Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat
Rujuk


__ADS_3

Keluarga pak Wilmar dan bu Mita kembali berunding dengan saudara-saudara mereka membicarakan masalah Rasya. Bu Mita dan Pak Wilmar meminta saran dari kakak tertuanya.


"Jadi menurut mas bagaimana, karena Puri masih belum mau menikah dengan Rasya. Saya jadi bingung Mas."


"Begini saja, kita bujuk Puri lagi, agar dia mau menerima Rasya. Tapi Rasya juga harus minta maaf yang sungguh-sungguh ke Puri."


"Iya rencananya begitu Mas. Mas tolong dong bantu mediasi untuk mereka berdua. Maklum lah Mas, keduanya kan masih labil. Apalagi Puri."


"Iya, nanti biar Mas yang ngomong ke Puri. Kamu juga ajarin ke Rasya suruh dia minta maaf dengan sungguh-sungguh."


Paman Ali masuk ke kamar Puri.


Tok tok..pintu digedor sebelum masuk.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka.


"Puri, boleh paman ngomong sama kamu Nak?" tanya Paman Ali.


"Ngomong apa Uncle?" tanya Puri lirih.


"Ayo Nak, ikut paman ke bawah kita akan bahas masalah kamu dan Rasya."


Pak Ali menuntun Puri. Mereka berdua pun berjalan beriringan. Dengan tangan pak Ali yang merangkul pundak Puri.


"Puri, uncle tahu berat bagi kamu untuk mencari solusi dari masalah kamu. Selain kamu masih muda, kamu juga tak memiliki keluarga terdekat. Karena uncle sudah menganggap kamu keponakan uncle, jadi disini perkenankan uncle memberikan solusi untuk kamu. Percaya lah nak, apa yang uncle lakukan ini demi kebaikan kamu, uncle tidak merasa lebih bijak dari kamu, tapi kami sebagai orang tua tentunya kami sudah banyak pengalaman dibanding dengan kamu."


"Kami juga sudah melalui banyak masalah dalam rumah tangga kami ,dan tentunya kami juga sudah tahu bagaimana menyelesaikannya. Karena itulah kita akan bicarakan baik-baik bersama Rasya dan kedua orang tuanya. Kamu tenang saja Hari ini Uncle akan berada di pihak kamu."


Mereka pun tiba di ruang tamu keluarga. Saat itu ada Rasya dan juga bu Mita. Melihat wajah Rasya, Puri langsung membuang wajahnya.


"Ayo Nak sini duduk bersama uncle."


Puri duduk di samping uncle Ali.


"Bagaimana, kita mulai saja."


"Iya silahkan Mas."


Karena ini masalah internal keluarga, mereka pun hanya berdiskusi antara Keluarga.


"Bismillah, kita di sini untuk membicarakan masalah antara Rasya dan Puri jadi kita mulai saja ya, tanpa membuang banyak waktu."


"Karena kini Puri sedang mengandung anak Rasya dan sebelumnya juga sudah jatuhnya talak satu. Menurut hukumnya talak satu , kalian berdua masih bisa rujuk tanpa nikah ulang kembali asalkan masa iddah belum selesai. Masa iddah seorang istri itu tiga kali quru, atau tiga kali masa bersih setelah menstruasi. Apalagi sekarang Puri hamil dan itu berarti masa Iddah nya di perpanjang sampai dia melahirkan."


Puri kembali membuang wajahnya yang terlihat kesal terhadap Rasya.


"Sekarang Rasya, uncle tanya sama kamu. Kamu mau rujuk sama Puri?"


Rasya menatap Pak Ali.


'Iya Uncle," jawab Rasya.


"Iya apa?" tanya pak Ali mempertegas.


"Saya mau rujuk sama Puri."


"Apa alasan kamu ingin rujuk dengan Puri?" tanya Uncle Ali lagi.

__ADS_1


"Karena Puri mengandung anak saya."


"Oh hanya karena Puri mengandung anak kamu? Itu berarti setelah melahirkan kamu akan kembali menjatuhkan talak kepada Puri?"


Rasya diam beberapa saat.


"Tidak uncle, bukan begitu," sahud Rasya


"Kalau begitu apa dong?"


"Saya mau membesarkan anak saya bersama Puri. Dan saya juga berjanji untuk jadi suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk anak dan istri saya."


"Bagus, saya suka jawaban kamu. Tapi kita tentunya tak hanya perlu bukti. Sebelumnya kamu harus menyadari kesalahan kamu terhadap istri kamu. Kalau begitu apa kamu tahu salah kamu apa?" tanya Pak Ali.


Rasya tertunduk kembali, wajahnya memang masih terlihat pucat.


"Ayo Rasya sebutkan kesalahan apa yang kamu lakukan kepada istri kamu!"


"Kesalahan saya adalah saya berselingkuh secara terang-terangan di depan istri saya. Saya tidak mengakui jika saya pernah melakukan hubungan suami istri. Saya tidak melakukan kewajiban saya sebagai suami. Saya juga sering berkata kasar dan membentaknya," ucap Rasya kemudian tertunduk.


"Baiklah jika kamu sudah menyadari perbuatan kamu, dan sekarang saya bertanya kepada kamu bagaimana jika keadaannya di balikan. Bagaimana, jika Puri yang berselingkuh secara terang-terangan. Apa yang kamu rasakan Rasya?"


Rasya tertunduk.


"Ayo jawab, sekarang kamu renungkan dan rasakan bagaimana jika kamu berada di posisi seperti Puri saat itu?"


