Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps178. Candaan Dua Sahabat.


__ADS_3

Setelah mendapatkan penjelas dari Bik Marni, David langsung mengerjakannya sesuai instruksi yang diberi. 


David tampak serius mengucak bagian sprei yang terkena darah, sampai-sampai ia tidak menyadari seseorang sedang menatapnya sejak tadi.


.


.


"A-Alex" David kaget dan langsung menjauh dari baskom hitam yang berisi cuciannya. "Ngapain Loe kesini malam-malam?" David terlihat salah tingkah.


Jatuh sudah harga dirinya sebagai pria sejati di depan sang bos, setelah ini dirinya pasti akan diejek habis-habis oleh Alex sebagai suami takut istri. Benar saja dugaannya, belum lewat beberapa detik, Alex sudah pecah tertawa seolah mengejek dirinya.


"Gua nggak salah lihat'kan, Bro?" tanya Alex. Pria itu masih tertawa kecil karena merasa lucu.


"Nggak! puasa Loe?" sahut David dengan nada kesal.


"Sumpah, Bro. Loe gokil bangat sih, baru sehari nikah aja udah nurut banget," puji Alex. Namun mengandung nada ejekan.


"Kenapa? kaya Loe nggak aja," cibir David.

__ADS_1


"Nggaklah, mana ada gua takut ama bini gua" ucap Alex sambil memasang gaya so keren.


"Benaran ya Loe nggak takut sama bini, Loe? Gua telefon Viona sekarang ya, sekalian gua aduin kalo Loe nggak takut sama istri" ucap David. Pria itu berdiri dan mencuci tangannya dengan air bersih.


"Ngaco Loe, bini gua udah tidur"


"Biarin, gua mau coba telefon dulu kali aja diangkat," ucap David sambil berjalan keluar dari tempat cuci.


"Tunggu, David. Jangan gila Loe," Alex berjalan cepat mengejar David. Jangan sampai David benaran mengadu pada Viona, bisa-bisa si Otong  puasa sampai beberapa hari kedepan.


David tidak peduli dengan teriakan Alex, pria itu terus berjalan sambil tersenyum puas karena berhasil mengerjai balik Alex.


"Kenapa Loe takut gua aduin?" tanya David dengan nada mengejek.


"Nggaklah, ngapain takut. Gua cuman nggak mau Loe ganggu istri gua yang udah tidur."


"Alaahh, bilang aja Loe sama kaya gua,"


"Bedahlah, setidaknya gua nggak disuruh nyuci setelah malam pertama" Alex tetap merasa unggul.

__ADS_1


"Sama aja, ngaku aja  Loe nggak berani lawan istri karena takut si Otong karatan'kan?"


"Sombong bangat, Loe. Mentang-mentang si Jek udah keluar kandang. Ejek, ejek aja terus, besok gua suruh lembur sampai pagi, biar tau rasa, Loe." ancam Alex. Kini gilirannya yang meninggalkan David begitu saja.


"Boss tunggu, aku hanya bercanda. Masa pengantin baru disuruh lembur sampe pagi, bisa kembali karatan si jek kalo nggak di asa tiap hari," ucap David dengan nada memelas.


"Biarin, biar sekalian hilang tu si jek," 


"Astaga, tega bangat sih Bos" Kedua tangan David memegang bawa celananya. Pria itu berjalan mengikuti Alex seperti orang yang baru habis disunat.


Kedua pria itu terus berdebat dan mengejek satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah. Meski sering beradu mulut dan terkadang berebutan sesuatu, Alex dan David tetap saling menyayangi. Keduanya saling support dalam berbisnis maupun dalam kehidupan sehari.


"Ngapain Loe kesini malam-malam? Kenapa nggak lewat telpon aja?" tanya David. Kini mereka berdua telah  berada didalam ruang kerja David.


"Hmmm, cek ponsel, Loe. Ada berapa banyak telepon masuk dari gua?" sahut Alex. Sejak tadi ia berusaha menghubungi David untuk meminta file kerja yang dikirim klien ke emailnya David. Namun, karena David tidak mengangkat telefonnya, Alex pun memutuskan untuk mendatangi rumah David.


"Maaf, Bos. Gua benar-benar nggak dengar ada telefon masuk" ucap David merasa tidak enak hati.


"Nggak masalah, tadi gua nggak ikhlas pas berangkat kesini. Tapi setelah lihat kejadian barusan, gua ikhlas benar-benar iklas" uca Alex sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Sialan Loe, Bro" umpat David. Mereka pun tertawa bersama.


__ADS_2