
"Nggak masalah, tadi gua nggak ikhlas pas berangkat kesini. Tapi setelah lihat kejadian barusan, gua ikhlas lahir batin" uca Alex sambil menahan tawa.
"Sialan Loe, Bro" umpat David. Mereka pun tertawa bersama.
.
.
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa, tiga bulan sudah usia pernikahan David dan Kinara. Hubungan keduanya semakin harmonis dan penuh kebahagian, David tidak segan memperlakukan Kinara dengan romantis di depan keluarganya maupun di depan umum.
David dan Kinara telah sepakat untuk tidak terburu-buru memiliki anak. Namun, mereka juga tidak menundanya. keduanya membiarkan semua mengalir begitu saja dan bersiap kapanpun akan diberi momongan.
David juga meminta Kinara untuk memanggilnya dengan sebutan Mas, agar hubungan mereka terlihat seperti pasangan normal lainnya.
Pria yang kini telah menginjak tiga puluh enam tahun itu benar-benar bahagia dan merasa beruntung memiliki istri seperti Kinara.
Belajar dari pernikahan pertamanya, David berusaha keras membangun komunikasi yang baik dengan sang istri. Meski demikian, untuk urusan si jek, David tidak butuh komunikasi.
David mengatakan, Kinara boleh meminta apapun asal jangan pernah melupakan kewajibannya untuk memanjakan si jek.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu tahu kunci keharmonisan sebuah rumah tangga itu, apa?" tanya David yang kini sedang berbaring bersama sang istri diranjang.
Kinara menggeleng pelan. "Tidak tahu, memang apa kuncinya?" Kinara balik bertanya.
"Disini, sayang," David mengangkat tangan Kinara dan meletakkannya pada si Jek.
"Apa sih nggak jelas" Kinara membuang muka dan menarik cepat tangannya dengan wajah memerah.
"Aku serius sayang," Mendengar nada serius dari suaminya, Kinara kembali menatap wajah David. "Pada intinya si jek itu lemah, jadi butuh sentuhan kamu biar kuat terus" timpa David.
"Tuhkan, nggak jelas" ucap Kinara dengan wajah cemberut.
"Heemmmm" Kinara terlihat malas.
"Kunci keharmonisan rumah tangga itu hanya satu yaitu, RANJANG. Sekali saja kamu menolak suamimu, maka sepanjang hari kepalanya akan pusing, pekerjaannya akan terganggu dan ini yang paling penting," David menjedah ucapannya membuat Kinara penasaran.
"Bisa jadi suami kamu akan mencari kepuasan di luar sana atau akan melampiaskan amarahnya padamu" jelas David dengan wajah serius.
Kinar mengerutkan dahinya. "Masa sampe segitunya" Kinara merasa tidak masuk percaya.
__ADS_1
"Ya begitulah kenyataannya, sayang. Memang terdengar sepele, tapi hubungan intim itu sangat berpengaruh pada rumah tangga. Jadi kamu jangan pernah menolak keinginan suamimu, Sayang,"
"Memangnya aku pernah menolak permintaan, Mas?"
"Tidak sayang, kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik." David memeluk erat sang istri. "Aku mengatakannya agar kamu selalu mengingatnya. Kedepannya, meski kita sudah punya banyak anak, kamu jangan lupa aku ini suamimu yang selalu butuh sentuhan kamu"
"Iyah" sahut Kinara patuh.
Sesaat keduanya berpelukan, David melepaskan pelukan mereka. Sambil menatap wajah cantik sang istri David berkata. "Sekarang saatnya kamu membuktikan kata-kataku barusan, sayang"
"Kata-kata yang mana?"
"Tidak boleh menolak suami"
"Bukankah kita baru saja melakukannya?,"
"lagi sayang, tapi sekarang si jek minta lagi, sebagai penghantar tidur" Selesai berucap David langsung menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh mereka berdua.
Pasangan suami istri itu kembali melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan.
__ADS_1
Meski Kinara protes karena mereka baru saja melakukannya tiga puluh menit yang lalu, tetapi Kinara tetap melayani sang suami dengan sepenuh hati.