
"Mah, Mamah." panggil Alex sambil mengetuk-etuk pintu kamar sang mama.
"Alex, ada apa? Kenapa pagi-pagi sekali sudah ketuk pintu kamar mama?" tanya Veronika saat membukakan pintu. Wanita paruh baya itu tampak masih mengenakan baju tidur.
"Viona, Mah." sahut Alex.
"Viona, kenapa?" Veronika tampak penasra.
"Viona muntah-muntah terus dari tadi, Mah." jelas Alex.
"Astaga, mama kira ada apa, dimana Vio sekarang?"
"Di kamar, katanya kepalanya juga pusing. Alex tidak tau harus berbuat apa." Alex tampak kepikiran melihat kondisi istrinya.
"Tidak apa-apa, Lex. Pusing, mual dan muntah-muntah itu wajar untuk kehamilan awal" ucap Veronika menenagkan putranya. "Ayo biar mama lihat kondisinya" ajak Veronika.
Alex mengangguk dan membawa mamanya ke lantai atas.
"Vio" panggil Veronika saat sampai di depan pintu kamar. Kebetulan pintunya tidak ditutup saat Alex keluar tadi, sehingga Veronika langsung melangkah masuk.
"Mamah" sahut Viona lalu bangun dan hendak.
"Tidak apa-apa, Sayang. Berbaring saja" Veronika mendekat dan duduk disamping menantunya.
"Tidak apa-apa, Mah. Vio tidak sakit, hanya kepala dan perut Vio saja yang terasa seperti diputar-putar." sahut Viona sambil duduk bersandar pada kepala dipan, ia merasa tidak enak jika harus berbaring saat berbicara dengan mertuanya.
__ADS_1
Veronika tersenyum mendengar ucapan menantunya. "Memang seperti itu sayang, diawal-awal kehamilan semua ibu hamil akan merasakan hal yang sama" jelas Veronika.
"Berarti yang Vio alami ini normal ya, Mah?" tanya Viona penasaran.
"Normal sayang, semuanya akan menghilang saat usia kandungan kamu diatas empat bulan."
"Tapi kenapa dari kemarin-kemarin Vio tidak merasakan apa-apa ya, Mah?" tanya Viona lagi, ia merasa heran, kenapa baru pagi ini mengalami muntah-muntah.
"Percaya tidak percaya hampir semua ibu hamil merasakan hal yang sama, saat belum menyadari dirinya hamil tidak ada yang namanya pusing, mual, ataupun muntah. Tapi begitu tahu dirinya sedang hamil, langsunglah keluar semua drama kehamilan itu" jelas Veronika berdasarkan pengalaman pribadinya saat hamil Alex dulu.
"Ko bisa gitu ya, Mah? Berarti saat Mama hamil Alex, Mama juga merasakan semua ini?" Viona yang masih awam tentang kehamilan terus mencerca mertuanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dalam pikirannya.
"Tentu saja, Sayang. Tapi, mama tidak merasakan pusing seperti yang kamu rasakan sekarang. Mual sama ngidam iya, tapi semuanya tidak berlebihan, hanya porsi makan mama saja yang bertambah tiga kali lipat"
Veronika tertawa kecil saat mengingat masa-masa kehamilannya dulu, dimana ia bisa makan eman sampai tujuh kali dalam sehari, itu pun belum termasuk cemilan.
Alex tampak senang melihat istrinya tertawa bahagai, setidaknya, Viona bisa melupakan rasa pusing dan mualnya tadi.
"Ya udah kamu lanjut istirahat, ya. Sore nanti kita ke dokter, kebetulan teman mama ada yang dokter spesialis kandungan. Nanti mama akan hubungi dia untuk meminta nomor antrian, jadi kita tidak perlu menunggu lama disana. " ucap Veronika.
"Iya, Mah" sahut Viona. Veronika pun melangkah keluar dari kamar Alex.
.
.
__ADS_1
Setelah kepergian mamanya, Alex mendekat dan duduk di samping istrinya.
"Bagaimana perasaanmu, Sayang?" tanya Alex sambil menggenggam kedua tangan istrinya.
"Udah mendingan" sahut Viona. Meski kepalanya masih terasa pusing, namun tidak separah tadi saat ia muntah-muntah.
Alex memajukan mukanya dan menempelkan keningnya pada kening Viona. "Sabar ya, semuanya akan segera berlalu" ucap Alex lembut.
Viona mengangguk pasti, ia akan menikmati apapun itu prosesnya nanti.
Melihat anggukan istrinya, Alex merasa gemas sehingga ia menggesekan hidungnya pada hidung Viona.
Viona tertawa kecil menanggapi perlakuan suaminya, pasangan suami istri itu tertawa bahagia sambil terus menggesekan hidung satu sama lain.
... ....
... ....
... ....
Jangan lupa dukungannya, mainkan jempolnya guys. Ayolah komen biar Othor semangat. 🙈😅 😅
Jagan Lupa sahur, semangat buat yang puasa hari ini.😘😘😘
__ADS_1
Love U All.❤🖤