
Makan malam pun tiba. Keluarga Pak Wilmar dan Bu Mita berkumpul di ruang makan. Namun, tak seperti biasanya suasana saat itu terlihat berbeda dan hal itu disadari oleh Puri.
Biasanya Pak Wilmar dan Bu Mita begitu hangat terhadapnya,tapi seperti malam ini, kedua orang tua itu seperti menyimpan kegelisahan pada raut wajahnya.
Makan malam pun berlangsung dengan tenang, tanpa ada pembicaraan sepatah kata pun.
Selesai makan, barulah Pak Wilmar dan Bu Mita bermaksud untuk membicarakan hubungan antara Puri dan Rasya.
"Selamat malam Mommy, Selamat malam Daddy, Puri naik ke kamar dulu ya." Puri hendak beranjak dari meja makan.
"Tunggu Puri! Ada yang ingin kami bicarakan."
"Soal apa mommy?"
"Duduk dulu ya Nak."
Puri duduk kembali.
"Begini Puri, mommy sudah mendengar pengakuan Rasya. Jika kalian berdua tidak saling mencintai meski telah menjadi pasangan suami istri, Apa itu benar?" tanya Bu Mita.
Puri terdiam beberapa saat kemudian mengangguk Lirih.
"Puri jika kamu tidak mencintai Rasya, maukah kamu melepaskan Rasya?"tanya Bu Mita.
"Maksud Mommy bagaimana?"
"Puri, Mommy baru tahu jika Rasya punya kekasih yang bernama Sherly. Rasya meminta restu pada mommy untuk menikahi Sherly, dia bilang jika kalian berdua juga tidak saling mencintai. Menurut kamu bagaimana, Apa kamu masih ingin melanjutkan pernikahan kamu dengan Rasya, atau kalian berpisah saja?"
Puri terdiam beberapa saat sambil menundukkan wajahnya.
"Ayo nak menurut kamu bagaimana, kamu boleh menyampaikan pendapat kamu apapun itu."
__ADS_1
Puri kembali menoleh ke arah Rasya yang berharap Puri akan menjawab iya.
"Iya mommy, Puri bersedia kok diceraikan oleh Kak Rasya," guman Puri.
"Baiklah, jika begitu. Karena Puri sudah setuju. Dan kamu juga sudah memilih Sherly sebagai istri kamu. Mommy tak bisa memaksa, karena yang akan menjalani hidup kamu sendiri. Sekarang kamu jatuhkan talak pada Puri," ucap Bu Mita.
Rasya terdiam sejenak. Begitupun Bu Mita dan Pak Wilmar.
Beberapa saat menunggu, Rasya tetap terdiam.
"Ayo Rasya. Cepat jatuhkan talak pada Puri!" seru Bu Mita.
"Atau kamu masih ragu ya, Rasya?" tanya pak Wilmar.
"Enggak kok Dad."
Rasya jalan menghampiri Puri.
"Baca bismillah dulu Rasya."
"Bismillah, Pur, dengan nama Tuhan yang maha esa. Aku jatuhkan talak kepada kamu."
Puri bergeming menahan gemuruh hatinya. Entah kenapa itu, mungkin kah ada setitik rasa terhadap Rasya, atau karena dia merasa di usia belia dirinya sudah menyandang status janda.
Rasya menarik tangannya, kemudian Rasya dan Puri sama-sama terdiam.
"Baiklah, kalau begitu mulai saat ini hubungan suami istri diantara kalian terputus sudah."
"Jadi kalian tidak punya kewajiban satu sama lain. Dan karena mommy sudah mendapat amanah dari ayah Puri, Puri akan tetap tinggal di sini. Mommy lah yang akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Puri."
"Dan Rasya, setelah kamu menikahi Sherly, kamu harus turun dari rumah ini," ucap Bu Mita.
__ADS_1
Rasya terdiam.
"Iya mommy."
"Yah sudah, kalau begitu silahkan kembali ke kamar masing-masing. Ingat Rasya, kamu tak punya hak sedikitpun terhadap Puri."
"Iya mommy."
"Dan Put
ri, kamu tetap akan tinggal di disini Nak, sampai kamu menikah. Puri mau sekolah yang tinggi kan? Puri mau jadi dokter kan?" Bu Mita berusaha membujuk agar Puri tak kecil hati.
Puri menoleh ke arah Bu Mita sambil tersenyum.
"Iya mommy."
"Iya Sayang, mulai sekarang kamu bisa kejar cita-cita kamu setinggi langit. Jangan anggap mommy ini orang lain, tapi anggaplah mommy dan Deddy ini seperti orang tua kamu sendiri."
Puri beranjak karena terharu ia pun menghampiri Bu Mita dan Pak Wirman, kemudian menghambur memeluk bu Mita.
"Terima kasih Mommy, terima kasih Daddy."
"Iya Nak sama-sama."
Author up dikit dulu ya say. Maklum lagi sibuk real 🙏 🥰. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Ada rekomendasi novel keren untuk kalian nih,sambil nunggu author up. Check di sini ya.
__ADS_1