Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps125. Sebuah keHarusan.


__ADS_3

"Nara, aku hitung sampai tiga, kalo sampai pintu ini tidak terbuka juga, maka …."


"Maka apa Tuan David yang terhormat?" tanya Kinara ketus setelah membuka pintu kamarnya


"Maka aku akan menunggumu disini sampai pagi" ucap David sambil memperhatikan ekspresi wajah Kinara.


"Terserah, saya mau tidur." Kinara tampak tidak peduli dengan David. Gadis itu melangkah mundur dan hendak menutup pintu.


"Tunggu, Nara" Tangan David bergerak menahan pintu.


"Ada apa lagi?"


"Kau marah padaku?"


"Tidak"


"Lalu kenapa kau tidak ingin bicara denganku?"


Kinara memutar bola matanya malas mendengar ucapan David. "Siapa yang tidak mau bicara? Coba lihat ini sudah jam berapa? Harusnya Anda tidak perlu kesini, TUAN DAVID" Kinara sengaja mempertegas kata-kata terakhirnya.


"HARUS! Dan sangat PERLU" David tak kalah tegas dari Kinara.


"Terserah Anda, Tuan. Cepat katakan aku mau tidur." Kinara mengalihkan pandangannya ke samping.


David menarik napas dalam melihat sikap Kinara, meski gadis itu tidak mengakuinya, David tahu Kinara sedang kesal padanya.

__ADS_1


"Aku berada dirumah sakit seharian" ucap David yang membuat Kinara langsung melihat ke arahnya dengan wajah penasaran.


"Papah teman aku terkena serangan jantung, jadi aku menemaninya di rumah sakit seharian. Aku tidak membalas pesanmu karena ponselku mati."


"Harusnya Anda tidak perlu menjelaskan apapun pada saya, Tuan." ucap Kinara. Meski masih ada rasa kesal di hatinya, tapi Kinara merasa sedikit legah mengetahui kemana David pergi siang tadi.


"Kenapa tidak perlu?" tanya David.


"Karena itu urusan pribadi Anda, Tuan. Tidak ada hubungan dengan saya" sahut Kinara mantap.


"Kata siapa tidak ada hubungan kamu?"


Kinara terdiam tidak membalas pertanyaan David lagi.


"Terserah apa isi pikiranmu, besok aku akan mengajakmu menjenguk ayah temanku sekalian aku akan mengenalmu pada temanku."


"Tidurlah, aku tidak akan mengganggumu lagi" David mengusap sebentar kepala Kinara.


"Hmmmmm"


"Kenapa masih cemberut? apa perlu aku ikut masuk ke kamarmu." goda David.


"Tidak" Teriak Kinara. Gadis itu langsung mengecilkan pintu kamar dan hanya menyisakan kepalanya diluar.


David terkekeh melihat tingkah Kinara.

__ADS_1


"Pulang sana" usir Kinara.


David mengangguk dan langsung melangkah keluar dengan hati dan perasaan legah. David legah karena Kinara tidak marah lagi padanya.


"Saya pamit, Pak. Terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk berbicara dengan Kinara." ucap David saat menemui ayah Kinara yang sedang duduk diluar rumah.


"Sama-sama, Nak David. hati-hati dijalan." 


David mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya, David membunyikan bel mobil sebelum melaju pergi.


Setelah kepergian David, Ayah Kinara kembali masuk kedalam rumah. Tak lupa mengunci pintu sebelum akhirnya masuk kamarnya untuk beristirahat.


.


.


Sementara di dalam kamarnya, hati Kinara sedang berbunga-bunga. Semua penjelasan David barusan sungguh merubah moodnya yang kacau sejak sore tadi. 


Kinara merasa dirinya penting dimata David karena pria itu rela ke rumahnya tengah malam hanya untuk memberi penjelasan.


"Tidur aahh, kali aja ketemu si om dalam mimpi" Kinara cekikikan mendengar ucapannya sendiri.


Gadis itu menrik selimut dan mulai merebahkan diri, Kinara memejamkan mata dengan senyuman tak terlepas dari bibirnya


Kinara ingin malam ini cepat berlalu, karena dirinya sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan teman yang di maksud oleh David.

__ADS_1


 Karena sudah larut malam, tak butuh waktu lama, Kinara telah terlelap dan masuk kedalam dunia mimpi.


__ADS_2