
"Halo Sayang, bagaimana dengan keadaan kamu sudah baikan?" tanya Sherly sambil mendaratkan bokongnya di atas kursi.
"Kamu nggak lihat apa Aku lemes seperti ini."
"Aduh Sayang, kamu tuh semangat sedikit dong, sebentar pernikahan kita. Mana Aku belum fitting baju lagi."
"Kamu mau ke sini mau menjenguk aku, atau mengeluarkan unek-unek kamu?" tanya Rasya kesal.
"Ya mau jenguk Kamu lah Yang. Pokoknya kamu harus cepat sembuh. Aku nggak mau lah saat kita menikah kamu mau sakit terus pernikahan kita diundur."
Rasya menatap Sherly kemudian membuang mukanya kembali.
"Ya sudah kalau begitu kamu tinggalin aku saja. Aku ingin sendiri. Nanti aku transfer uang saja sama kamu," ucap Rasya.
"Nah gitu dong Yang, jadikan urusannya cepat beres. Kalau udah ada uang sih semuanya gampang. Kamu tahu kan segala sesuatu butuh uang. Mengurus surat-surat pernikahan kita juga butuh uang."
"Berapa yang kamu butuhkan?"
"Untuk mengurus surat-menyurat sekitar 5 juta."
"Hah 5 juta?"tanya Rasya sambil mendelik
"Iya, 5 juta Yang."
Rasya kembali membuang wajahnya.
"Kamu kok gitu sih Yang. Biasa sajalah, 5 juta kan nggak banyak bagi kamu."
"Sepertinya kamu tuh makin hari makin pelit deh."
"Aku bukannya pelit Sher. Tapi kamu tuh nggak bisa lihat keadaan. Aku sedang sakit, bukannya merawat atau mengurus aku, kamu justru menanyakan uang, uang dan uang. Kamu bahkan nggak peduli sama sekali sama aku," ucap Rasya.
"Bukan begitu Yang. Tapi masalah pernikahan kita juga penting. Pernikahan itu terjadi hanya sekali dalam seumur hidup dan aku mau yang sesuatu yang istimewa di pernikahan kita nanti."
Rasya meraih handphonenya dengan tangan yang gemetar.
Kemudian ia mengkutak-atik handphonenya.
"Sudah aku transfer ya," ucap Rasya.
Sherly mengecek m bankingnya.
"Ehm terima kasih sayang cup. " Sherly mencium pipi Rasya.
Baru saja selesai mentransfer uang ke rekening Sherly. Layar handphone Rasya kembali berbunyi.
"Halo mommy."
"Rasya! Kamu yang menghamili Puri kan?!"
__ADS_1
"Pur… Puri hamil?" Rasya nggak nyangka jika rahasia itu bisa terbongkar secepat itu.
"Iya! Atau kamu masih mengelak?! Mommy gak mau tahu kamu harus bertanggung jawab pada Puri. Kamu batalkan pernikahan kamu dengan Sherly!"
Sherly membelalakkan bola matanya.
'Hah! Puri hamil? Dan nyokap Rasya akan membatalkan pernikahan kami?'
Rasya terdiam beberapa saat.
Bu Mita sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia pun memutuskan sambungan teleponnya.
***
Setelah menghubungi Rasya. Bu Mita menghampiri Puri.
Saat itu Puri tengah berpelukan dengan Lisa.
"Puri," tangis Bu Mita.
Puri menatap bu Mita dengan tatapan berembun.
"Puri, maafkan mommy. Kalau mommy tahu kamu hamil, mommy gak akan menyetujui pernikahan Sherly dan Rasya.
Puri bergeming terus terang dia kecewa. Masa depan kini hancur karena pernikahan singkat itu.
Puri menatap bu Mita dengan tatapan berpendar.
Ingin sekali Puri berkata tidak. Dia sejujurnya tak ingin kembali ke rumah itu lagi. Tapi dia juga tak tahu harus bagaimana.
Puri yang minim pengalaman masih belum bisa memikirkan keputusan yang tepat untuk dirinya dan janin yang kini tumbuh di rahimnya.
