
"Sudah selesai?" tanya Alex saat Viona tiba.
"Sudah, kamu kenapa belum makan?" Viona balik bertanya.
"Aku menunggu istriku untuk makan bersama"
"Baiklah, ayo kita makan" ucap Viona dan langsung mengambilkan nasi dan beberapa untuk Alex.
Terbiasa melayani sang nenek dan Kakek Volcan, membuat Viona cukup cekatan dalam melayani suaminya.
"Apa itu?" tanya Alex saat melihat kotak perhiasan yang dibawa Viona tadi.
"Kalung dari mamah, kata mamah ini kalung turun temurun." sahut Viona.
"Oh" Alex tidak tahu soal kalung turun temurun yang dimaksud, yang pasti Alex merasa senang melihat mamanya telah menerima Viona dengan sepenuh hati.
Saat pasangan suami istri itu sedang menikmati sarapan mereka, Bi Lastri datang dan menyampaikan sesuatu. "Maaf, Tuan. Barang-barang pesanan Tuan sudah tiba." ucap Bi Lastri sopan.
"Langsung bawa saja keatas, Bi." sahut Alex. Bi Lastri pun pergi melaksanakan perkataan Alex.
Selesai sarapan, Alex langsung mengajak Viona kembali ke kamar.
Saat membuka pintu kamar, Viona dikejutkan dengan banyak sekali paper yang tersusun rapi di lantai kamar.
"Barang-barang siapa ini?" tanya Viona.
"Menurut kamu?" Alex balik bertanya, dan tangan pria itu telah melingkar diperut Viona. Tidak lupa dengan gayanya mencium berulang-ulang dan mengendus wangi tubuh istrinya. "Semua itu buat kamu, Sayang" Alex menempelkan pipinya pada pipi Viona.
"Aku?" Viona menunjuk dirinya.
__ADS_1
"Hmmm, Kamu suka?" tanya Alex masih dengan posisi yang sama
Viona terdiam tidak menjawab pertanyaan Alex, bagaimana ia bisa menjawab sementara dirinya belum lihat isi dalam semua paper bag itu. "Apa ini semua tidak berlebihan?" tanya Viona datar.
"Tidak sayang, bahkan itu semua masih kurang. Katakan kamu mau apa lagi?" Alex kembali mencumbui istrinya. "Begini saja, kamu pilih barang mana yang kamu suka, sisanya akan kita kembalikan ke tokohnya" ucap Alex, karena Viona tidak berekspresi apapun.
"Semuanya sudah dibayar?"
"Sudah sayang, Semua sudah dibayar lunas oleh David"
Viona terdiam sesaat, gadis itu memikirkan jika dikembalikan maka hanya akan menguntungkan pemili tokonya. "Baiklah, aku terima semuanya" ucap Viona pasti.
Viona akan memilih beberapa dari barang-barang itu, sisanya akan ia bagikan pada semua tetangganya, terlebih ibu-ibu yang telah membicarakan dirinya.
Alex sedikit heran kenapa istrinya cepat sekali berubah, namun Alex tidak ingin memikirkan semua itu, karena ada hal yang lebih penting yang harus ia tuntaskan sekarang juga, yaitu si otong yang mulai menegang dibawa saja.
Alex kembali menyusuri leher istrinya, mengecup berulang kali memberi rangsangan pada Viona. Alex menjilat dan menggigit pelan daun telinga istrinya, membuat gadis itu menggigit bibir bawanya untuk menahan geli.
"Sayang boleh ya?" ucap Alex yang mulai napsu. "Nanti kita coba pelan-pelan" Alex membalikkan badan Viona menghadap ke arahnya.
Viona mengangguk pelan menyetujui permintaan suaminya.
Tanpa menunggu lama lagi, Alex langsung menggendong Viona dan membawanya ke ranjang.
Alex membaringkan istrinya diatas kasur, pria itu mulai melancarkan aksinya lagi. Bibir Alex bekerja sangat aktif, menyusuri tubuh bagian atas istrinya, sementara jari tangannya bermain keluar masuk di bagian bawa untuk memancing pelumas alami.
Setelah dirasa Alex kepunyaan istrinya sudah sangat basah, Alex melepas celananya dan mulai memainkan pinggangnya.
Pelan namun pasti, si otong kembali menembus gawang Viona. Alex memperhatikan wajah istrinya yang tampak berbeda dengan saat pertama kali mereka melakukannya.
__ADS_1
Alex merasa, Viona mulai kenikmati permainanya. Pria itu memaju mundurkan pinggangnya sedikit lebih cepat, menciptakan sensasi yang sungguh luar biasa.
Jika malam itu pikiran harus terbagi dengan tangisan sang istri, maka siiang ini, Alex sungguh rilex dan menikmati setiap gerakan yang ia ciptakan sendiri.
Tak berbeda jauh dari Alex, Viona juga mulai merasakan kenikmatan itu. Viona merasa seperti melayang diatas nirwana saat sang suami mempercepat gerakannya.
Alex semakin menggila dan terus memacu pinggangnya semakin cepat, hingga mereka berdua mencapai puncak klimas masing-masing.
Alex kembali ambruk diatas tubuh sang istri dengan napas tersengal-senggal.
... ....
... ....
... ....
Jangan Like komentar sebanyak-banyaknya😅😅
.
.
Promo lagi guys🙏🙏
Sambil menunggu Up, teman-teman bisa mampir ke karya teman Author.
Cerita menarik dan bikin pensaran, Authornya bar-bar tapi aslinya baik.😅😅
Jangan lupa tinggalkan jejak dan beri dukungannya.🙏🙏
__ADS_1