Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps122. Mendengar penjelasan.


__ADS_3

Hampir satu jam menempuh perjalanan, akhirnya David pun tiba di Cafe Sky. Setelah memarkirkan mobilnya, David melangkah masuk ke dalam Cafe.


David mengendarkan pandanganya dan melihat seorang wanita melambaikan tangan padanya, dengan langkah pasti, David berjalan menuju wanita tersebut yang tak lain adalah Chaira sang mantan  istri.


"Kita makan dulu ya, aku sudah pesan semua makanan kesukaanmu," ucap Chaira saat David telah duduk di hadapannya.


David memperhatikan seisi meja yang tampak sudah dipenuhi dengan makanan, minuman dan makanan pencuci mulut. Rupanya Chaira masih mengingat jelas semua makanan kesukaan David sejak delapan tahun lalu


"Aku tidak lapar, aku kesini mau mendengar penjelasanmu, bukan untuk makan bersamamu." sahut David dingin.


"Ayolah, Dav. Kenapa musti kaku begitu? Kita memang sudah lama berpisah, tapi bukan berarti kita harus jadi musuh'kan?" Chaira berusaha mencairkan suasana.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk basa basi aku kesini hanya ingin mendengar penjelasanmu"


Chaira menundukan kepala mendengar perkataan David, beberapa detik kemudian terdengar wanita itu menarik-nari sesuatu dari hidungnya. Chaira menangis mendapatkan perlakuan tidak baik dari David.


"Maaf karena aku meninggalkanmu begitu saja, tapi aku punya alasan yang kuat saat itu." ucap Chaira berderai air mata.


David sedikit panik melihat Chaira menangis.


"Kenapa kau menangis? ceritakan semuanya dengan jelas, aku siap mendengarkannya." David melembutkan nada bicaranya.


Mendengar nada lembut dari David, Chaira mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Waktu itu aku dapat telepon perusahaan papah terancam bangkrut dan semua asetnya akan disita. Mama memintaku segera pulang untuk membantu papa mengurus semuanya" jelas Chaira. "Maaf, waktu itu aku terlalu panik, aku takut papah akan benar-benar bangkrut dan aku akan hidup dijalanan," Chaira berbicara dengan wajah sendu.


"Benar hanya karena itu?" tanya David penuh selidik.


Chaira mengangguk pasti.


"Kenapa kau tidak menghubungiku atau mengirimkan sebuah pesan padaku?"


"Maaf, itulah kesalahan terbesarku. Aku terlalu panik dan takut, jadi aku fokus membantu papah sampai-sampai melupakanmu"


"Berapa lama perusahan papamu dalam masa kritis?"


"Hampir tiga bulan kami berjuang  bersama, akhir perusahaan papah bisa kembali pulih."


Chaira bungkam tidak ada kata-kata lagi untuk menjawab pertanyaan David, wanita itu hanya mengucapkan kata maaf dan maaf lagi.


"Jangan bilang nomer ponselku terhapus, atau kau lupa jalan pulang ke Londa."


Chaira menatap David sambil menggeleng pelan.  "Bukan begitu, Dav,"


"Lalu?"


"Tasku dicopet saat keluar dari bandara, semua identitasku disana, termasuk paspor dan juga ponselku,"

__ADS_1


"Woow, dalam bandara dengan pengamanan seketat itu, kau bisa dirampok? sungguh hebat si pencopet itu." puji David.


"Percaya tidak percaya memang seperti itu kenyataannya, Dav. Setelah perusahaan papah normal aku terus ikut andil dalam perusahaan papah sampai saat ini"


"Artinya saking sibuknya kau melupakan aku sebagai suamimu?"


Chaira kembali menunduk.


"Atau jangan-jangan kau tidak pernah menganggap aku sebagai suamimu waktu itu?"


"Tidak, Dav. itu tidak benar! Bahkan rasa itu masih tetap ada hingga detik ini." Chaira perlahan menurunkan nada bicaranya nyaris tak terdengar kalimat terakhirnya.


Keadaan di sekitar mereka berdua menjadi hening seketika, untuk beberapa saat keduanya saling berdiaman dan akhirnya Chairan kembali membuka suara.


"Dav, maafkan aku. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Chaira menyentuh tangan David yang terletak diatas meja.


Belum sempat David menjawab ucapannya, ponsel Chaira yang tersimpan di atas meja berbunyi. Melihat nama panggilan masuk di layar ponselnya Chaira langsung  mengangkatnya.


"Hallo" ucap Chaira dan wanita itu langsung terlihat lemas saat seseorang berbicara dari seberang sana. Ponselnya yang menempel pada telinganya  terjatuh begitu saja. 


Pandangan Chaira terlihat kosong dan air matanya mengalir tiada henti.


"Chaira, kau kenapa?" tanya David panik dan langsung berdiri memegang pundak Chaira.

__ADS_1


__ADS_2