
David memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pimpinan, setelah itu David berjalan masuk ke dalam lift dan menuju lantai delapan belas.
Sesampai disana, David langsung menuju ruangan kerjanya. Pria berjalan menuju meja kerjanya tanpa mempedulikan Kinara yang tersenyum manis dan memberinya ucapan selamat pagi padanya.
Ada apa dengan, Tuan David? batin Kinara saat melihat David menarik kursi dengan sangat kasar dan duduk dengan wajah kesal.
Apa dia sedang bermasalah dengan kekasihnya?
Kinara merasa bingung, padahal dirinya sudah berusaha datang sepagi mungkin, bermaksud memberi kejutan dan berharap David memujinya karena telah tiba terlebih dahulu.
Senyuman di wajah gadis itu memudar, bahkan untuk mendekati David pun ia tidak berani.
David membuka laptopnya, sambil sesekali melirik Kinara yang duduk di meja kerjanya. Melihat gestur tubuh ataupun mimik wajah gadis itu tanpa rasa bersalah, David semakin merasa kesal.
"Tidak ada yang ingin kau jelaskan padaku?" Kata-kata itu tiba-tiba saja terlontar dari mulut David.
"Maksud, Tuan David?" Kinara balik bertanya karena ia benar-benar tidak mengerti maksud David. Gadis itu berpikir keras mengingat kesalahan ataupun pelanggaran apa yang sudah ia perbuat. Namun, Kinara tidak menemukannya.
"Lupakan, ambil ini dan selesaikan semuanya. Jangan beranjak sedikitpun dari tempat dudukmu sebelum menyelesaikan semua ini. Dan ingat! Jangan ada kesalah sedikit pun!" ucap David tegas.
Gengsinya yang begitu besar, membuat mulut pria itu enggan untuk bertanya. Siapa pria yang mengantar Kinara pagi tadi.
"Baik, Tuan" sahut Kinara bersemangat lalu mendekat dan mengambil setumpuk berkas diatas meja kerja David. Kinara pun kembali ke mejanya untuk segera mengerjakan semua tugas-tugasnya.
Cihhhhh dia benar-benar tidak merasa bersala sedikit.
David yang tidak ingin semakin kesal melihat wajah tanpa rasa bersalah Kinara pun memilih keluar dari ruangan.
Kinara semakin bingung melihat David yang pergi begitu saja.
__ADS_1
.
.
David melangkah menuju ruangan Alex, disana, wajah pria itu masih terlihat kesal.
Alex mengerut dahinya saat melihat wajah kesal David dan memar di dahinya masih terlihat jelas.
"Loe, kenapa?" tanya Alex.
"Nggak kenapa-napa" sahut David. pria itu duduk didepan meja kerja Alex.
David terdiam sejenak seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Bro, menurut Loe ada nggak sih dua orang yang wajahnya sama persis tapi tidak memiliki hubungan darah?" tanya David serius.
"Mungkin saja ada" sahut Alex seperti tidak tertarik dengan pertanyaan David. Alex tetap fokus pada pekerjaannya.
Alex menghentikan aktivitasnya sebentar dan melihat layar ponsel David.
"Inikan anak magang yang sekarang jadi asisten, Loe. Kenapa? Loe suka sama dia?" Alex balik bertanya.
"Bukan itu maksud, gua. Coba Loe perhatikan yang satu ini lagi" David menggeser layar ponsel dan menunjukan foto yang satunya lagi.
"Apanya yang mau diperhatikan? Jelas-jelas ini orang yang sama, aneh-aneh aja, Loe" Alex merasa David sedang error sehingga kembali fokus pada kerjaannya.
"Nah, kan. Loe aja nggak bisa bedainkan? Loe tau nggak foto yang kedua itu siapa?"
Alex mengangkat kedua bahunya seolah tidak tahu, pria itu tampak tidak memperdulikan pertanyaan David.
__ADS_1
"Dia mantan istri, gua" ucap David yang membuat Alex kembali mengalihkan pandangannya
"Loe serius, Bro?" tanya Alex tidak percaya.
David mengangguk pasti. "Ya, gue serius."
"Jadi maksud Loe, anak magang itu mirip sama mantan istri, Loe?"
"Hmmm, namanya, Kinara" sahut David. Dari nada bicaranya, David seperti tidak menyukai sebutan Alex pada Kinara.
"Cihhhh, belum apa-apa udah bucin aja, Loe" goda Alex.
"Ngaur, gua cuman ngasih tau namanya aja" elak David.
"Terserah, mau Loe bucin kek, cinta mati kek. Loe harus pastikan dulu hubungan Loe sama mantan istri Loe udah selesai semua, jadi nggak nyusahin anak orang kelak. Terutama perasaan Loe, jangan sampai Loe suka hanya karena wajah mereka yang mirip." ucap Alex panjang lebar.
David terdiam mencerna semua kata-kata, Alex. Mungkinkah dirinya menyukai Kinara? David berusaha menepis semua pemikirannya, tujuan David mendekati gadis itu hanya karena rasa penasarannya.
David yakin dirinya tidak akan mungkin jatuh cinta pada anak kecil seperti Kinara, apalagi hanya karena kemiripan wajah mereka.
David terdiam sesaat, dan berpamitan pada Alex untuk kembali ruang kerjanya.
.
.
Izin promo lagi ya Guys.
Mungkin ada teman-teman yang berkanan mampir ke karya teman Author.
__ADS_1
Mohon dukungan positifnya untuk teman Author ya, Guys.🙏🙏🙏