Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat
Membatalkan Pernikahan


__ADS_3

Puri masih menyendiri di kamarnya.


Menatap hampa keadaan sekelilingnya. Bahkan makan siang yang disiapkan oleh asisten rumah tangganya tak disentuh sedikitpun olehnya.


Bu Mita menghampiri Puri kemudian duduk di sampingnya.


"Puri kenapa tidak di makan Nak?"


"Puri nggak lapar mommy."


"Puri, mommy tahu kejadian ini membuat kamu syok dan sedih bahkan kecewa. Tapi tidak baik terus bersedih Puri. Semua sudah terjadi dan Rasya sudah mengakui semuanya pada mommy."


Mommy  memang bermaksud menikahkan  kalian berdua di usia remaja agar kalian berdua tidak terjebak dalam perbuatan Zina maklum saja pergaulan remaja sekarang. Apalagi Rasya tak pernah cerita jika dia punya pacar. " 


Puri menghela nafas panjang, dia menoleh kearah bu Mita.


"Tapi semua yang terjadi masih bisa diperbaiki Pur. Meski nantinya kamu memiliki anak kamu bisa tetap mewujudkan cita-cita kamu menjadi seorang dokter."


"Untuk itu Mommy dan Deddy sepakat untuk menikahkan kalian berdua. Kalian berdua bisa mulai hidup baru kembali sebagai pasangan suami istri demi anak-anak kalian nantinya Pur."


Puri menatap bu Mita  dengan tatapan sayu.


"Tidak Mommy! Aku gak mau menikah dengan kak Rasya lagi."


"Loh kenapa Nak?"


"Biar saja mommy. Toh status anak ini jelas kok. Anak ini anaknya kak Rasya, Puri juga bukan hamil di luar nikah. Jadi biarkan keadaan tetap seperti ini."


Bu Mita mengusap kepala Puri.


'Puri, ini semua mommy lakukan demi kebaikan kamu Nak. Biarkan Rasya bertanggung jawab terhadap kamu dan anak yang ada di dalam rahim kamu itu."


"Tidak perlu mommy , toh kak Rasya tidak mencintai Puri. Kak Rasya mencintai wanita lain, jadi biarkan saja mereka menikah. Kalau pun dipaksakan menikah, nanti ujungnya bercerai juga kan."


Bu Mita menarik napas panjang. 

__ADS_1


"Ya sudah mommy tahu kamu masih kesel, kamu kecewa. Kamu pikirkan lagi ya, Rasya juga sudah bersedia untuk menikahi kamu."


"Sekarang kamu istirahat ya, minum susunya, susu itu bagus untuk wanita hamil," ucap bu Mita.


Puri menoreh ke arah susu kemudian membuang wajahnya.


"Puri mommy tahu  apa yang menimpa kamu saat ini terlalu berat untuk anak seusia kamu. Tapi kamu pikirkan masa depan anak kamu, kamu harus makan dan minum yang bergizi demi kesehatannya. Mommy letakkan susu ini di atas nakas kamu minum ya."


Bu Mita keluar dari kamar Puri kemudian menghampiri pak Wilmar.


"Bagaimana mommy. Apa kamu berhasil membujuk Puri untuk menikah lagi dengan Rasya."


Bu mita menggelengkan kepalanya.


"Puri masih belum mau. Itu semua karena Rasya, saat menikah dengan Puri, Rasya bahkan menjalin hubungan dengan Sherly Pa. Jadi  Mommy rasa wajar saja kalau Puri sakit hati."


"Ya sudah Kita bujuk saja dia pelan-pelan. Siapa tahu suatu saat Puri mau menikah dengan Rasya."


"Iya Daddy."


"Iya sebelum itu Mommy temui Rasya terlebih dahulu daddy."


Rasya masih terbaring diatas tempat tidurnya dengan selang infus yang masih terpasang.


Pintu kamar dibuka oleh Bu Mita.


