
"Apa kabar, Tuan Besar? Bagaimana? kejutan yang aku kasih luar biasa bukan?" tanya Bara. Meski tubuh David jauh lebih tinggi darinya, Bara tidak kelihatan takut karena ia memiliki banyak sekali anak buah yang siap melindunginya.
David terdiam dan menatap tajam pria pendek di hadapannya itu.
"Tunjukan kata-kata sombongmu yang ingin membeliku untuk menjaga peliharaanmu di rumah, Tuan." tanya Bara lagi.
"Kenapa diam, hah? Apa sekarang kau menyesal karena telah bersikap lancang padaku kemarin? Hahahaha" Bara pecah tertawa lagi.
"Bersujudlah dan jilat sepatuku maka aku akan mempertimbangkan untuk memaafkanmu"
Rahang David mengeras melihat tingkah pria itu.
"Kenapa melihatku seperti itu? pukul aku kalau berani?" Bara memukul-memukul sendiri pipi kiri dan kanannya memberi contoh agar David memukulnya.
"Hahahahahaha, kenapa tidak memukulku? Dimana semua kesombonganmu, Tuan?" tanya Bara sambil mendekatkan mukanya pada David. "Rupanya kau takut mati ku juga, ya."
Seiring dengan ucapan terakhir Bara, lengan kokok David terangkat dan melayangkan satu pukulan tepat pada mulut Bara yang sejak tadi mengoceh. Sudah cukup David menahan diri sejak tadi.
Tubuh Bara terpental jauh akibat pukulan keras dari David, untunglah ada anak buahnya yang sigap menangkap tubuhnya, sehingga Bara tidak jatuh tersukur diatas pecahan kaca yang dirusak oleh anak buah sendiri.
"Hajar dia bodoh, apa yang lagi kalian tunggu." bentak Bara pada anak buahnya dengan mulut dipenuhi darah akibat pukulan David.
__ADS_1
Saat semua anak buah Bara hendak beradu jotos dengan David. Sebuah motor yahama NMAX tiba dan membunyikan bel panjang.
Sontak semua mengalihkan pandangan mereka pada motor tersebut, termasuk David.
David mengerut dahi saat mengenali motor tersebut. motor security yang ia pinjam kemarin. David menatap tidak percaya saat mengenali sosok yang mengendarai motor itu.
Kinara, dasar gadis keras kepala. Untuk apa dia kesini.?
Rupanya Kinara tidak menyerah begitu saja setelah kepergian David, Kinara turun kebawa dan meminta motor Security lalu menancap gas mengikuti David.
Hidup Kinara yang selalu dijalanan membuat gadis itu tidak sulit menemukan the star cafe milik David.
"Bos Bara, tolong hentikan semua ini. Urusan Anda dengan saya jangan buat kekacauan di tempat teman saya" ucap Kinara memohon. Kinara takut Bara akan memanggil semua anak buahnya dan akan membahaya nyawa David.
Bara tersenyum sinis mendengar ucapan Kinara. "Suruh temanmu berlutut dan menjilat sepatuku, maka aku akan mengampuninya" sahut bara penuh kesombongan.
"Jangan kerterlalu Bos Bara, kesalahan Anda juga fatal. Bahkan melibatkan orang-orang yang tidak bersalah" Kinara tampak mulai tersulut emosi mendengar ucapan Bara.
"Apa kau sedang mengancamku, Nara?" tanya Bara.
"Tidak, aku hanya ingin semuanya baik-baik saja. Tapi jika kau memaksanya, maka aku juga tidak punya pilihan lain" ucap Kinara tegas dan langsung mendapat tarikan di lengannya dari David.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukam disini? Apa kau buta tidak melihat kekacauan disini?" David mencengkram kuat lengan Kinara.
Sungguh David sangat kesal melihat tingkah gadis itu. Bagaimana bisa Kinara muncul disaat berbahaya seperti itu.
"Ini masalah berhubungan dengan saya, Tuan. Jadi saya yang harus menyelesaikannya. Maaf saya tidak bisa menuruti permintaan, Anda." Kinara berusaha melepas tangan David, namun cengkraman David cukup kuat sehingga tidak bisa terlepas.
"Cepat pergi dari sini, jangan menambah masalah disini" usir David. Ia takut nyawa Kinara dalam bahaya.
"Jangan memaksa saya, Tuan David" bentak Kinara.
"Hei, kalian berdua tidak perlu buang-buang tenaga, bersiaplah semua anak buahku sedang menuju kemarin" Bara tersenyum penuh kemenangan sambil menutup ponselnya yang baru saja ia gunakan untuk menghubungi semua anak buahnya.
.
.
Mampir ke karya teman Autor, masih anget, Othornya juga rajin up.
Terima kasih untuk kalian yng berkenan mampir🙏🙏
__ADS_1