Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps112. The star cafe.


__ADS_3

David kembali ke ruang kerjanya setelah selesai berbicara dengan Alex. Saat memasuki ruangannya, ponsel David berbunyi pertanda ada sebuah panggilan masuk.


David mengeluarkan ponsel dari saku celana, lalu menggeser tombol hijau.


David langsung menjatuhkan ponsel dari telinga saat mendengar ada suara keributan di seberang sana yang cukup membuat pendengarannya sakit.


David menekan pengeras suara agar bisa mendengar apa yang terjadinya.


"Tuan David tolong, ada sekumpulan orang  sedang mengamuk dan merusak semua isi cafe" ucap suara dari seberang sana yang membuat David sangat terkejut. 


David mematikan ponselnya dengan wajah marah, siapa orang yang telah berani membuat rusuh di cafenya.


Kinara yang mendengar suara telepon itu pun ikut terkejut, pikirannya langsung tertuju pada kejadian kemarin saat di tempat balap liar.


"Tuan, biarkan saya ikut dengan Anda. Saya yakin mereka semua teman-teman saya dari geng balap liar" ucap Kinara menghentikan langkah David yang hendak keluar.

__ADS_1


"Tidak, keadaan disana cukup berbahaya untukmu" Selesai berkata David langsung keluar ruangan.


Kinara tidak menyerah, gadis itu bergerak cepat mengikuti langkah David.


"Tuan, mereka teman-teman saya. Biarkan saya yang berbicara pada mereka" bujuk Kinara lagi. 


Kinara tahu geng balap liar yang diketuai oleh Bara tidak akan menyerah begitu saja sebelum mencapai apa yang mereka inginkan, bahkan diancam dengan pihak berwajib pun tidak akan membuat mereka takut.


"Kenapa kau sangat keras disaat-saat seperti ini" bentak David dengan rahang mengeras membuat Kinara menciut dan membiarkan David pergi begitu saja.


The star cafe adalah usaha yang dijalani David selama empat tahun terakhir dan telah membuka cabang di beberapa kota besar.


David memang jarang ke cafenya, karena ia telah menaruh orang kepercayaan untuk mengelola cafe tersebut. David akan hadir jika sedang ada masala.


Sering kali Alex meminta untuk hadir dan menyatan dirinya sebagai pemilik cafe tersebut, tetapi David menolaknya. David ingin cafe itu berjalan tanpa ada bayang-bayang dirinya yang berlabel Emerald Group.

__ADS_1


David memarkirkan mobil dengan kasar saat sampai di depan cafe. David keluar dari mobil, pandangannya langsung disuguhkan dengan keadaan cafe yang telah hancur lebur.


Dindin kaca yang begitu tebal dirobohkan, semua kursi meja hancur dan berserakan dimana-mana. pecahan botol minuman bahkan tercecer sampai ke area parkir.


Belum lagi semua karyawan dan beberapa pengunjung yang dijadikan tawanan dan ditodongkan senjata tajam.


Aura David berubah seketika, raut wajahnya mengeluarkan amarah yang sungguh luar biasa. Tatapan David tertuju pada seorang pria berbadan besar yang sedang duduk santai sambil mengisap korok dan menghembuskan asapnya dengan sangat sombong.


Pria itu membalas tatapan David penuh ejekan, merasa dirinya telah menang. Siapa lagi pria itu kalo bukan Bos Bara. kepala preman yang menjadi penyelenggara kegiatan balap liar. 


Pria yang dipanggil Bos Bara itu, diketahui saat kebal hukum. Bahkan jika dirinya membunuh seseorang pun, pria itu akan bisa lolos dengan mudah karena memiliki bekingan yang kuat.


David berjalan mendekat, belum juga mencapai pria bajingan yang telah menghancurkan cafenya, David telah dihadang oleh anak buah Bara yang jumlahnya begitu banyak.


Bara pecah tertawa  saat melihat David dikepung oleh semua anak buahnya. Pria itu mematikan rokoknya dan berjalan dengan wajah sombong mendekat pada David yang berada dalam kepungan.

__ADS_1


__ADS_2