
David dan Kinara keluar dari lift lalu berjalan menuju parkiran mobil.
"Masuklah, motormu tidak akan hilang disini" ucap David saat melihat Kinara masih berdiri diam.
"Iyah," sahut Kinara lalu mendekat ke pintu mobil.
"Hei, kau pikir aku ini sopir pribadimu?" tanya David menghentikan pergerakan tangan Kinara yang hendak membuka pintu mobil bagian belakang.
"Duduk didepan" ucap David lagi.
Kinara menurut dan masuk kebagian depan.
"Tunjukan arah rumahmu" David menyalakan mesin mobil dan mulai melaju menuju rumah Kinara.
Dalam perjalan pulang, tidak ada percakapan diantara keduanya. David milih fokus mengemudi.
Sementara Kinara sesekali melirik David. Lelaki yang pernah salah mengenalinya dan telah menjadi bos dua hari ini.
Apa dia marah karena kejadian tadi? batin Kinara.
David sadar sejak tadi Kinara mencuri pandang padanya. Namun, David tidak memperdulikan semua itu. David hanya ingin tahu, dimana letak rumah Kinara.
Lebih tepatnya, David hanya ingin memastikan rasa penasarannya.
Lama mengemudi, tanpa disadari mereka hampir sampai ke rumah Kinara.
__ADS_1
"Tuan, biar saya turun di depan situ saja" ucap Kinara sambil menunjuk sebuah jalan masuk kearah rumahnya.
"Memangnya dimana rumahmu?" tanya David sambil menepikan mobil sesuai permintaan Kinara.
"Masih jalan masuk kesana, Tuan. Tapi ..."
Belum sempat Kinara menyelesaikan ucapannya, David telah menjalankan mobil dan membelok masuk kearah rumah Kinara.
Kinara seperti tahu ada sesuatu yang yang akan terjadi, sehingga gadis itu memegang kuat pada pegangan mobil bagian atas.
Blukkkkk
Aaaawwww, David meringis kesakitan saat keningnya membentur stir mobil.
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya Kinara sedikit panik. Gadis itu melepas seat beltnya dan mendekat pada David.
"Makanya kalo orang omong itu didengar dulu" Kinara balik mengomel. Gadis itu menyalakan lampu mobil dan menarik paksa wajah David kerahnya.
Melihat dari memar di keningnya, Kinara yakin David benar-benar kesakitan. Kinara meniup-niup pelan kening David, berusaha agar pria itu merasa enakkan.
Tanpa Kinara sadari posisi mereka begitu intim, bahkan kedua tangannya masih menangku rahang tegas David.
David menatap lekat wajah Kinara, wajah yang begitu mirip dengan manta istri yang sangat ia cintai. Hembusan napas yang keluar dari mulut gadis itu sungguh menjadi godaan terberat untuk David.
Apa gadis ini sengaja menguji kesabaranku?
__ADS_1
Semua rasa sakit David menghilang seketika, nalurinya sebagai lelaki membawa pria itu memajukan wajah dan ingin merasakan bibir mungil yang sedang meniup-niup keningnya itu.
Kinara berhenti meniup dan fokus menatap David ketika wajah pria itu semakin mendekat padanya.
Belum sempat bibir David menempel pada bibir Kinara, sebuah motor membunyikan bel panjang dari arah belakang karena mobil David menghalangi jalannya.
Sontak Kinara dan David langsung berjauhan dan terduduk pada posisi masing-masing.
"Shitttt" umpat David sambil mengusap kasar wajahnya.
David langsung menyalakan mesin mobil.
Sementara Kinara, gadis itu bertanya-tanya apa David mau menciumnya barusan?
.
.
Beberapa menit mobil melaju, Kirana telah menunjukan yang mana rumahnya. David membelokan mobilnya, dan berhenti tepat di halaman rumah Kinara.
"Tuan, tunggu sebentar disini, biar saya ambilkan es batu untuk mengompres luka, Tuan" ucap Kinara saat mobil telah berhenti sempurna.
"Apa kau tidak akan mengajakku masuk rumahmu?" tanya David. Wajah pria itu penuh kecurigaan.
"Bukan, bukan. Bukan tidak mau ajak Tuan David masuk, tapi di dalam mobil ini lebih nyaman daripada di dalam rumahku" sahut Kinara cepat.
__ADS_1
Mengingat rumahnya yang begitu sederhana dan bola lampunya yang tidak terlalu terang, Kinara merasa tidak enak jika harus mengajak David masuk. Belum lagi, nyamuk yang begitu banyak di dalam rumahnya.