
Nyonya Veronika mengajak Viona duduk di sofa dan mulai membuka rantang yang ia bawa, Veronika juga mengambilkan nasi dan beberapa lauk, lalu memberikannya pada Viona.
"Ayo makan, setelah makan mama akan mengantarmu pulang" ucap Veronika sambil memberikan makanan pada Viona.
Viona mengangguk. "Tante tidak makan?" tanya Viona sambil menerima makanan tersebut.
"Mama udah makan, sayang. Ini mama bawakan untuk kamu dan Alex" sahut Veronika tersenyum lembut.
"Makasih, Tan. Vio makan ya" ucap Viona dan langsung memakannya.
Perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi membuat gadis itu makan tanpa rasa malu.
.
Alex yang mendengar ucapan mamanya yang ingin mengantarkan Viona pulang langsung tidak bersemangat, kesempatannya untuk berduaan dengan Viona benar-benar akan hilang.
Rasanya Alex ingin skali bilang, biarkan Viona disini karena dia masih sah istriku. Namun Alex tidak ingin memaksa, pria itu telah memikirkan semaunya. Alex telah menyiapkan rencana untuk membawa Viona kembali ke pelukannya.
Tidak masalah, jika Alex harus menunggu beberapa saat lagi. Alex akan memastikan Viona bahagia hidup bersamanya.
.
.
Seperti yang dikatakan Nyonya Veronika, selesai Viona makan, wanita tua itu langsung mengajaknya pulang. Veronika akan mengantar Viona sampai ke kosnya.
"Mama keluarlah dulu, saya mau bicara sebentar sama Viona" ucap Alex sambil menarik Viona kearahnya.
__ADS_1
"Mau bicara apa? Jangan aneh-aneh kamu, Lex" ucap Veronika sambil memelototi Alex. Entah kenapa wanita tua itu berubah menjadi posesif pada Viona.
"Urusan anak muda, udah mama keluar sana. Cepetan"
"Dua menit ya, Lex. Hanya dua menit" ucap Veronika tegas sambil menunjuk dua jari.
"Hmmmm" Alex menuntun mamanya keluar dan langsung menutup pintu.
Alex menghampiri Viona yang berdiri mematung.
"Mau bicara apa?" tanya Viona polos.
Sssttt, Alex mendekatkan kepalanya ke telinga Viona. " Kasih aku Vitamin C biar lukanya cepat sembuh"
Uu Mmmmpppp
Tak peduli dengan Viona yang terus memukul pelan dadanya, Alex terus menghisap lembut bibir gadis dua puluh satu tahun itu.
Merasa Viona tidak memberinya cela, Alex menggigit pelan bawa bibir Viona, agar gadis itu mau membuka mulut.
Pelan namun pasti, Alex mulai mengabsen setiap rongga mulut Viona. Lidahnya terus mencari sebuah kenikmatan dalam disana.
Sementara Viona yang tadinya merasa keberatan, kini mulai terpancing dengan permainan Alex. Viona mulai mengikuti irama bibir Alex dan merasakan sensasi yang berbeda.
Ditengah menikmati bibir istri yang telah ia sia-siakan selama ini, mata Alex tetap terfokus pada jam dinding.
Alex tetap mengingat peringatan sang mama, hingga jarum jam berputar dua kali, Alex menghentikan Aksinya.
__ADS_1
Alex membersihkan bibir Viona yang terlihat basah. "Maaf" ucap Alex sambil menangkup kedua pipi Viona, pria itu kembali mengecup bibir dan kening Viona.
Sementara Viona terdiam dengan wajah kesal, ternyata ini maksud Alex mau bicara dengannya. Kenapa dirinya begitu polos tidak mengerti niat terselubung Alex.
"Jangan cemberut begitu, nanti kita lanjut lagi" goda Alex dan langsung mendapat tatapan tajam dari Viona.
Alex tertawa kecil sambil menutup mata Viona yang menatapnya. "Sana keluar, nanti diteriakin mama" ucap Alex.
"Ya udah lepasin" sahut Viona sambil memukul pelan tangan Alex yang menutup matanya.
"Hati-hati dijalan, jangan bayangin kejadian barusan. Nanti aku muncul dihadapanmu"
Alex kembali menggoda Viona, namun gadis itu tidak meresponnya. Viona langsung berjalan cepat dan keluar ruangan.
Alex merasa bahagia bisa mengerjai Viona, pria itu terus tertawa kecil saat membayangkan wajah bingung dan kesal Viona.
Saat sedang merasa senang, wajah David muncul dikepalanya. Rona bahagia tadi langsung berubah menjadi datar. "David" batin Alex.
.......
.......
.......
Jangan Lupa dukungannya Guys, Like dan Komentar sebanyak mungkin.🥰🥰
Love U All.❤🖤
__ADS_1