
Alex melangkah keluar dari dalam lift, pria itu mengerutkan dahinya ketika melihat banyak sekali bercak darah di lantai. Alex memperhatikan sekelilingnya, kenapa keadaan sekitar tampak sepi, kemana semua pegawai kebersihan?
Perasaannya semakin tidak karuan, darah siapa ini? Alex duduk berjongkok, jari tangan kiri menyentuh darah tersebut lalu mendekatkan pada hidungnya.
Bau amis darah itu masih sangat kental, artinya kejadian baru saja terjadi. Alex terus mengikut bercak darah tersebut hingga sampailah ke lobi utama.
"Tuan Winston," Security menghampiri Alex dan memberi hormat.
"Apa yang terjadi kenapa banyak darah di sini?" tanya Alex penasaran.
"Baru saja ada seorang wanita yang mengalami pendarahan, Tuan. Dan sudah dibawa ke rumah sakit." sahut Security penuh hati-hati. .
"Katakan dengan jelas, wanita siapa yang kau maksud?" bentak Alex terlihat tak sabar.
"Sepertinya, wanita itu No-nona Viona, Tuan." sahut security gugup, ia baru menyadari baju yang dikenakan oleh wanita pendarahan itu sama persis seperti baju yang dikenakan Viona saat keluar dari mobil.
Hati Alex guncang keras, jiwa pria itu terasa melayang, seluruh tulangnya terasa lemas, apa yang telah terjadi pada istrinya?
"Dibawa ke rumah sakit mana?" tanya Alex dingin.
"Sa-saya tidak tahu, Tuan. Yang pasti seorang gadis membawanya menggunakan mobil, Tuan."
Alex terdiam, perasaannya bercampur aduk, mengingat sang istri yang sedang mengandung dan memiliki darah yang langkah.
__ADS_1
"David" panggil Alex pelan namun penuh penekanan.
"Premier Hospital" uca David cepat. Ketika mendengar ucapan security, David langsung membuka GPS mobil Alex yang telah terhubung pada ponselnya.
Tebakan David benar, hanya rumah sakit itulah yang paling dekat dengan Emerald Group.
"Berikan kunci motormu dan tunjukan yang mana motormu" ucap David. Security itu berjalan cepat menuju parkiran dan menunjukan motornya pada David.
David melajukan vario hitam itu dengan kecepatan tinggi, tentu ada Alex duduk di belakangnya.
Dua pria berjas rapi dan sepatu mengkilap melaju cepat, seakan sedang mengerja maut di depan, David paham betul perasaan Alex saat ini, sehingga ia melajukan motor dengan kecepatan tinggi.
.
.
Ditengah rasa cemasannya, dua orang polisi berseragam lengkap datang menghampiri nya.
"Selamat siang" ucap salah satu polisi.
Gadis itu terdiam sambil menelan salivanya kasar, ia baru ingat ada polisi yang mengikuti saat di jalan tadi.
"Si-siang, Pak" sahutnya sedikit gugup.
__ADS_1
Belum sempat Pak Polisi menjelaskan maksud mereka, pintu ruang IGD terbuka dan seorang Dokter berjalan keluar dari sana.
"Keluarga pasien" panggil dokter.
Sontak, gadis itu langsung meninggalkan dua polisi itu begitu saja. "Saya Dok, saya yang bawa kakak itu kesini. Bagaimana keadaanya?" sahut si gadis balik bertanya.
"Pasien kelingan banyak darah dan harus segera lakukan transfusi darah" ucap dokter.
"Ambil darah saya, Dok. golongan darah saya A"
"Tidak bisa, pasien memiliki darah yang langkah. Pihak rumah sakit tidak memiliki golong darah seperti itu, cepat hubungi keluarganya, pasien harus segera ditindak, jika tidak ibu dan janinnya tidak bisa diselamatkan"
Gadis itu terdiam, kemana ia harus menghubungi keluarga pasien, sementara nama orang yang ia tolong pun tidak ia ketahui sama sekali.
Gadis itu berpikir keras, ia menyesal kenapa tidak mengambil tas Viona yang terjatuh saat membopong tubuh Viona di dalam tangga darurat. Apa ia harus kembali ke Emerald Group untuk mengambil tas Viona?
... ....
... ....
... ....
Jangan lupa dukunganya, Guys. like & komentar sebanyak mungkin.😀🥰🥰
__ADS_1
Jangan pada ngambek ya, satu lagi nyusul, bentar Othor ngetik dulu.😘😘
Love U All.❤🖤