Kemudian dia berjalan menghampiri Rasya.


"Rasya, Bagaimana keadaan kamu. Apa kamu masih sering muntah-muntah?"


"Masih mommy, perut aku terasa kembung, Gak enak banget, setiap diisi makanan pasti rasanya perih. Trus muntah lagi."


Bu Mita menghela nafas panjang.


"Begitulah rasanya ngidam Rasya. Kamu pikir jadi perempuan hamil itu gampang. Itu baru ngidam belum lagi kami harus bawa janin dengan perut buncit selama 9 bulan. Ini bisa jadi salah satu cara untuk menyadarkan kamu Rasya, agar bisa lebih menghargai wanita, terutama Puri yang sedang mengandung anak kamu. Mommy harap setelah keadaan kamu membaik, kamu minta maaf sama Puri secara pribadi dan bersikap baiklah terhadapnya."

__ADS_1


"Mommy mau pergi ke rumah Sherly. Mau membatalkan pernikahan kalian! Mommy sudah tahu sifat aslinya Sherly. Huh …beruntung kehamilan Puri segera di ketahui sebelum kalian berdua menikah."


Rasya hanya menatap kepergian bu Mita tanpa berniat mencegahnya.


"**


Bu Mita dan pak Wilmar tibalah di kediaman rumah Sherly.


Sesampainya di sana, bu Mita berbasa-basi sedikit sebelum mengutarakan maksud kedatangannya.


"Begini Pak, Bu, sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kedatangan kami kemari  untuk menyatakan jika kami membatalkan lamaran kami terhadap Sherly, dengan demikian rencana pernikahan mereka juga kami batalkan," ucap bu Mita.


"Hah, tidak bisa begitu dong Bu. Anda tidak bisa membatalkan pernikahan ini secara sepihak," tolak pak Joko.


"Iya Pak saya tahu. Tapi ini diluar kendali saya sebagai orang tua. Anak saya harus bertanggung jawab pada mantan istrinya yang kini sedang mengandung cucu kami."


"Tidak semudah itu Bu! Kami bisa menanggung malu akibat pembatalan nikah ini. Bagaimanapun Sherly harus tetap menikah dengan Rasya, karena surat-surat sudah saya urus. Saya tak perduli Rasya menikahi siapa, yang terpenting pernikahan Rasya dan Sherly harus tetap di laksanakan!"


 Bu Mita dan Pak Wilmar kaget dan saling memandang.


"Apa Pak? Jadi maksud anda, anda bersedia jika anak anda di madu?"


"Ya mau bagaimana lagi. Daripada saya malu karena Sherly batal menikah."


"Tapi Pak, tidak bisa begitu. Saya tidak setuju jika anak saya berpoligami. Maaf Pak saya akui kami salah dan kami bersedia mengganti rugi atas pembatalan nikah ini."


"Tetap tidak bisa!  nama baik keluarga saya akan tercemar bu. Saya merasa sangat di rugikan. Saya sudah menolak lamaran pria lain yang ingin menikahi Sherly sebelumnya. Apa kata irang jika Sherly batal menikah."


"Maaf Pak. Menurut saya jika Rasya dan Sherly tak pernah berhubungan, saya yakin tidak ada kerugian bagi Sherly. Dari pada dia harus menikahi seorang pria yang sudah menghamili wanita lainnya," Sahut bu Mita.


"Pokoknya saya tidak mau tahu bu! Saya tetap meminta pertanggung jawaban Rasya! Pernikahan ini harus tetap berlangsung, jika tidak saya akan laporkan anda ke polisi!" ancam pak Joko dengan tatapan menantang.


"Hah? Silakan saja Pak. Saya mencoba membicarakan masalah ini baik-baik,tapi jika bapak ingin membawa masalah ini ke jalur hukum, silahkan saja."


" Kalau begitu saya permisi Pak!" Pungkas bu Mita.

__ADS_1


Bersambung dulu gengs.


__ADS_2