
David mengajak Kinara menuju tempat duduk khusus keluar, pria itu menarik kursi dan mempersilahkan Kinara duduk kemudian ia pergi mengambilkan segelas sirup untuk Kinara dan satu gelas anggur untuk dirinya.
David memberikan gelas minuman pada Kinara. Ketika hendak mendudukan pantatnya di samping Kinara, matanya tidak sengaja melihat Chaira yang baru saja turun dari atas panggung dan berjalan menuju toilet.
David bergerak cepat mengikuti Chaira tanpa berpamitan pada Kinara.
Tepat seperti dugaanya, Chaira benar masuk ke dalam toilet. David berdiri menunggu sedikit jauh dari toilet wanita.
Saat Chaira keluar, David bersembunyi dibalik tembok. Ketika wanita itu melewatinya, David langsung menarik tangan Chaira hingga wanita itu kaget dan hampir saja berteriak, untunglah Chaira cepat menyadari David lah yang menariknya.
"Katakan kenapa kau bisa ada disini?" tanya David dingin. Dengan posisi masih tetap memegang kuat pergelangan tangan Chaira.
"Lepaskan tanganku, Dav. Kenapa sekarang Kamu jadi kasar sekali?" Chaira merasa kesakitan.
Mendengar ucapan Chaira, David langsung melepas tangannya.
__ADS_1
"Bahkan dulu kamu tidak pernah berbicara dengan nada tinggi padaku" ucap Chaira dengan nada sedih. Wanita itu memperhatikan pergelangan tangannya yang memerah.
David terdiam tidak menjawab apa-apa, semua yang dikata Chaira benar adanya. Selama mereka berumah tangga, David tidak pernah membentak apalagi berbicara kasar pada Chaira.
"Aku tahu, kamu mencariku untuk meminta penjelasan'kan? Aku tidak akan menjelaskan semuanya disini, Jika kamu benar ingin tahu alasannya, datanglah ke Cafe Sky saat jam makan siang nanti. Oh ya, mengenai pertanyaan kamu barusan, aku rasa kamu tahu betul alasan aku berada disini" Selesai berbicara, Chaira langsung pergi meninggal David.
Chaira Jaslin adalah salah satu anak pebisnis ternama di Negaranya, sudah pasti dirinya mendapatkan udangan dan mungkin saja sekarang Chaira telah menggantikan posisi ayahnya.
David menatap kepergian mantan istrinya tanpa berniat mencegahnya sedikit.
Keesokan harinya, David tampak berpikir keras di dalam ruangan kerjanya. Pria itu tampak tidak bisa konsen memikirkan perkataan mantan istrinya.
Dalam hatinya, David bertarung keras untuk menemui mantan istrinya atau tidak. Disatu sisi, David ingin tahu alasan Chaira meninggalkanya, tapi disisi lain, David memikirkan Kinara yang terlanjur menguasai separuh hatinya.
David berpikir keras, sambil memainkan pulpen di tangannya, tatapan pria itu tidak terlepas dari Kinara yang sedang fokus bekerja,
__ADS_1
Setelah mepertimbangkan semuanya, David berdiri lalu memakai jasnya. David meraih kunci mobil dan berjalan menghampiri Kinara.
"Aku mau keluar sebentar, makan sianglah bersama teman-temanmu yang lain" pesan David karena biasanya mereka selalu makan siang berdua.
Kinara mengangguk paham, meski dalam hatinya terselip sedikit tanya. Kemana David akan pergi? bukankah biasanya selalu mengajak dirinya? Namun, Kinara memilih diam tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi David.
Mungkin dia mau bertemu teman-temannya. batin Kinara lau kembali fokus
.
.
David melajukan mobilnya menuju Cafe Sky sesuai permintaan Chaira, dalam perjalanan David memperhatikan jam tangannya yang kini sudah menunjukan pukul sebelas lebih lima puluh menit.
David menjalakan mobilny dengan kecepat sedang, bersabar mengantri macetnya arus lalu lintas. Dalam pikiran David, jika Chaira bersabar menunggu dirinya maka mereka berdua memang telah ditakdirkan untuk bertemu dan menyelesaikan masalah mereka siang ini.
__ADS_1
Sungguh hati David saat ini sedang dilanda keraguan, David tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa. Dadanya terasa sesak, seperti ada sebuah beban berat yang membuatnya kesulitan bernapas.