak terima lingkungan dikotori dengan perbuatan mereka berdua."


"Iya Pak RT Saya juga tidak setuju, saya harus meminta pertanggung jawaban laki-laki itu. Tolong Pak RT kumpulkan warga dan paksa laki-laki itu untuk menikahi Sherly. Saya tidak mau anak gadis saya di rusak oleh laki-laki itu tanpa bertanggungjawab." Pak Joko sangat pintar berakting dia seolah marah atas kejadian yang merupakan bagian dari skenarionya sendiri.


"Baiklah jika memang permintaan anda seperti itu."


"Iya Pak tolong langsung nikahkan saja mereka. Jangan ditunda-tunda lagi Pak. Saya takut pria itu kabur kalau kita melepaskannya." Pak Joko semakin bersemangat.


"Iya Pak rencana saya juga begitu. Jadi untuk sementara kami berdua tahan mereka sampai pak Joko dan Bu Rosa pulang."


"Ya Pak Tolong panggilkan, pak Ilham sebagai penghulu untuk pernikahan mereka."


"Baiklah Pak kami sudah mengkonfirmasi ke bapak dan bapak setuju kami akan menyiapkannya segera persiapan akad nikah, Saya harap anda segera pulang."


"Iya Pak Saya sudah membatalkan kepergian saya ke luar kota saya akan segera pulang."


"Oke Pak hati-hati di jalan Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Bu Rosa dan Pak Joko saling melempar senyum .


"Bagaimana Papi? Apa jebakan kita berhasil?"


"Berhasil dong Mami. Pak RT dan warga akan  memaksa Rasya untuk menikahi Sherly. Papi melarang mereka melepaskan Rasya sebelum Rasya menikahi Sherly."


"Haha Mantap Papi. Ternyata tidak susah juga. Coba dari dulu kita gunakan cara ini." Bu Rosa mengacungkan jempolnya ke arah suaminya.


"Ayo Mami Kita pulang dan kita sambut menantu kita," ucap Pak Joko sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya Papi akhirnya Mami jadi punya menantu seorang presiden direktur seorang pewaris perusahaan besar. Mami sudah tidak sabar untuk memberitahu teman-teman mami. Mami juga tidak sabar untuk memakai cincin berlian, hihi aduh sebentar lagi hidup kita pasti bakalan senang Papi."


"Iya mami setelah mereka menikah papi akan buang mobil buntut ini. Dan meminta menantu kita itu untuk membelikan nya yang baru,," sahut Pak Joko.


"Iya Papi,kita minta supaya rumah kita juga direnovasi. Mami mau bikin dapur yang besar dengan lantai marmer. Jadi waktu arisan teman-teman Mami nggak rempong lagi katanya rumah kita sempit. Haha."


"Jadi papi nggak usah kerja keras lagi dong. Setiap bulan tinggal meminta jatah bulanan dari menantu. Kita jadi bisa bulan madu lagi Mami."


'Iya aduh senangnya Papi.Ayo cepat-cepat kita pulang Papi. Mami sudah tak sabar menyaksikan pernikahan mereka."


"Sabar dong Mami. Kalau kita sampainya terlalu cepat, nanti mereka curiga kalau kita tidak keluar kota."


"Iya benar juga ya Papi. Tapi Mami itu udah nggak sabar banget."


"Sabar Mami orang sabar disayang Tuhan."


🌹🌹🌹


Sherly dan Bram kini dikerumuni warga untuk di sidang.


"Sherly! Kamu ngapain bawa laki-laki sampai ke kamar kamu, pakai peluk-pelukan lagi terus lampunya remang-remang. Kamu mau bikin kampung kita ini kotor?!" Tanya salah satu warga.


"Enggak kok pak, saya nggak tahu juga kenapa dia tiba-tiba datang."


"Nggak tahu, tapi kamu berpelukan dengan laki-laki ini."


"Saya nggak bermaksud memeluk dia  Itu nggak sengaja saja," dengus Bram.


Bram khawatir jika dirinya disuruh menikahi Sherly, karena dia tidak akan sanggup menanggung beban hidup yang akan dia pikulnya setelah menjadi suami Sherly.


Bram menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Meski dijelaskan beberapa kali warga tetap ngotot. Mereka tetap saja kukuh dengan pendapat mereka.


"Jadi bagaimana ini pak RT, apa Pak RT sudah telepon Pak Joko?" tanya salah Seorang warga.


