
Seketika tangan Puri gemetar ketika melihat alat tespek tersebut menunjukkan dua garis merah.
"Aku hamil hiks," tangis Puri.
"Tidak mungkin, bagaimana sku bisa hamil?"
Puri menangis sejadi-jadinya dia menutup mulutnya agar suara tangisan nya tak terdengar dari arah luar.
Sementara di luar toilet, mereka semua menunggu Puri keluar dari toilet.
Xena terlihat gelisah, begitupun dengan Keenan yang terlihat tegang.
Apalagi setelah beberapa saat Puri tak juga keluar dari toilet tersebut.
"Lama bsnget sih Puri," dengus Xena.
Xena berjalan menghampiri toilet tersebut.
Puluhan siswa berkumpul di toilet tersebut hingga mengundang perhatian para guru. Beberapa orang guru langsung menghampiri toilet tersebut.
"Woi Puri! Lama banget sih lo ngapain aja lo di dalam?!"Teriak Xena sambil menggedor pintu.
Puri panik dia tidak tahu harus berbuat apa.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan hiks," tangis Puri prustasi.
"Woi! Puri cepetan keluar! Kalau nggak gue dobrak pintunya!"
Karena Puri terus didesak untuk keluar dia pun keluar. Dengan tangan dan kaki gemetar Puri melangkah menghampiri pintu.
Kreak pintu pun terbuka.
Mereka semua melihat kearah Puri, wajah Puri telah basah dengan air mata, padahal baru beberapa menit dia berada di dalam toilet tersebut.
Xena tersenyum menyeringai. Melihat wajah Puri yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Mana alat tes nya?" tanya Xena sambil menadahkan tangan.
Puri mengedarkan pandangannya dia melihat Keenan yang kini juga tengah menatapnya dengan ragu.
"Puri!" Lisa datang bersama dengan seorang guru.
"Ada apa ini?" tanya salah seorang guru tersebut.
Lisa memeluk Puri yang tampak syok.
"Xena ada apa ini ?" tanya ibu guru itu.
Xena melirik ke arah tangan Puri kemudian dia merampas tes pack yang ada di tangan Puri hingga membuat Puri kaget dia hanya bisa pasrah dan menangis ketika alat tersebut sudah berada di tangan Xena.
Xena tersenyum lebar dengan bola mata yang melotot.
"Ini Bu, ternyata Puri beneran hamil!"
Tak hanya ibu guru tapi juga semua melotot ke arah alat yang ditunjukkan oleh Xena tersebut.
Mereka semua terdiam sambil mengalihkan pandangan ke arah Puri.
Lisa memeluk Puri, karena merasa Puri seperti akan kehilangan keseimbangannya.
Puri menangis segegukan kemudian dia menarik nafas panjang dan tak sadarkan diri.
"Puri!" Bu Rossa langsung menghampiri Puri.
Sementara Keenan langkah kakinya tertahan.Dia ragu untuk menolong Puri
"Keenan! Tolong angkat Puri!"
Perintah bu Rossa karena hanya Keenan satu-satunya cowok yang ada di sana.
"Puri!" tangis Lisa sambil menahan beban tubuh Puri.
__ADS_1
Keenan mengangkat Puri kemudian membawanya ke ruang UKS.
Bola mata Keenan memerah, dia begitu kecewa terhadap Puri.
Dilihatnya Puri yang pucat dan seperti Puri juga syok atas apa yang terjadi.
"Hiks Puri!" tangis Lisa.
Sementara Xena, Aura dan geng mereka yang lain tersenyum dan tertawa puas.
"Haha mampus loh Pur, kita bikin malu kamu satu sekolah."
Setibanya ruang UKS Keenan meletakkan tubuh Puri di atas tempat tidur.
Setelah itu dia bergegas meninggalkan Puri yang terbaring tak sadarkan diri.
"Tunggu Keenan!" tahan Lisa.
Keenan menoleh ke arah Lisa dengan wajah yang masam.
"Keenan, aku bisa jelaskan kenapa Puri bisa Hamil hiks."
"Jelaskan apa lagi?!" tanya Keenan dengan mata yang melotot dan rahang yang mengeras.
Keenan hendak beranjak dari tempat itu, tapi tangannya ditarik oleh Lisa kembali.
"Please Keenan, dengarkan penjelasan ku. Kau harus tau jika puri hanyalah korban," tutur Lisa dengan air mata.
Ketegangan perlahan memudar dari wajah Keenan.
"Maksudmu dia di perkosa?" Tanya Keenan balik.
Lisa menggelengkan kepalanya lirih.
"Entahlah. Tapi Puri memang pernah menikah."
__ADS_1
"Menikah?" Keenan semakin memperlebar bola matanya.