
Setelah mendapatkan pertolongan pertama di ruang UGD, Puri langsung dibawa ke ruang perawatan. Di sana barulah Puri sadar dari pingsannya.
Saat membuka matanya Puri melihat suami dan kedua mertuanya yang terlihat cemas.
'Puri, Alhamdulillah kamu sudah sadar Nak." Bu Mita menatap Puri dengan tatapan berembun.
"Iya mommy. Mommy perut Puri perih sekali." Puri menyentuh bagian ulu hatinya.
"Iya Sayang pasti itu karena asam lambung kamu naik.Ya Allah, siapa yang tega jahil sama kamu Puri, untung kondisi janin kamu baik-baik saja."
"Gak tau mommy. Puri merasa gak punya musuh kok," jawab Puri lirih.
"Iya Nak, Mommy juga yakin kamu nggak punya musuh. Tapi memang selalu ada saja orang yang merasa iri dan dengki terhadap kita."
"Kamu tenang saja ya Nak, besok mommy akan lapor ke pihak sekolah. Teman kamu itu harus diberi pelajaran. Mommy gak bisa bayangin jika kamu gak ditemukan sampai malam. Ya Allah ngeri banget, mana lagi hamil," tutur bu Mita sedih.
"Iya Ma, bener-bener keterlaluan. Bahkan handphone Puri dan tasnya gak tahu kemana," sahut Rasya sambil mengusap kepala Puri.
Puri yang masih lemah hanya bisa tersenyum getir.
"Sayang kamu makan dulu ya katanya lapar," ucap Rasya sambil menyuapi bubur hangat.
Ehm, Puri hanya makan sedikit saja. Setelah minum susu dan Vitamin dia kembali tidur.
Puri membuka matanya dan melirik ke arah jam dinding. Dilihatnya di sampingnya Rasya tertidur di sampingnya.
Ada juga bu Mita dan pak Wilmar yang juga ikut menginap di ruangan itu.
Perut puri terasa perih kembali tiba-tiba dia merasa lapar lagi.
Dia bergerak bermaksud untuk menjangkau makanan yang ada di atas nakasnya.
Tapi pergerakan itu membangunkan Rasya.
"Puri kamu mau ngapain?" tanya Rasya yang baru tersadar dari tidurnya.
"Puri lapar Kak, mau cari makanan."
Rasya bangkit dan melihat makanan di atas nakas.
Hanya ada buah-buahan.
"Makan buah mau Pur?"
"Gak lah kak, makan buah bikin pedih."
"Ehm, terus kamu mau makan apa Pur?"
"Mau makan nasi goreng saja Kak. Puri tadi mimpi makan nasi goreng. Trus lapar."
Rasya melirik ke arah jam dinding dan waktu menunjukkan jam 2 pagi.
"Iya deh, kalau begitu kakak cari nasi goreng dulu ya."
Rasya bangkit dari tempat tidurnya kemudian mencuci wajahnya.
"Mau nasi goreng apa Pur? Pedas atau nggak?"
__ADS_1
"Nasi goreng seafood,yang pedas ya kak." Puri menelan ludahnya terbayang makan nasi goreng seafood seperti yang ada di dalam mimpinya.
"Hm iya deh."
Rasya keluar dari kamar dengan hati-hati kemudian menuju kantin.
Di kantin rumah sakit memang ada menjual nasi goreng tapi bukan nasi goreng seafood hanya nasi goreng ayam dan telur.
Aduh nggak ada jualan nasi goreng seafood. Kemudian Rasya menuju parkiran mobilnya. Dia mencari-cari penjual nasi goreng di Jalan maupun rumah makan yang masih buka, tapi tak ada satupun yang menjual nasi goreng seafood karena hari sudah menunjukkan pukul 03.00.
Karena itulah dia memutuskan untuk pulang ke rumah dan membuat sendiri nasi goreng.
Rasya membuka tutorial cara membuat nasi goreng di salah satu channel. Untung saja semua bahan lengkap tersedia di dapurnya.
Salah seorang asisten rumah tangga terbangun karena mencium aroma harum dari nasi goreng. Di ikuti dia orang asisten lainnya.
Mereka keluar dan saling menatap heran karena para asisten di bagian masak sudah berkumpul di titik itu.
"Siapa yang mau masak di dapur?"
Kedua asisten yang lainnya mengangkat bahu pertanda tidak tahu.
