Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps105. Bukan siapa-siapa.


__ADS_3

David tersadar dari lamunannya dan melihat sebentar pada Kinara yang berdiri di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan disana tadi?" tanya David. Dan kembali menatap pada ombak di lautan.


"Aku ...." Kinara tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Berapa banyak uang yang kau butuh  sampai-sampai kau harus mengikuti balap liar seperti itu?" tanya David lagi.


"Bu-bukan begitu, aku melakukan semua itu, demi ...." Kinara terdiam. Bibinya enggan untuk menjelaskan keadaan sebenarnya.


David berbalik dan berdiri menghadap pada Kinara. "Demi, apa?" tanyanya serius.


"Anda tidak akan paham walau saya mencritakan semuanya, Tuan." sahut Kinara. Gadis itu pun berbalik dan membalas tatapan David.


Kinara tidak ingin menceritakan apapun, karena David hanyalah atasannya di kantor. Belum tentu David akan peduli pada masalahnya.

__ADS_1


David menatap lekat wajah cantik Kinara, gadis yang berhasil mengobrak abrik hatinya. Gadis yang awalnya ia pikir adalah mantan istrinya dan gadis yang kini telah berhasil meruntuhkan pertahanannya selama depan tahun terakhir.


"Apa begitu sulit bagimu untuk menceritakan semua masalahmu padaku?" tanya David dengan rahang mengeras. Bagaimana caranya menjelaskan pada gadis itu bahwa dirinya siap membantu apapun itu.


"Tidak, tapi ini masalah pribadi saya, Tuan," Kinara lagi-lagi berkelit. "Lagi pula, Anda bukan siapa-siapa saya yang mengharuskan saya menceritakan apapun pada Anda Tuan," lanjut Kinara.


Sontak saja, tangan kiri David langsung merangkul pinggang Kinara membawa gadis mendekat padanya. David memajukan kepala dan menempelkan bibirnya  pada bibir Kinara.


Kinara kaget, kedua bola mata gadis itu membulat sempurna menerima perlakuan David.


Dibawa sinar rembulan yang begitu terang dan gulungan ombak yang sedang mengamuk, David terus memiringkan lehernya dan menikmati bibir mungil Kinara.


Suasana remang dan sepi, membuat David enggan melepas bibir gadis itu. Depan tahun menduda dan delapan tahun pula David belum pernah merasakan kembali nikmatnya bertukar saliva.


David seperti tersihir dan tidak ingin melepas bibir Kinara, niat awal hanya ingin menempelkan bibirnya agar Kinara yakin padanya. Namun, siapa sangka, David mala menikmati keadaan yang ia ciptakan sendiri.

__ADS_1


Tidak ingin kebablasan dan melakukan sesuatu yang lebih, David melepas ciumannya. "Maaf" ucap David. Meski hanya menikmati bibir bagian luar, perasaan David sungguh tenang dan bahagia.


Sementara Kinara, gadis itu mematung sambil menatap lekat wajah David. Kinara tidak percaya David benar-benar mencium bibirnya.


"Sekarang apa kau masih tidak ingin menceritakan semuanya padaku?" Pertanyaan David langsung menyadarkan Kinara.


"Aku ...." Kinara terlihat salah tingkah, wajah gadis itu memerah mengingat apa yang baru saja David lakukan padanya.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, tapi sebelumnya antarkan dulu aku ke suatu  tempat" ucap Kinara setelah berhasil menguasai diri.


David mengangguk menyetujui permintaan Kinara. David langsung mengajak Kinara ke parkiran. David sudah tidak sabar ingin mengetahui semua tentang Kinara sebenarnya.


Jika saat masuk ke pantai tadi, David dan Kinara berjalan sendiri-sendiri seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal, maka keadaan telah berbanding terbalik ketika keduanya berjalan keluar dari pantai.


David menggenggam erat jemari Kinara layaknya pasangan kekasih yang sedang kasmaran.

__ADS_1


Wajah David yang penuh tanya dan amarah sore tadi, kini terlihat berseri. Entah perasaan apa itu? Yang pasti David merasa lebih nyaman dan bahagia saat ini.


__ADS_2