Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps118. Hari Bahagia Alex&Viona.


__ADS_3

Hari bahagia untuk Viona dan Alex akhirnya tiba, pagi ini, semua keluar besar Viona dan Alex beramai-ramai ke hotel untuk mempersiapkan diri.


Sembilan mobil berjalan beriringan menuju tempat acara. David membawa Viona dan Alex dideratan paling depan, disusul Pak Bari membawa Nyonya Veronika dan Nenek Uti.


Empat mobil di belakangnya berisi keluarga besar Viona dari kampung dan tiga mobil paling belakangnya membawa semua asisten rumah tangga.


 


Delapan mobil tersebut belum termasuk mobil para ajudan, dua mobil polisi dan empat motor polis yang ikut mengamankan perjalan mereka.


David benar-benar mempersiapkan yang terbaik untuk atasannya.


Alex memboyong semua keluarganya sepagi mungkin, agar waktunya tidak berdesakkan. toh di hotel juga telah disediakan kamar untuk mereka bisa beristirahat sambil menunggu instruksi dari pihak wedding organizer yang mengatur jalannya acara nanti.


Raut wajah Alex tampak bahagia menyambut acara sore nanti, lain hal dengan Viona. Wajah ibu hamil terlihat sedikit cemas, Viona takut orang-orang kaya ataupun para rekan bisnis Alex akan mempertanyakan asal usul.


Viona tidak ingin mempermalukan Alex di depan orang banyak. Sejak semalam viona telah menceritakan rasa cemasnya pada sang suami.

__ADS_1


Alex telah berusaha menenangkan dan meyakinkannya, tetapi Viona masih saja merasa cemas.


Alex menggenggam erat tangan istrinya dan menciumnya berkali-kali, Alex sadar istrinya masih cemas. Namun, Alex tidak ingin memaksa perasaan istrinya karena Alex paham betul seperti apa perasaan ibu hamil.


Selama sebulan terakhir, Alex telah banyak membaca buku tentang ibu hamil. Alex bisa melihat rasa cemas istrinya masih dalam batas normal.


Tiga puluh menit menempuh perjalanan, akhir mereka semua tiba di hotel mewah milik Emerald Group. Semuanya menatap kagum pada dekorasi luar gedung itu.


Diluar saja sudah seindah itu, apalagi didalamnya. Mereka semua sudah tidak sabar ingin melihat sepeti apa pelaminannya.


Saat memasuki lobi utama, mereka semua langsung diarahkan ke kamar masing-masing termasuk Alex dan Viona.


Setelah mengantar Alex dan Viona, David berpamitan sebentar untuk menjemput Kinara.


"Bro" panggil David menghentikan langkah Alex yang hendak masuk ke dalam kamar.


Alex berbalik dan menatap David.

__ADS_1


"Gua jemput Kinara sebentar" ucap David dengan Suara pelan. Alex pun mengangguk mengijinkan David pergi.


David kembali ke lantai bawah dan langsung menuju mobilnya. Menjemput pujaan hatinya, tentu saja David sangat bersemangat, apalagi bisa bergandengan tangan di tempat acara nanti.


****************


Jam dinding menunjukan pukul enam sore hari, semua keluarga telah mengenakan gaun seragam yang telah dipersiapkan sesuai ukuran badan masing-masing.


Termasuk Nyonya Veronika dan Nenek Uti yang menjadi orang tertua dalam kedua keluar.


Di Dalam kamarnya, Viona juga telah selesai dirias dan telah lengkap dengan sebuah gaun pengantin berwarna putih yang terlihat sangat mewah dan glamour.


Alex menatap kagum pada istrinya yang terlihat sangat sempurna dalam balutan gaun pengantin dan riasan. Alex mendekat lalu mengulurkan tangannya sambil memberi hormat ala-ala menyambut putri raja.


Viona pun menerima uluran tangan sang suami dengan senang hati.


"Jagoan papah, anteng-anteng ya disana. Mama sama papah mau berpesta sebentar" ucap Alex mensejajarkan tubuhnya dengan perut Viona. 

__ADS_1


Alex mengelus perut sang istri dan mengecupnya lama.


__ADS_2