"Sudah Pak, kata Pak Joko nikahin saja mereka berdua, Pak Joko juga meminta agar pria itu menikahi Selly saat ini juga dan tidak membiarkannya kabur sebelum bertanggung jawab," sahut Pak RT.


'Hah Menikah? Aduh papi main langsung nyuruh nikah saja, dia tidak tahu kalau yang datang itu Bram bukan Rasya,' batin Sherly. Ingin rasanya dia menangis.


"Hah, menikah Pak. Tapi saya tidak cinta sama Sherly Pak!" Tolak Bram.


"Saya tidak peduli cinta atau tidak cinta, yang jelas kalian sudah melakukan perbuatan yang tercela. Daripada kampung ini ikut sial, sebaiknya kamu nikahi Sherly jika tidak kamu tidak bisa pulang dan akan kami arak keliling kampung kami bikin malu kamu dan akan saya laporkan ke polisi!" ancam pak RT.


Setelah perdebatan yang cukup alot akhirnya Bram terpaksa menerima hukuman tersebut.


"Ayo, sambil menunggu Pak Joko dan Bu Rosa datang kamu siapkan mahar kamu untuk menikahi Sherly!"tegas seorang warga 


"Apa? Kenapa gue harus nikahi Bram sih?"


Bram kembali menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Ayo Kamu ada barang apa yang berharga yang bisa kamu jadikan mahar."

__ADS_1


Bram raba-raba saku celananya.


"Aduh saya lupa bawa dompet Pak. Lagi pula kalau ada dompetnya juga paling cuma ada pecahan ratusan ribu berapa lembar," jawab Bram santai.


"Berapa uang yang kamu punya saat ini? Mungkin saja itu bisa jadi mahar untuk Sherly."


Bram merogoh saku celananya kemudian ia mengeluarkan selembar uang pecahan rp10.000 selembar pecahan rp5.000 selembar dan sisanya uang koin sekitar 4 sampai 5 buah, itu pun uang kembalian dari pecahan rp50.000 yang ia belikan  sebungkus rokok.


"Cuma rp19.000 Pak apa cukup?" tanya Bram dengan polosnya.


Sherly membelalakkan bola matanya.


'Anjir Bram, mana mahar gue cuman rp19.000.' 


"Bagaimana Pak RT, apa bisa kita nikahkan dengan mahar 19.000 itu."


"Sebenarnya mahar tidak jadi masalah yang penting sahnya."


'Anjir, murah banget mahar gue,' keluh Sherly.


"Baiklah, Pak Ilham sudah datang, kita tunggu saja Pak Joko yang akan menjadi wali nikah mereka berdua."


Sreett.


Mobil Pak Joko berhenti di depan rumah Pak RT. Dengan semangat 45 Pak Joko dan bu Rosa  turun dari mobil.


Beliau dihampiri oleh beberapa warga.


Para warga menjelaskan secara singkat tentang penggerebekan tersebut.


"Iya Pak pokoknya nikahkan saja mereka! Saya tidak mau keluarga saya malu," ucap Pak Joko menanggapi keluhan Seorang warga yang mengadu kepadanya.


"Ya Pak silahkan masuk. Pak Ilham juga sudah datang untuk menjadi penghulu. Kami juga sudah menyiapkan dua orang saksi hanya tinggal menunggu Anda untuk menikahkan mereka."


"Baik Pak saya siap!"dengan semangat yang menggebu, Pak Joko masuk, dia sudah siap-siap untuk menjadi wali nikah dari putrinya.


Sherly dan juga Bram masih dalam kerumunan warga.


"Nah tuh pak Joko sudah datang wali nikahnya. Ayo Pak Ilham kita siap-siap saja ya. Pak Nasir dan Pak Aji  anda sebagai saksi ya," ucap pak RT.


"Siap Pak."


Pak RT menuntun Pak Joko. Pak Joko heran melihat ketidakhadiran Rasya di sana.


'Loh di mana Rasya?' batin Pak Joko.


"Ayo Pak silahkan duduk pak,  mempelai pria, kedua saksi dan juga penghulu sudah siap," ujar Pak RT.


"Loh di mana mempelai prianya?" tanya Pak Joko keheranan.


"Ini dia Pak calon mempelai prianya," sahut Pak Nasir sambil menepuk pundak Bram.

__ADS_1


"Hah? Kenapa Bram yang jadi mempelai prianya?" Tanya Pak Joko dengan syok.


 


__ADS_2