Mereka pun menghampiri dapur dan kaget karena melihat Rasya yang sedang berjibaku dengan wajan dan spatula di dapur.
"Massa Allah, seumur hidup simbok gak pernah lihat den Rasya masak. Kok ya tumben masak sendiri di dapur," ucap si mbok pada asisten lainnya.
"Hooh ya mbok, biasanya ke dapur saja setahun sekali," sahut asisten yang lain.
"Mungkin untuk istrinya kali mbok."
'Kalau gak, ngapain juga den Rasya masak jam 03.00 Subuh begini."
"Alhamdulillah ya sekarang dirasa makin sayang sama non Puri."
"Iyalah mbok, Memangnya non Puri kurang apa sih."
Setelah mengetahui siapa yang memasak di dapur mereka kembali ke kamar masing-masing.
***
Puri kembali membuka matanya,sudah satu jam lebih Rasya pergi dan belum juga kembali.
Kruk kruk perut Puri kembali berbunyi. Belakangan tubuhnya sering kebakaran jika sedang merasakan lapar.
Tak lama pintu kamar dibuka oleh seseorang.
Melihat kedatangan Rasya, Puri segera bangkit dan bersandar pada sandaran tempat tidur.
"Kok lama sekali Kak? Dari tadi Aku nunggunya."
"Iya tadi kak Rasya pulang ke rumah, terus bikinin kamu nasi goreng."
"Hah Kak Rasya bikin sendiri?"
"Iya, cobain deh."
Rasya membuka tutup makan. Seketika aroma harum menyeruak di Indra penciuman Puri.
__ADS_1
"Ih wangi banget. Pasti enak."
"Iya kamu makan ya, kak Rasya sudah usahakan bikin nasi goreng yang paling lezat loh."
Rasya menyuapkan nasi goreng ke mulut Puri.
"Kak Rasya juga makan ya." Puri juga menyuapinya. Mereka pun berganti suap menyuap.
Setelah makan yang banyak keringat keluar dari wajah Puri. Tubuhnya pun terasa lebih segar.
Selesai makan Rasya mengambil tisu kemudian membersihkan keringat dan bagian mulut Puri.
Keduanya pun saling melempar senyum bahagia.
Bu Mita tanpa sengaja melihat ke arah mereka berdua.
"Wah, bahagianya mereka berdua. Semoga tak ada lagi yang menjadi pengganggu dalam rumah tangga mereka."
***
Xena, Aura dan Gisel tiba di sekolah lebih awal, mereka ingin melihat apakah Puri sudah ditemukan atau masih terkunci di toilet.
"Semoga saja Puri masih terkunci ya, pasti asik banget semalaman berada di jalan toilet sekolah yang sepi dan angker."
Haha ketiga siswi itu menghampiri toilet tapi Mereka melihat pintu toilet sudah terbuka.
"Wah wah berarti sudah ada yang menemukan Puri Nih. Ayo kita keluar dari sini! Nanti ada yang curiga."
Mereka pun kembali ke kelas mereka, sambil mencari-cari keberadaan Puri.
Treett..
Bel berbunyi pertanda jam pelajaran segera dimulai.
Xena, Aura dan Gisel pun kembali ke kelas mereka sambil bercanda-canda dengan yang lainnya.
Sekitar setengah jam kemudian terdengar suara pengumuman yang terdengar di semua speaker.
"Xena, Gisel dan Aura, kalian bertiga diminta untuk datang ke ruangan kepala sekolah."
Deg deg deg.
Mendengar pengumuman tersebut seketika wajah mereka jadi pucat.
Ketiganya menemui kepala sekolah.
Sepanjang jalan mereka menerka-nerka Kenapa mereka bisa dipanggil, dan apa yang akan mereka terima jika kepala sekolah mengetahui jika merekalah yang mengunci Puri di dalam toilet.
Sesampainya di ruang kepala sekolah ketiga para siswa itu berbaris.
Ternyata tak hanya kepala sekolah ada juga beberapa orang guru yang membantu menemukan Puri kemarin.
Kalian tahu kenapa Saya memanggil kalian ke ruangan saya?"tanya bu kepala sekolah.
Ketiganya menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu.
"Xena Aura Gisel sini!" Pak Waka Kesiswaan memanggil mereka.
__ADS_1
"Lihat Ternyata kalian yang mengurung Puri di dalam toilet," ucap Pak Waka sambil melihatkan rekaman CCTV.
"Mati kita ketahuan," bisik Xena pafa Aura yang ada di sampingnya.