
"Tolong bantu aku ambilkan minum" ucap Alex serius agar Viona tidak merasa malu.
Viona mengangguk lalu mengambil segelas air putih.
"Tolong bantu aku bangun" pinta Alex lagi, setelah selesai minum air.
"Hah?" Viona bingung bagaimana caranya membantu Alex. Viona takut luka jahitan Alex akan terbuka lagi. "Biar aku panggilkan dokter saja" ucap Viona.
"Tidak perlu, kamu saja. Sini mendekat"
Viona mengangguk lalu mendekat.
Alex memiringkan badannya lalu bangun dengan posisi memeluk Viona.
Sebenarnya Alex bisa saja bangun sendiri, namun pria itu sengaja agar bisa berdekatan dengan Viona.
"Kamu mau apa? biar aku ambilkan" tanya Viona setelah membantu Alex bangun, dan pria itu duduk ditepi ranjang.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu dengan posisi duduk seperti ini" sahut Alex.
Viona menunduk malu, gadis itu langsung salah tingkah dan memegang sudut bibirnya ketika mengingat kejadian memalukan tadi. Viona melangkah dan hendak menjauh dari Alex, namun Alex cepat menangkap tangannya.
"Kenapa kamu harus malu karena hal sepele seperti itu" Alex menarik Viona dan membawa gadis itu lebih dekat padanya.
Viona tersenyum kikuk, ia merasa canggung dan tidak tahu harus bersikap seperti apa. Viona tidak berani menatap Alex apalagi dalam posisi dekat seperti itu.
__ADS_1
"Angkat kepalamu dan lihat aku, harusnya aku yang menundukan kepala didepan" ucap Alex.
Viona pun mengangkat kepala dan memberanikan diri menatap Alex, jantung Viona berdetak kencang saat menatap mata Alex. Tanpa disadari, Viona mencengkram kuat tangan Alex.
Alex tertawa kecil dalam hatinya, ia bisa merasakan gadis di depannya itu sangat gugup.
"Aaawwwwhhh" ringis Alex.
"Alex, mana yang sakit? mana yang sakit" ucap Viona cepat. Gadis itu panik dan berusaha memegang pinggang Alex.
Alex memeluk tubuh Viona erat, ia merasa senang Viona khawatir padanya. Niat awal hanya ingin mengerjai Viona agar gadis itu tidak gugup, tapi ternyata, Viona memberikan reaksi yang membuat Alex semakin jatuh cinta padanya
"Alex" panggil Viona kerena Alex telah terdiam di bahunya.
"Tenanglah, sakitnya bisa muncul lagi jika kamu terus bergerak seperti itu" ucap Alex karena Viona terus bergerak minta dilepas.
Viona menurut dan berdiri tenang, membiarkan Alex terus memeluknya.
Saat Alex sedang menikmati aroma tubuh Viona, seseorang mengetuk datang dan mengetuk pintu dari luar. Sontak Viona langsung meronta minta dilepaskan.
"Lepaskan, Alex. Ada yang datang"
Alex melepas pelukannya dengan wajah kesal, pria itu menatap tajam kearah pintu, menunggu siapa orang yang sudah berani mengganggu waktunya bersama Viona.
"Tante Vero" ucap Viona pelan sambil berusaha melepas tangannya yang masih dipegang oleh Alex.
__ADS_1
Viona takut, Nyonya Veronika akan marah saat melihat dirinya berdekatan dengan Alex.
"Alex, kamu udah bangun, sayang?" tanya Nyonya Veronika sambil berjalan masuk tanpa rasa bersalah. Wanita paruh baya itu tidak memperhatikan wajah kesal putranya.
"Bagaimana kondisi kamu, Nak?" tanya Veronika.
"Buruk" sahut Alex ketus.
Viona menatap penuh tanya pada Alex, bukannya tadi pria itu baik-baik saja?
Nyonya Veronika tersenyum saat melihat tangan dua orang di hadapannya itu saling bergandengan. Sekarang ia paham, mengapa wajah putranya terlihat kesal seperti itu.
"Viona ayo makan, mama bawakan bekal untukmu" ucap Veronika sambil melepas tangan Viona dari tangan Alex.
Nyonya Veronika sengaja ingin membuat Alex semakin kesal, Veronika ingin tahu seberapa besar perasaan Alex pada Viona. Wanita tua itu tidak ingin putranya mempermainakan perasaan Viona.
... ....
... ....
... ....
Terima kasih untuk semua yang masih mengikuti karya Othor🙏
Jangan lupa dukungannya.
__ADS_1