
Pagi kembali menyapa, matahari tampak mulai meninggi dan menembus cela-cela gorden.
Di dalam kamarnya, David sedang mengemasi barang-barangnya. pria itu memasukan beberapa baju dan barang yang menurutnya penting kedalam koper.
Pagi ini, David akan terbang ke London, tidak ada alasan lagi baginya untuk tetap tinggal disini. Alex sudah tidak mempercayainya lagi, lalu untuk siapa lagi ia tetap tinggal?
David merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi Alex dan Emerald Group, David juga merasa malu atas perbuatan pamannya.
Sungguh berat kakinya harus melangkah pergi, namun David tidak punya pilihan. David akan memberi Alex waktu untuk sendiri, setelah itu David akan kembali menemui Alex.
David memperhatikan jam tangannya yang tersimpan diatas meja, pria itu langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hampir tiga puluh menit membersihkan diri dan bersiap, David telah rapi berpakaian. David pun menarik kopernya dan bergegas turun kebawa.
Dengan langkah berat, David berjalan menuju pintu.
David keluar dan tak lupa mengunci pintunya. Pria berdiri sejenak di depan pintu.
David membuang kuncinya keudara dan menangkap kembali. David menggegam kunci itu seolah mengatakan keputusan yang ia ambil sudahlah tepat.
David menarik koper dan berjalan menuju lift.
"Mau kemana kau?" tanya seseorang dari arah belakang.
Mendengar suara yang tak asing di telinganya, David menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Berani sekali kau pergi tanpa izin dariku"
David berbalik dan melihat ke arah sumber suara. Benar tebakannya, Alex sedang berdiri tak jauh dari pintu apartemennya dan Viona menemaninya disamping.
"Buka pintunya, aku mau masuk" perintah Alex.
"Ambil ini dan tidur sepuasnya disana" ucap David sambil melempar kunci kearah Alex.
Dan Alex pun sikap menangkapnya
"Kau berani memerintahku?" tanya Alex sedikit mengotot. Viona yang berdiri disamping Alex pun langsung mencubit lengan pria itu agar diam.
"Masuk dulu, Kak David. kita bicara baik-baik di dalam" ucap Viona halus.
Sontak Alex langsung menatap tajam ke arahnya, Alex merasa tidak terima Viona memanggil David dengan sebutan kakak.
Alex menurut dan membukakan pintu. David yang tadinya hendak pergi pun kembali masuk mengikuti Viona dan Alex.
David terlihat pasrah, pikir David, Alex datang untuk menuntut dirinya.
"Kau mau melarikan diri setelah semua kejadian yang kau buat?" tanya Alex. Saat ini mereka semua telah duduk di sofa ruangan tamu.
"Bukan begitu, Alex. Aku hanya ingin menenangkan diri." sahut David.
"Benarkah? Jadi selama bersamaku, kau merasa tidak tenang?" tanya Alex lagi.
__ADS_1
"Bukan begitu, Lex." David membuang mukanya kesamping tidak tahu harus berkata apalagi pada Alex.
Sementara Viona yang duduk disamping Alex, ingin sekali mencubit pria itu. Bisa-bisa masih mengerjain orang disaat serti itu.
"Apa kau tidak membaca berita kemarin?"
"Tidak" sahut David singkat. Memang benar dirinya belum buka internet sejak kemarin, David belum siap membaca berita tentang Emerald Group yang telah berpindah tangan ke orang lain. Bahkan data internet dan sambungan wifinya ia matikan.
"Bodoh, buka sekarang"
"Tidak, aku tidak ingin melihat apapun. Katakan apa tujuan kalian kesini, aku tidak punya banyak waktu."
"Cih, dasar keras kepala. Apa kau akan tetap pergi jika aku bilang semua niat licik pamanmu gagal?"
Sontak, David langsung menoleh ke arah Alex. "Maksud kamu?"
"Iya Kak David semua rencana Tuan Lucas gagal, bahkan Tuan Lucas dan Jessica sudah dibawa ke kantor polisi" jelas Viona. Dan lagi-lagi kuping pria yang duduk disampingnya kembali berdiri karena panggilan itu.
"Kenapa kalian tidak bilang dari tadi?" ucap David kembali bersemangat, pria itu langsung mengambil ponselnya dan membuka internet untuk memastikan semuanya.
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
Happy reading ya Guys, jangan lupa dukungannya.🥰🥰