
"Enak sekali kau rubah kecil, kau yang membawaku kesini, kau juga yang enak-enakan tidur disini" ucap David pelan saat melihat Kinara tertidur lelap didalam kelambu.
David menyingkap kelambu, lalu mendudukan pantatnya perlahan diatas dipan yang hanya dialasi tikar plastik. David menaikan kedua kakinya lalu menutup kelambu dengan baik agar tidak ada nyamuk yang masuk.
Posisi tidur Kinara di tengah-tengah mebuat David harus tidur dengan posisi miring. David sangat berhati-hati agar Kinara tidak terbangaun, apalagi ukuran tempat tidur sangat kecil.
David tidak langsung tidur, pria itu mala memperhatikan wajah cantik Kinara.
Sambil menopang kepalanya, David mulai perhatikan setiap inci wajah Kinara. Sungguh Kinara benar-benar mirip dengan mantan istrinya, bahkan dalam keadaan terlelap pun muka mereka berdua tetap terlihat sama.
David membelai sebentar kepala gadis itu lalu mengecupnya sekali di kening. Karena bantal disitu hanya ada satu, David memindahkan kepala Kinara ke lengan kekarnya lalu mengambil bantalnya.
David sedikit kaget saat Kinara tiba-tiba saja melingkarkan tangan pada dadanya dan kaki gadis itu naik diatas pahanya, bahkan lutut Kinara menyentuh Bang Jek (Kelamin) yang sedang tidur tenang dibawa saja.
"Astaga gadis ini" David menarik napas dalam-dalam. Reflek Kinara di alam bawa sadarnya jauh lebih sadis dari saat ia tersadar.
David mengusap wajahnya kasar, tidak ingin terjadi sesuatu hal yang inginkan, David menggeser sedikit kaki Kinara turun kebawa lalu mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
.
.
Keesokan paginya, Kinara menggeliat dan mulai merasa ada sesuatu yang aneh. Dengan mata yang masih terpejam, gadis itu mulai meraba sesuatu yang sedang ia peluk.
Bukankah di kamar ini tidak ada bantal guling? Tangan Kinar terus aktif naik turun pada sebuah benda yang ia pikir bantal guling.
Semertara David, pria itu telah membuka matanya saat merasa tangan kecik Kinara menari indah diatas perut dan dada bidangnya.
David terdiam sabil terus memperhatikan tangan Kinara, hingga tangan gadis itu menerobos masuk dua kancing kemejanya yang sedang terbuka dan menyentuh langsung kulit dadanya.
Kinara semakin penasaran, gadis itu mulai membuka matanya. Betapa terkejutnya Kinara saat melihat ada seorang pria tertidur disamping.
Kinara membuka mulut lebar dan hendak berteriak. Namun, belum sempat suaranya keluar, David telah membekap mulut Kinara dan menahan tubuh gadis itu dibawanya.
"Jangan berteriak, ini aku David" ucap David pelan.
__ADS_1
Kinara ingin bicara namun tangan David masih menutup mulut. Kinara memberi isyarat dengan matanya agar David melepas tangannya, tapi sayang, duda karatan itu bukannya peka mala balik mengomeli Kinara.
"Apa? Bicara yang jelas" ucap David ketus.
Kinara mulai kesal, gadis itu memaksa membuka mulutnya lebar lalu menggigit kuat tangan David yang menutup mulutnya.
David kaget dan ingin berteriak. Namun, Kinara cepat-cepat menutup mulutnya.
"Jangan berteriak, ini aku Nara." Kinara membalikan apa yang David katakan padanya tadi.
Rasain Lu Om, emang enak gue gigit. luka-luka dah, siapa suruh main masuk kelambu orang aja.
"Kau manusia atau bukan, sih?" tanya David sambil melihat bekas gigitan Kinara di tangannya. David sedikit meringis kesakitan karena gigitan Kinara cukup dalam.
"Maaf, Om. lagian siapa suruh Om masuk kesini seperti maling." sahut Kinara.
"Nggak gue apa-apain, masih segel, masih utuh. Puas?" ucap David sambil keluar dari dalam kelambu. Rupanya David benar-benar kesal karena gigitan Kinara.
__ADS_1
Kinara terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat David marah.
"Cepat siap-siap kita pulang sekarang juga" ucap David lalu melangkah keluar kamar.