Pernikahan Yang Tak DiAnggap

Pernikahan Yang Tak DiAnggap
Eps55. Merasa haru


__ADS_3

Nyonya Veronika mengantar pulang Viona, pajero sport berwarna hitam itu melaju membala keramaian jalan, menuju tempat tinggal Viona.


Dalam perjalanan pulang, Veronika bertanya banyak hal pada Viona, tentang kehidupan Viona dan tentang awal pertemuan Viona dengan Kakek Volcan.


"Pantas saja papah begitu begitu menyayangimu, ternyata kamu gadis yang kuat dan tangguh." batin Nyonya Veronika, wanita paruh baya itu semakin merasa bersalah pernah menyakiti Viona.


Veronika berjanji pada diri sendiri akan memberikan yang terbaik untuk Viona dan membuat gadis itu bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.


"Berhenti disini saja, Tante." ucap Viona saat mereka telah sampai.


"Kos kamu yang mana?" tanya Veronika sambil melihat keluar kaca.


"Masuk lewat gang itu, Tan" sahut Viona sambil menunjuk gang menuju kos-kosannya.


"Ya udah mama antar sampe sana, sekalian mama pengen lihat kamar kamu" 


"Tapi mobil nggak bisa masuk sana, Tan. Nggak ada tempat parkirnya." 

__ADS_1


"Oh gitu, ya udah Pak Bari cari tempat parkir ya, aku sama Viona jalan aja" ucap Nyonya Veronika pada sopir pribadinya.


"Siap, Nya" sahut Pak Bari semangat.


"Tapi jalan masuk kesana sedikit jauh, Tante. Dan maaf agak ramai." jelas Viona, mengingat gang tempatnya tinggal selalu ramai, apalagi disore hari.


"Tidak apa-apa, Sayang. Ayo turun" ajak Veronika.


Viona keluar dari mobil dan diikuti Veronika, keduanya berjalan masuk ke gang. Nyonya Veronika mengambil tangan Viona dan mengaitkan pada lengannya layaknya seorang ibu dan anak.


Keduanya berjalan melewati jejeran orang yang sedang duduk mengobrol bersama dan anak-anak kecil yang berlari kesana kemarin. Senyuman tak terlepas dari bibir keduanya. Bahkan Veronika membalas ramah setiap sapaan dari ibu-ibu disitu.


Veronika mengelus pelan tangan Viona yang menggandengnya, wanita paruh baya itu seakan paham apa yang dipikirkan oleh gadis disampingnya itu.


Setelah lima menitan berjalan, akhirnya mereka sampai ke kamar kos Viona.


"Silakan masuk, Tante" ucap Viona setelah membukakan pintu.

__ADS_1


Veronika melangkah masuk tanpa berucap apapun, pandangannya menyapu seluruh isi kamar itu. Dari keadaan kamarnya, Veronika bisa menilai Viona adalah gadis yang telaten karena semua barang-barang dalam ruangan itu tertata rapi dan bersih.


"Duduk sini, Tan. Maaf Vio nggak punya kursi" ucap Viona merasa tak enak hati, ia mempersilahkan Veronika duduk diatas kasurnya.


"Tidak apa-apa sayang" sahut Veronika sambil mendudukan pantatnya di atas kasur. "Kamu tau, Vio. Kakek Volca adalah ayah yang sangat keras, sejak kecil, mama tidak pernah dimanja, bahkan saat kuliah mama dikirim ke luar kota dengan uang bulanan secukupnya. Tujuannya hanya satu, agar mama mengerti  kehidupan keras diluar sana" ucap Veronika sambil menatap Viona yang duduk disampingnya.


"Saat kakek ingin menikahkanmu dengan Alex, Lucas datang dan menceritakan bahwa kamu adalah wanita yang tidak benar, kamu hanya ingin memanfaatkan kakek untuk mendapat uang dan bodohnya mama langsung percaya begitu saja tanpa mencari tahunya terlebih dahulu" Nyonya Veronika menertawakan kebodohannya, terlebih lagi saat mengingat Lucas memuji Jessica dan mengatakan Jessica adalah wanita yang paling tepat untuk mendampingi Alex.


Viona terdiam dan mencerna semua ucapan Veronika, sekarang Viona paham mengapa saat itu Veronika sangat membencinya.


Kedua wanita berbeda generasi itu saling bertukar pengalaman hingga malam hari, bahkan Viona menawarkan sate ayam langgananya pada Veronika.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


Jangan kelewat jempolnya Guys.😘😘


__ADS_2