
Dua hari menjelas acara serah terima pimpinan baru, gedung Emerald Grup seperti tidak bernyawa. Semua karyawan seakan ikut merasakan kemalangan yang menimpa atasan mereka.
Semua karyawan tampak tidak bersemangat dalam bekerja, ketika mengingat akan seperti apa nasib mereka di tangan pimpinan baru.
"Viona, kamu beranaran tidak tahu Tuan Winston, dimana?" tanya Irene dicela kesibukan mereka.
"Tidak" sahut Viona singkat sambil menggelengkan kepala.
"Kasian ya Tuan Winston, harus dikhianati oleh orang yang paling dipercaya" ucap Irene sambil menopang dagunya. "Sebentar, sebentar, kenapa kamu tidak terlihat bersedih atas apa yang menimpa Tuan uWinston, sekarang? Bukannya kamu dan Tuan Winston sangat dekat?" tanya Irene penuh selidik.
Viona menggeleng-gelengkan kepala mendengar pertanyaan Irene. "Lebih baik fokus kerja, Kak. daripada berasumsi hal yang tidak-tidak, sebentar lagi akan ada pimpinan baru, apa Kakak mau dipecat karena kerjaannya tidak beres?" sahut Viona dan kembali fokus bekerja.
Irene mencibirkan bibirnya kedepan, gadis yang duduk disampingnya itu selalu saja begitu. Viona tidak akan menjawab ketika ditanya sesuatu yang bersifat privasi.
****************
Sejak kejadian adu jotos di kantor, David dan Alex tidak pernah saling bertemu.
David memilih berdiam diri di apartemennya, pria itu tidak tahu harus berbuat apa. Sudah berkali-kali David berusaha menghubungi pamannya, namun tidak pernah ada jawaban.
David ingin bertemu pamannya di rumah Alex, tetapi rumah mewah itu telah dijaga ketat. Bahkan ada enam orang pria berbadan besar yang berjaga di luar pagar, entah itu ulah siapa.
David juga tidak tahu dimana keberadaan Alex dan bagaimana nasib Nyonya Veronika.
David terlihat frustasi, tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Alex. Semua usaha telah ia coba, namun tidak ada satupun yang berhasil Karena bukti tanda tangan Alex diatas surat jual beli saham sangatlah kuat, bahkan telah disahkan oleh notaris.
.
.
__ADS_1
Hari bahagia yang dinantikan Lucas Admaja telah tiba. Pria paruh itu baya menggelar pesta yang sangat mewah, mengundang para pebisnis hebat dari dalam maupun luar negeri.
Lucas ingin seluruh dunia tahu bahwa, Emerald Group telah berada di bawah kendalinya.
Pagi ini, Lucas sedang bersiap dengan rona bahagia. Lucas menatap penuh bangga pada bayangannya di kaca. Setelan jas mewah yang sengaja ia pesan dari perancang ternama di dunia, membuat Lucas terlihat sangat sempurna pagi ini.
Setelah merasa cukup puas dengan penampilannya, Lucas melangkah keluar dan turun kebawa.
Dari atas tangga, Lucas bisa melihat Jessica yang telah menunggunya di ruangan tamu.
Wanita dua puluh delapan tahun itu mengenakan gaun senada dengan jas Lucas. Jessica terlihat sangat elegan dan mempesona.
Bisa dipastikan, barang-barang yang menempel di tubuh Lucas dan Jessica semuanya adalah barang-barang branded, jika ditotalkan bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran.
Lucas mengakat lengannya memberi isyarat agar Jessica menggandengnya. Jessica pun menyambutnya dengan senang hati.
Jessica membuka mulutnya tak percaya ketika melihat sebuah mobil mewah telah terparkir indah di halaman.
La Voiture, hypercar termahal yang diinginkan oleh semua orang berduit. Mata Jessi berbinar sudah tak sabar ingin segera duduk didalamnya depan.
"Kita berangkatnya naik itu?" tanya Jessica sambil menunjuk ke arah mobil tersebut.
"Menurut kamu?" Lucas mengangkat bahu penuh kesombongan. "Ayo berangkat" ucap Lucas sambil menekan kunci mobil.
Kedua orang itu melangkah masuk kedalam mobil dengan perasaan berbunga-bunga.
Dalam perjalanan menuju tempat acara, baik Lucas maupun Jessica. Otak kedua orang itu terus berjalan menghitung berapa banyak harta yang akan mereka miliki nanti.
Lucas berkhayal, dirinya akan dihormati dan diagungkan kemanapun ia pergi.
__ADS_1
Sementara Jessica berkhayal, jika dirinya berhasil mendapatkan surat-surat mobil mewah yang ia tumpangi saat itu, maka hidupnya akan bergelimang harta selama beberapa tahun kedepan.
Jessica melirik sebentar kearah Lucas yang sedang menyetir, otaknya mulai bekerja keras mencari cara agar si tua bangka yang duduk disampingnya itu mau menyerahkan surat-sutar mobil padanya.
.
.
Setelah menempuh perjalanan hingga dua puluh menitan, Lucas dan Jessica pun tiba di tempat acara.
Security bergerak cepat membukakan pintu, Lucas dan Jessica disambut bak raja dan ratu yang akan memasuki istana kerajaan.
Red carpet panjang telah digelar, taburan kelopak mawar merah segar menjadi sambutan dan mengantar Lucas dan Jessica ke tempat duduk khusus yang telah dipersiapkan. Tak lupa dengan sorotan kamera yang menyala dari setiap sudut.
Lucas dan Jessica merasa diatas angin, keduanya berjalan sambil melambaikan tangan pada semua tamu yang hadir.
Tinggal menghitung menit , mimpi Lucas akan benar-benar menjadi kenyataan.
.
.
.
Maaf ya Guys baru setor sekarang, kesibukan di DuTa lagi padat-padatnya.🙏🙏
Jangan lupa dukungannya, Like & Comen sebanyak mungkin.😅😅
Love U Guys.😘❤🖤
__ADS_1