
Kinara dan Misel masih terlihat santai karena belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada David.
.
.
Apa mungkin Taun Winston menunggasnya keluar kota? tapi masa iya nggak pamitan sama Misel? Kinara belum merasa tenang sebelum dapat kabar tentang David.
Gadis itu melangkah keluar dan pergi menuju ruangan Alex, Kinara tampak ragu-ragu untuk bertanya pada dua sekretaris yang duduk di depan ruang kerja Alex.
"Kinara!" panggil Meta saat melihat Kinara berjalan ragu-ragu ke arah mereka.
"Ada apa? Kenapa kamu terlihat cemas begitu?" sambung Meta.
"Tidak ada apa-apa, Kak Meta," sahut Kinara. Gadis itu malu untuk bertanya, apa lagi posisinya hanya seorang karyawan magang.
"Katakan saja ada apa, tidak perlu malu" ucap Meta lagi.
"Hehehe Kak Meta tau nggak Tuan David ditugaskan kemana?" Belum juga Metan menjawab pertanyaan, Alex telah berdiri ditengah-tengah mereka membuat semuanya langsung terdiam.
"David belum masuk kerja?" tanya Algrcex.
"Belum, Tuan" sahut Kinara sambil menunduk ketakutan. Gadis itu takut Alex akan marah karena dirinya telah lancang bertanya.
"Kemana David" ucap Alex pelan. "Apa dia tidak mengabarimu sebelumnya?" tanyanya lagi.
"Tidak, Tuan. Kemarin pagi Tuan David ke rumahku dan berbicara sebentar dengan ayahku, setelah itu Tuan David pergi dan belum ada kabar lagi sampai sekarang" jelas Kinara. "Barusan juga Misel bilang, Tuan David belum pulang dari semalam"
__ADS_1
"Sepertinya ada yang tidak beres" Alex juga mulai merasa gelisah. "Meta kosongkan semua jawab hari ini" ucap Alex lalu pergi begitu saja.
Melihat Alex yang pergi begitu saja, Kinara langsung bergerak cepat mengikut atasanya. "Tuan Winston" panggilnya menghentikan langkah kaki Alex.
"Tuan, Jika Anda ingin mencari Tuan David biarkan saya ikut dengan Anda"
Alex mengerut dahi mendengar ucapan Kinara. Apa gadis ini begitu mencintai David sampai secemas itu? "Tidak, kau tunggu saja disini, begitu bertemu dengan David, saya akan memintanya menghubungimu"
"Tidak, Tuan. Saya mohon ijinkan saya ikut, firasat saya semua ini ada hubungan dengan masa lalu saya,"
"Maksud, kamu?" tanya Alex dengan wajah penasaran.
"Kita ke rumah saya, Tuan. Saya yakin ayah saya tahu sesuatu"
Alex berpikir sejenak, jika orang terakhir yang David temui adalah ayah Kinara, kemungkinan besar ucapan gadis itu benar.
"Baiklah, kau boleh ikut"
.
.
Alex dan Kinara keluar dari lift dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Ikut mobil saya saja" ucap Alex tanpa menghentikan langkahnya.
"Baik, Tuan" sahut Kinara patuh. Gadis itu melangkah cepat dan hendak membuka pintu bagian belakang.
__ADS_1
"Duduk didepan"
Kinara terlihat bingung mendengar ucapan Alex, dengan rasa canggung gadis itu masuk ke mobil dan duduk bersama Alex di depan.
Jantung Kinara berdetak kencang, bukan karena ia sedang jatuh cinta. Tetapi Kinara takut duduk berdampingan langsung dengan atasannya.
Alex mulai menjalankan mobilnya setelah melihat Kinara memasang sabuk pengaman. Dalam perjalanan menuju rumah Kinara, Alex menghubungi Viona, Istrinya.
"Halo sayang"
"......"
"Sudah makan?
"......"
"Oh ya aku lagi dimobil sama Kinara, kita mau cari David"
"...."
"Iya sayang, David juga belum pulang ke rumah dari semalam"
"....."
"Iya sayang, dadah, Love You" Alex memutuskan sambungan telepon dan kembali fokus menyetir sesuai petunjuk yang diberikan oleh Kinara.
Kinara merasa kagum mendengar percakapan Alex dan Viona. Meski Kinara tidak mendengar suara Viona, gadis itu yakin Viona pasti berbicara dengan kata-kata lembut dan manis pada suaminya.
__ADS_1
Wajah Kinara tiba-tiba saja murung saat memikirkan David, hampir seminggu tidak bertemu, Kinara sangat merindukan pria yang ia panggil dengan sebutan om itu.
Om kemana sih? Kinara membuang napas pelan sambil melihat keluar jendela.