
David kembali masuk ke ruangannya dan masih memasang raut wajah yang sama.
Hingga jam makan siang tiba, Kinara belum menyelesaikan pekerjaannya karena berkas yang diberikan oleh David benar-benar banyak.
David berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke meja kerja Kinara. David ingin mengajak Kinara makan siang bersama untuk menubus salahnya.
David menyadari kesalahannya, karena terbawa emosi hingga memberikan pekerjaan yang banyak pada Kinara.
"Berhentilah, lanjutkan nanti setelah makan siang" ucap David berdiri tepat di depan meja kerja Kinara.
"Tidak apa-apa, Tuan. Ini tinggal sedikit lagi" sahut Kinara. Ia ingin menyelesaikan semuanya agar makan siangnya tidak terburu-buru.
David mengeraskan rahangnya mendengar jawaban Kinara, niatnya baik ingin mengajak Kinara makan siang bersama, tetapi mengapa gadis itu menolaknya? "Kenapa kau selalu membantah ucapanku?" bentak David dengan nada suara sedikit meninggi.
"Bu-bukan begitu, Tuan David. Aku hanya-" Kinara menghentikan ucapannya saat David mendekatkan wajah ke arahnya.
Kinara memundurkan badannya pelan, mata gadis itu sesekali berkedip sambil menelan saliva pelan saat David terus memajukan mukanya.
"Aku hanya apa, ha?" tanya David dingin. Pria itu terus mengikis jarak diantara mereka hingga membuat Kinara bisa merasakan aroma napasnya. "Hanya ingin menguji kesabaranku, gadis kecil?"
Jarak keduanya semakin dekat, bahkan tinggal satu gerakan lagi, hidung mancung David bisa menyentuh wajah cantik Kinara.
Semetara Kinara, sudah tidak ada ruang lagi untuk gadis itu bergerak karena tempat yang ia duduk sudah sangat mepet dengan tembok.
"Katakan, siapa pria yang mengantarmu pagi? Apa dia kekasihmu?" Akhir David mengeluarkan pertanyaan yang mengusik hatinya sejak pagi tadi.
Kinara menggeleng cepat. "Bu-bukan, dia tetanggaku."
Mendengar jawab Kinara, hati David merasa sedikit legah. David memandang lama wajah gadis itu, lalu menjauhkan badannya.
__ADS_1
"Hentikan pekerjaanmu dan ikut aku sekarang" ucap David tegas.
"Iya, Tuan" sahut Kinara cepat. Gadis itu langsung menutup berkasnya dan bergerak cepat mengikuti David dari belakang. Kinara tidak ingin David marah lagi.
.
.
Kinara mengekori David sampai parkiran mobil dengan wajah bingung, dirinya mau diajak kemana oleh David?
Dalam perjalan menuju suatu tempat, Kinara terdiam dan tidak berani bertanya, gadis itu takut David akan marah lagi.
Kenapa Tuan David marah-marah terus ya hari ini? Perasaan aku nggak ngelakuin kesalahan apapun.
Kinara melirik sebentar kearah David, ia merasa bingung dengan sikap atasannya itu.
Beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di rumah mewah Alex.
David yang tadinya ingin mengajak Kinara makan siang berdua di restoran favoritnya, langsung melajukan mobilnya menuju rumah Alex.
Rumah Nona Viona? untuk apa kita kesini? batin Kinara.
.
.
"Kinara," panggil Viona yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Nona Viona" sahut Kinara memberi hormat. Gadis itu masih tetap berdiri disamping mobil, hingga David memberinya kode untuk masuk.
__ADS_1
Kinara yang paham kode dari David pun langsung mendekat pada Viona.
Viona menyambut ramah Kinara.
"Ayoo masuk," ajak Viona setelah mencium pipi kiri dan kanan Kinara.
Kinara mengangguk sambil tersenyum kaku, gadis itu merasa sedikit canggung karena Viona menggandeng tangannya saat berjalan masuk dalam rumah.
Kinara merasa tidak pantas, karena Viona adalah istri pemilik perusahaan tempat ia magang.
"Udah biasa aja, jangan ganggung gitu" ucap Viona pelan saat menyadari gadis yang ia gandeng sedikit tegang.
"Iya, Nona." sahut Viona.
"Jangan panggil Nona, panggil saja Kakak." ucap Viona. Berusaha agar gadis disamping tidak canggung.
"Iya, Kak" Kinara mengganggu, kali ini senyum tidak terlihat canggung lagi. Kirana merasa Viona adalah wanita yang baik hati.
Keduanya pun melanjutkan perjalanan ke ruangan makan.
.
.
Ijin promo lagi, Guys. 🙏🙏
Mampir ke karya teman Author, jangan lupa kasih dukungannya.🥰🥰
Terima kasih bagi yang berkenan mampir🙏🙏
__ADS_1