Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat
Penyelesaian masalah


__ADS_3

Xena, Aura dan Gisel tertunduk ketika mengetahui mereka ketahuan telah mengurung Puri di toilet. 


"Kalian tahu perbuatan kalian itu hampir mencelakai teman kalian. Saat ini Puri sedang di rawat di rumah sakit," tutur bu kepala sekolah.


"Permisi Pak," ucap bu Mita ketika baru saja tiba di kantor kepala sekolah.


"Silahkan Ibu," ucap  kepala sekolah.


"Oh jadi ini tiga orang yang mengerjai Puri?" tanya bu Mita.


"Benar Bu mereka sengaja mengunci Puri di kamar mandi."


Bu Mita melihat ketiga gadis itu tanpa berkedip.


"Kalian itu cantik-cantik ya tapi nggak punya hati. Kalian juga perempuan kan? Kenapa harus menyakiti perempuan lainnya. Memangnya Apa kesalahan Puri sampai kalian menguncinya di dalam toilet sekolah."


Ketiga gadis itu tertunduk dan bergeming.


"Saya bisa melaporkan kalian ke polisi, karena kalian hampir mencelakai menantu saya. Saya bisa membayar pengacara terbaik untuk menuntut keluarga kalian. Tapi saya masih punya hati. Saya menyayangkan masa depan kalian jika harus berurusan dengan polisi dan nama baik keluarga kalian sendiri."


Ketiga gadis itu menunjukkan wajahnya.


"Dengar itu Xena, Gisel dan Aura. Kalian sudah berbuat jahat, tapi Bu Mita masih memikirkan nama baik dan masa depan kalian. Apa kalian tidak malu dengan perbuatan kalian ini."


"Sekarang saya tanya, Apa kesalahan Puri sehingga kalian menguncinya di kamar mandi hingga membuatnya dehidrasi. Padahal saya tahu sendiri jika Puri tidak pernah mengganggu anak manapun. Dia seorang siswi yang cerdas dan berprestasi."


'Apa karena kalian iri terhadap Puri karena itulah kalian menguncinya?" Tanya kepala sekolah.


Ketiga Gadis itu tertunduk mereka sengaja di sidang di ruang guru dan disaksikan beberapa orang guru.


"Sekarang jika Puri tidak bersalah, tapi kalian menguncinya di kamar mandi. Lalu apa hukumnya sekalian yang sudah menguncinya di toilet sekolah? Apa Kalian harus dikurung di dalam toilet juga untuk memberikan efek jera?" tanya kepala sekolah.


"Mau saya kunci kalian bertiga di toilet dalam keadaan gelap, sendirian?" tanya kepala sekolah.


Ketiga gadis itu kembali tertunduk.


"Tidak mau kan? Kalau begitu kalian bertiga di skors dari sekolah dan bawa orang tua kalian besok karena saya ingin bicara dengan orang tua kalian."


Xena, Gisel dan Aura tersenyum bagi mereka hukuman mereka itu terasa ringan.


"Dan sebagai hukuman kalian bertiga dan akan menjadi pelajaran bagi semua murid-murid yang ada di sekolah ini, kalian bertiga harus membuat pernyataan perminta maaf dan mengakui kesalahan kalian di hadapan semua murid-murid di sekolah ini!"


Xena, Gisel dan Aura kaget, mereka pun saling melemparkan pandangan. Mereka keberatan dengan hukuman tersebut.


"Tapi Bu…."


"Sudah jangan banyak protes. Setelah Puri kembali ke sekolah Kalian juga harus meminta maaf pada Puri."


"Baiklah kalau begitu silahkan kalian buat pernyataan sendiri tanda tangani dan nyatakan di seluruh sekolah."

__ADS_1


***


Di jam istirahat Xena, Aura dan Gisel berdiri di tengah-tengah lapangan mereka pun secara terang-terangan mengakui kesalahannya dan meminta maaf. 


Kejadian tersebut pun jadi buah bibir siswa-siswi. Kini giliran ketiga gadis itu jadi topik pembicaraan di sekolah dan di gunjingan akibat perbuatan mereka.


***


Beberapa hari pun berlalu kesehatan Puri mulai membaik dan dia bisa bersekolah kembali.


Hari ini rencananya pihak sekolah akan memanggil ketiga orang tua dari Xena, Gisel dan juga Aura.


Seperti biasanya, Puri diantar sekolah oleh Rasya, tapi tak seperti biasanya Rasya ikut mengantar Puri sampai ke kelas. 


Mobil mewah Rasya memasuki gedung sekolah.


Mobil mewah tersebut, seketika jadi pusat perhatian para calon cewek-cewek matre. Mereka belum pernah melihat mobil mewah itu secara langsung.