Bu Mita memeluk Puri agar gadis itu tak menatapnya dengan tatapan tajam. Sepertinya bu Mita paham akan kemarahan Puri.
"Ayo nak kita pulang." Bu Mita menarik tangan Puri, kemudian menopang tubuhnya agar Puri bisa berjalan.
Lisa, Keenan dan yang lainnya hanya bisa menatap iba ke arah Puri setelah mereka mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada Puri.
Kecuali para siswi yang merasa iri pada Puri. Mereka senang karena bisa mempermalukan Puri dan membuka aibnya.
Puri masuk kedalam mobil, di dalam mobil bu Mita terus meminta maaf dan membujuk Puri. Puri yang masih syok itu hanya diam sambil meneteskan air matanya.
Di dalam mobil Bu Mita menghubungi pak Wilmar suaminya. Mereka pun sepakat membicarakan masalah ini secara kekeluargaan.
***
"Apa? Puri hamil? Memangnya kamu yang telah menghamilinya?" tanya Sherly sambil berkacak pinggang.
Rasya menoleh ke arah Sherly.
__ADS_1
"Pokoknya aku nggak mau pernikahan kita batal. Kalian kan sudah bercerai, Jadi untuk apa lagi kamu nikahin dia. Kamu cukup bertanggung jawab dengan merawat anaknya. Memberikannya uang dan memintanya pergi dari hidup kamu," ucap Sherly.
Rasya hanya diam saja, dia sendiri masih bimbang untuk memilih.
Sherly terus cuap-cuap, membujuk Rasya agar tak menikahi Puri kembali.
"Ayolah Rasya, aku cinta sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu. Kita harus tetap menikah." Sherly terus membujuk Rasya karena melihat keraguan pada Rasya.
Sherly berbaring di samping Rasya dan memeluknya.
"Rasya, kamu tahukan jika Mami dan papi aku tahu, mommy kamu membatalkan pernikahan kita, bisa-bisa ayah ku marah dan menjodohkan aku dengan orang lain. Kamu ngak mau kan Rasya, aku jadi milik orang lain. Aku cuma mau jadi milik kamu Rasya," Sherly semakin erat memeluk Rasya.
Bruk …
Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka.
Bu Mita seketika membelalakkan bola matanya melihat Sherly yang tidur di samping Rasya dan memeluknya.
Begitupun Rasya dan Sherly yang ikut kaget dengan kedatangan Bu mita yang tiba-tiba.
"Apa yang kalian lakukan?!"tanya bu Mita.
Sherly buru-buru bangkit dan merapikan pakaiannya.
Bu Mita menatap tajam ke arah Sherly.
"Sherly apa yang kamu lakukan, kenapa kamu berbaring di samping Rasya? Bukannya kalian belum menikah?!" tanya bu Mita dengan emosi tinggi.
Sherly bergeming dia tak tahu harus menjawab apa.
Bu Mita mendekat ke arah Sherly.
"Dengar ya Sherly. Pernikahan kamu dan Rasya batal! Rasya akan saya nikahkan kembali dengan Puri! Jadi Jangan pernah ganggu Rasya lagi!"
"Hah gak bisa gitu dong Tante! Aku dan Rasya saling mencintai. Lagi pula pernikahan kami sudah di urus di KUA. Jadi ngak mungkin di batalkan."
"Aneh ya kamu Sherly," tunjuk bu Mita ke wajah Sherly." Sudah tahu Rasya itu menghamili wanita lain, tapi kamu masih ngotot menikah dengan Rasya atas nama cinta lagi," tambahnya.
Sherly seolah cuek menanggapi omelan bu Mita.
"Bener bener kamu ya. Harusnya kamu mikir dong Sherly, bagaimana perasaan Puri! Kita kan sama-sama perempuan. Lagi pula kamu bisa dapat laki-laki lain," ucap bu Mita emosi.
Sherly terdiam, kemudian dia keluar dari ruangan tersebut.
Bu Mita menoleh ke arah Rasya.
"Rasya! Kamu akan di rawat di rumah saja. Malam ini juga kamu harus menikahi Puri kembali!"
Rasya bergeming,terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
Bersambung gengs.