Beberapa saat Rasya bergeming.


"Sakit hati, kecewa dan sedih," jawab Rasya lirih.


"Nah, kamu membayangkannya sudah tahu Rasya, apalagi mengalaminya."


"Tidak Uncle."


"Lalu apa yang kamu akan lakukan terhadap istri yang sudah kamu sakiti."


"Saya akan minta maaf uncle," jawab Rasya.


"Hanya minta maaf. Bagaimana Puri bisa memaafkan kamu, bagaimana jika kamu mengulangi kesalahan kamu lagi?


"Tidak Uncle,saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."


"Bener?"


"Bener uncle."


"Kamu berani sumpah?"


"Berani uncle."


"Baiklah sekarang kamu minta maaf pada Puri, dan jika kamu ingin rujuk dengannya, kamu bujuk dia sampai dia mau."


Rasya menoleh ke arah pak Wilmar dan bu Mita.


Keduanya menganggukan kepalanya mendukung Rasya.


Rasya berdiri kemudian berjalan menghampiri Puri. Puri masih saja membuang wajahnya, rasanya dia tak ingin melihat Rasya.

__ADS_1


Rasya berlutut, tangannya menggenggam erat tangan Puri.


'Pur, maafkan kak Rasya ya Put. Kal Rasya sudah menyakiti perasaannya kamu selama ini. Kak Rasya berselingkuh secara terang-terangan di depan kamu," ucap Rasya sambil menggenggam erat tangan Puri dan menatapnya.


Puri merasakan sesak pada bagian dadanya. Ditepisnya tangan Rasya."


"Pur, kali ini berikan kesempatan untuk kak Rasya memperbaiki kesalahan dan mengobati luka hati kamu yang pernah kak Rasya lukai Pur," ucap Rasya dengan sungguh-sungguh.


"Benarkah Rasya, kamu janji tidak akan selingkuh lagi," ucap Pak Ali.


"Iya uncle."


"Kamu berani sumpah demi Tuhan?"


"Iya uncle saya berani bersumpah demi Tuhan."


"Kalau begitu ucapkan sumpah kamu di hadapan Puri."


Puri terdiam dia masih menjauhkannya pandangannya.


"Puri, aku bersumpah demi Allah, aku janji tidak akan berselingkuh lagi. Kamu mau kan rujuk dengan aku demi anak yang ada di dalam kandungan kamu, demi kita bersama juga Puri. Mari kita bersama-sama belajar jadi orang tua yang baik untuk anak kita," ucap Rasya. Rasya masih berlutut di hadapan Puri yang masih duduk.


Kemudian dia mencium tangan Puri dengan lekat.


Air mata Puri mulai menetes, masih membuang wajahnya.


"Puri, setiap orang pernah berbuat salah. Dan ketika orang melakukan salah dan meminta maaf maka berdosa kita jika tidak memaafkannya Nak. Sedangkan Allah saja maha pemaaf," ucap Pak Ali.


"Hiks, Hiks bukanya Puri gak mau memaafkan kak Rasya uncle, Puri gak mau saja rujuk sama dia," sahut Puri sambil menangis.


"Tidak bisa Puri, disini posisi Rasya masih sah jadi suami kamu. Apalagi kamu hamil. Hubungan pernikahan kalian tidak terputus begitu saja setelah jatuhnya talak satu. Terkecuali kamu tak pernah disentuh oleh Rasya sebelumnya. Apalagi sekarang kamu lagi hamil Nak, masa iddah kamu sampai kamu melahirkan, dan selama masa iddah kamu masih milik Rasya seutuhnya. Dan jika Rasya mengajakmu rujuk, kamu tidak punya hak untuk menolaknya."


Hiks hiks, Puri kembali menangis.


"Puri, Raya memang pernah berbuat salah kepada kamu, tapi alangkah baiknya jika kalian berdua sama-sama membuka hati untuk membuka lembaran baru dalam hidup kalian berdua Nak. Kalian masih muda dan belum berpengalaman jadi kesalahan -kesalahan yang pernah terjadi biarlah menjadi pelajaran berharga untuk kalian berdua di masa mendatang. Dan uncle ingatkan lagi pada kamu Puri. Hidup menjanda di usia muda serta memiliki anak itu tidak mudah Nak, karena kamu belum merasakan sendiri bagaimana jadi single parent,apa yang uncle katakan ini bukan omong kosong belaka. Sebelum terlambat dan jika masih perbaiki. Perbaikilah," bujuk uncle Ali.


Puri kembali terdiam. Sementara Rasya masih menatap Puri.


"Pur, kamu mau kan memaafkan kak Rasya?" tanya Rasya sambil menatap ke arah Puri.


Puri mengangguk dengan isak tangisnya.


"Alhamdulillah," ucap mereka semua


Rasya berdiri dan duduk di samping Puri kemudian memeluk Puri.


"Terima kasih Puri," ucap Rasya sambil mencium pucuk kepala Piri.


Ketiga orang itu tersenyum bahagia


"Baiklah Rasya, untuk rujuk kamu harus melakukan hubungan suami istri pada Puri saat itu kamu niatkan jika kamu rujuk terhadap istri kamu," ucap uncle Ali.


"Siap uncle," sahut Rasya.


***


Wah wah ada yang mau ML lagi nih.

__ADS_1


Bagaimana dengan pasangan playboy dan matre kita ya gengs, apakah mereka juga bakalan belah duren?


__ADS_2