
"Wowww, ternyata pria cacat seperti Gery Jaslin memiliki putri sehabat kamu, ya." puji Iskandar.
Gery Jaslin? Apa itu nama ayah kandungku? batin Kinara.
"Baiklah, karena kau sudah sangat hebat bagaimana kalau kau melawan keempatnya sekaligus?" Seperti biasa, Iskandar akan pecah tertawa setelah mengucapkan sesuatu yang membuat hatinya senang. "HAJAR" teriak Iskandar.
Keempat pria itu pun maju bersamaan dan mengepung Kinara di tengah.
Melihat kejadian itu, Alex dan David tidak tinggal diam. Kedua pria itu turun tangan dan membantu Kinara.
Pertarungan hebat pun terjadi, karena target utama mereka ada Kinara jadi dua orang melawan yang gadis itu. Sementara Alex dan David kebagian satu-satu.
David meninju perut pria yang ia lawan, bukannya kesakitan, pria itu mala tertawa geli. David merasa heran dan kembali meninju perutnya berkali-kali, tetapi penjahat itu seperti tidak merasakan sakit sedikit pun.
Hal demikian pun terjadi pada lawan Alex, si calon papa baru itu merasa kebingungan seperti yang dirasakan David.
.
.
__ADS_1
Para penjahat suruhan Iskandar itu benar-benar hebat, pantas saja Iskandar bisa tertawa penuh kemenangan.
Akan tetapi, hal demikian tidak berlaku untuk Kinara, gadis itu tahu strategi untuk menjatuhkan lawan seperti yang ia hadapi saat ini. Kinara menyerang dari jarak jauh, ketika ada cela, Kinara langsung menghajar bagian titik lemah lawannya.
Kaki tangan yang begitu lincah membuat Kinara sangat mudah menjatuhkan kedua pria itu. Setelah mengalahkan lawannya, Kinara langsung berjalan menghadap Iskandar yang terlihat mulai ketakutan. Kinara tidak peduli pada David dan Alex yang kewalahan melawan musuh mereka.
.
.
Chaira bergerak mundur dan bersembunyi di belakang sang papah saat melihat wajah sangar Kinara. Chaira ketakutan, senyuman sombongnya yang sejak tadi ia tunjukkan langsung menghilang dalam sekejap..
Sungguh lawannya kali ini bukanlah lawan yang sepadan untuk Kinara, ajudan Iskandar itu adalah seorang master kungfu, sudah pasti lebih licah dan gesit dari Kinara. Bahkan bisa membaca setiap serangan yang akan dilakukan oleh Kinara.
Gadis itu memperhatikan kaki lawannya dan mulai menghitung seberapa cepat gerakan kakinya. Sekali Kinara mencoba menyerang justru dirinya yang babak belur. pelipis Kinara bocor dan mengeluarkan darah segar akibat hantaman keras dari ajudan Iskandar.
Kinara tidak menyerah, gadis itu mencoba mempelajari lagi gerakan lawan untuk kedua kalinya. Lagi-lagi Kinara mendapatkan pukulan yang sangat keras. Bahkan kali ini, kaki pria itu yang mengenai rahang Kinara.
"Nara" teriak David dan Pak Bambang bersamaan. Ketika David hendak mendekatinya, Kinara mengangkat tangan memberi isyarat agar pria itu menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Kinara memegang kepalanya yang terasa pusing, Darah segar keluar melalui sudut bibir dan hidungnya. Kinara belum menyerah, ini adalah pertarungan terakhirnya yang akan mengantarnya sampai pada Iskandar. Kinara ingin membesarkannya sendiri.
Kinara membersihkan darah yang hampir masuk kedalam mulutnya lalu kembali fokus pada lawannya. Kali ini, Kinara benar-benar menghitung penuh ketelitian. Saat pria itu maju menyerangnya, Kinara menunduk dan menyapu kaki pria itu hingga jatuh tertelungkup.
Tidak memberinya kesempatan, Kinara melompat dan duduk dibelakang penjahat itu. Dalam hitungan detik, Kinara telah memutar leher pria itu dan mematahnya seperti kayu kering.
Iskandar dan Chaira mundur perlahan dan hendak kabur dari sana. Ketika membalikan badan Alex dan David telah berdiri menunggu mereka berdua disana.
Wajah Iskandar semakin memucat saat melihat orang-orang Alex telah menerobos masuk sampai keruangan itu. Artinya, semua anak buahnya telah habis dihajar oleh orang-orang Alex.
"David, David. Tolong maafkan aku, biarkan aku pergi dari sini. Aku janji tidak akan mengganggu hidupmu lagi." Chiara berlutut dan memohon pada David. "Tolong aku, Dav. Semua ini rencana papahku, aku nggak tahu apa. Silakan hukum dia, tapi lepaskan aku" Chaira tidak bisa membayang hidupnya akan berakhir di balik jeruji besi.
"Anak tidak tau diuntung, apa kau tidak akan mengajakku?" tanya Iskandar.
"Tidak, ini semua rencana papah. Silakan papah tanggung sendiri."
Plaaaakkk
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Chaira.
__ADS_1