Karena biasanya Rasya hanya pengantar dan menunggu Puri di luar gedung sekolah.


"Eh lihat tuh, mobilnya keren bingit, kira-kira siapa ya yang datang?" tanya salah satu murid.


"Gak tahu, mungkin pejabat kali."


Setelah berhenti di parkiran, pintu mobil pun terbuka dan mereka begitu kaget ketika melijat yang keluar dari mobil itu adalah Puri bersam dengan seorang pria tampan berjas dan juga berdasi..


"OMG! cowok itu siapa? Suaminya Puri?" tanya salah seorang cewek labil.


Puri berjalan sambil melempar senyum ke arah mereka.


"Hay Pur," sapa seorang gadis namun pandangan ke arah Rasya. Apalagi Rasya saat itu mengenakan kacamata hitamnya jadi hanya bibirnya yang berwarna cerah dan hidung mancung serta  alis tebal yang terlihat. Ditambah dengan kulit Rasya yang bening putih mengkilat. Membuat para siswa-siswi terkagum-kagum.


"Ya Ampun kenapa Oppa Korea ada disini!" seru salah seorang dari mereka lagi.


Puri kembali melempar senyum ke arah para siswi yang melihat ke arahnya, yang membuat mereka iri ketika berjalan, tangan Rasya terus saja merangkul pundak Puri seolah ingin melindungi Puri dan menunjukkan jika Puri adalah istrinya.


"Eh itu kakaknya Puri, atau suaminya sih? Kalau kakaknya gue mau titip salam," ucap seorang gadis dengan ganjen 


"Kalau suaminya?"sahut yang lainya.


"Mau gue rebut bisa gak ya?" tanya seorang gadis yang bertampang culun lagi. 


"Haha ternyata tampang lo aja culun, tapi jiwa loh ada benih pelakor haha."


"Habis ganteng banget, keren, sultan lagi."


Semenjak mereka membincangkan Puri, Ouri dan  Rasya terus saja melangkah.


Puri pun tiba di kelasnya.

__ADS_1


Melihat kehadiran Puri di kelas, Lisa langsung menghampirinya.


"Pur, akhirnya lo masuk sekolah juga," ucap Lisa. 


Iya Lis, gue titip tas ya, mau keruangan guru.


"Oke."


"Ayo gue temani."


"Gak usah gue sama kak Rasya."


"Hah, lo sama kak Rasya Pur?"


"Iya, lagian Lo kan harus belajar."


"Hehe iya juga ya."


Setelah meletakkan tasnya Puri dan Lisa keluar.


Lisa juga ikutan kaget ketika melihat Rasya berada di depan kelas.


'Hah, kak Rasya kok makin ganteng ya, perasaan dulu gak seganteng ini,' batin Lisa.


'Apa karena dulu dia ngeselin ya, jadi gak kelihatan gantengnya,' batin Lisa masih menatap ke arah  Rasya.


"Gue ke kantor dulu ya Lis," ucap Puri.


Lisa langsung tersadar dari lamunannya.


"Eh iya-iya."


Rasya dan Puri kembali melewati koridor dan mereka kembali jadi pusat perhatian.


Tak hanya Rasya ,yang menjadi pusat perhatian, tapi juga perut Puri yang semakin buncit. 


Sambil berjalan melewati koridor Rasya kembali meletakkan tanganya di punggung Puri. Pasangan muda yang terlihat serasi itu pun membuat iri banyak orang terutama cewek yang ngegans dengan Oppa Korea.


Tak hanya para siswa para guru pun syok melihat sosok Rasya yang seperti aktor  Korea yang sering bermain di layar kaca.


Di kantor, Rasya dan Puri menghadap kepala sekolah di sana ternyata ada tiga orang ibu-ibu yang diduga adalah orang tua Xena, Gisel dan juga Aura ketiga juga hadir daat itu.


 Aura, Xena dan Gisel terbelalak kaget melihat Rasya. Mereka tak mengira jika Puri yang selalu mereka hina dan bully, ternyata punya suami super ganteng dan kaya Raya. Seketika mereka jadi insecure terhadap Puri.


Setelah di selesaikan secara baik-baik ketiganya pun disuruh meminta maaf pada Puri.


Dan masalah mereka pun akhirnya terselesaikan dengan baik. Sejak saat itu tak ada lagi yang membully Puri atau merendahkannya mereka justru salut terhadap Puri yang meskipun sekarang menjadi orang kaya tapi sikap Puri tak menunjukkan kesombongannya.Puri pun jadi disenangi banyak orang setelah di juliti sebelumnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2