
Alex menurunkan kecepatan mobilnya agar tidur Viona tidak terganggu, setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya mereka tiba di halaman rumah mewah Alex.
Melihat Viona yang begitu pulas, Alex tidak tega untuk membangunkannya. Alex langsung menggendong Viona dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Bi Lastri, tolong bantu bukakan pintu" ucap Alex pelan saat bertemu Bi Lastri dibawa tangga.
"Baik, Tuan" sahut Bi Lastri dan mengikuti Alex dari belakang.
Bi Lastri tampak penasaran, dalam hatinya bertanya-tanya, apa benar yang digendong Tuan Alex itu Neng Viona?
Selangkah demi selangkah, Alex menaiki anak tangga, pria itu berusaha menjaga keseimbangat agar Viona tidak merasa terganggu.
Setelah perjuangan berat, akhirnya mereka tiba di depan kamar Alex. Bi Lastri membuka pintu, setelah Alex masuk, Bi Lastri kembali menutup pintu lalu turun kebawa untuk melanjutkan pekerjaannya.
.
.
Alex membaringkan tubuhViona dengan hati-hati keatas kasur, lalu Alex melepas sepatu teplek yang dikenakan oleh Viona. Alex berpikir sesaat, tidak mungkin membiarkan Viona tidur dengan pakaian kerja seperti itu.
Alex menyelimuti tubuh Viona dan langsung melangkah keluar kamar saat mengingat sesuatu. Alex akan pergi ke kamar yang pernah ditempati oleh Viona untuk mengambil baju ganti, disana masih tersusun rapi semua baju-baju Viona.
__ADS_1
"Alex, manaViona?" tanya Veronika saat Alex sampai dibawa.
Veronika tahu Viona akan ke rumah mereka malam ini, karena siang tadi Alex telah mengirimkan pesan padanya. Veronika telah memasak makanan spesial untuk menyambut kedatangan Viona.
"Tidur, Mah" sahut Alex singkat.
"Ko bisa? Tidur dimana?" tanya Veronika penasaran.
"Dia kelelahan habis lembur tadi di kantor, dalam perjalan pulang kesini dia tertidur di mobil. Alex tidak tega membangungkannya jadi Alex langsung bawa ke kamar" Jelas Alex.
"Kamar mana, Alex? Jangan aneh-aneh ya, kamu" sergah Veronika.
"Jangan bohong kamu, Alex"
"Alex tidak bohong, Mah. Kalo Mamah tidak percaya, Mamah cek saja ke pengadilan besok."
"Benar ya, Lex. Awas aja kalo kamu bohong dan sampai menyakiti Viona lagi" ancam Veronika dan langsung pergi meninggalkan Alex.
Veronika pergi ke ruangan makan dan meminta Bi Lastri untuk menyimpan kembali semua makanan karena tamu istimewa yang ditunggu telah ketiduran.
Veronika juga berpesan pada Bi Lastri untuk menyimpan makanannya di tempat yang aman agar bisa dipanaskan lagi nanti, Veronika takut Viona terbangun tengah malam dan kelaparan.
__ADS_1
.
.
Alex membuka kemarin pakaian, pilihannya jatuh pada sebuah piyama kimono berwarna pink. pikir Alex piyama kimono lebih mudah memakainya pada Viona.
Alex kembali melangkah menuju kamarnya, Alex membuka dan menutup pintu dengan hati-hati.
Alex mendekat keranjang, setelah menyingkap selimut yang menutup tubuh Viona, Alex tampa bingung harus membukanya dari mana dulu.
Lama memperhatikan tubuh mungil Viona, pikiran kotor pun mulai merasuki kepalanya. Alex menelan salivanya berulang kali saat pandangannya terfokus pada dua gunung kembar milik Viona dan hutang belantara yang tersembunyi dibalik rok.
Sungguh, Imannya benar-benar tergoda saat ini. Alex berusaha membuang pikiran kotornya dan mulai membuka kancing baju Viona satu persatu. Setelah perjuangan keras, akhirnya Alex menyelesaikan tugas besarnya..
Piyama kimono berwarna pink itu telah melekat sempurna pada tubuh Viona, Alex berdiri dan kembali menatap tubuh Viona dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Sial" umpat Alex. Rupanya piyama kimono itu justrus semakin memancarkan aura sensitif dari tubuh Viona, hingga Alex benar-benar sudah tidak tahan lagi ingin menerkam gadis itu.
Alex mengusap wajahnya kasar, bolehkan ia melakukan semaunya sekarang?
Sementara, Viona sedang bermimpi indah. dalam mimpinya, Viona sedang bercumbu mesrah dengan seorang pria yang samar-samar terlihat seperti Alex.
__ADS_1