
Pukul enam sore hari, Davd baru saja pulang dari kantor. Pria melangkah masuk rumah dengan perasaan sedikit aneh, biasanya sang istri selalu menunggu didepan pintu dan menyambutnya pulang Kerja.
"El, dimana Nara?" tanya David pada Misel yang sedang menonton TV diruang keluarga.
Belum juga Misel menjawab pertanyaan David. Kinara telah muncul dari atas tangga. "Aku Disini, Mas. Maaf ya aku telat turun kebawa" ucap Kinara pelan. Wajah wanita itu terlihat pucat.
"Tidak apa-apa, Sayang" David berjalan menyambut sang istri. "Kamu kenapa, sayang?" tanya David ketika menyadari wajah pucat sang istri. Pria itu menyentuh kening Kinara untuk memastikan suhu tubuhnya.
"Tidak apa-apa, Mas. Mungkin aku sedikit kelelahan" sahut Kinara berusaha tersenyum pada sang suami.
"Kelelahan! Apa yang kamu kerjakan? Kenapa bisa sampe pucat begini?" raut marah mulia terlihat diwajah David. "Kemana semua pelayan rumah ini? Bik Marni," panggil David dengan suara meninggi.
"Iya, Tuan" Bik Marni datang dengan perasaan takut-takut.
"Apa yang kalian lakukan dirumah ini? Kenapa istri saya sampe sakit begini?" Karena khawatir bercampur emosi, David tidak mendengar Kinara yang sejak tadi memanggil dan berusaha meraih lengan bajunya.
"Nara" Teriak David. Pria itu sigap menangkap tubuh sang istri yang hampir saja jatuh ke lantai.
David menggendong Kinara dan membaringkannya di atas sofa, wajahnya terlihat panik dan gelisah, David takut istrinya mengalami sakit yang serius.
"Nara ... Sayang, bangung sayang" David menepuk-nepuk pipi Kinara. Namun, Kinara tidak meresponnya sama sekali.
"Cepat siapkan mobil" teriak David dan langsung menggendong sang istri keluar rumah. Misel dan Pak Bambang pun ikut keluar untuk mengantarkan Kinara ke rumah sakit.
David meminta Misel menemani Kinara di belakang, sementara ia sendiri yang meyeti dan Pak Babang duduk disampingnya.
Beberapa menit menempuh perjalanan, Mereka pun tiba di rumah sakit, David langsung menggendong istrinya masuk ruang UGD. Baru juga menginjakkan kakinya di pintu masuk, David berteriak memanggil dokter untuk segera menangani istrinya.
"Dokter." Panggil David. "Cepat periksa istri saya" ucap David setelah membaringkan istrinya di atas brankar pasien.
"Tenang, Tuan. Jangan panik," Dokter berusaha menenangkan David.
"Jangan panik gimana? Anda tidak lihat wajah istri saya pucat begini. Cepat periksa" Rasa khawatir yang berlebihan membuat David tanpa sadar membentak dokter yang hendak memeriksa istrinya.
"Apa yang terjadi pada istri saya?" tanya David tak sabar.
"Istri Anda Sedang hamil, Tuan" sahut dokter langsung pada intinya karena tidak ingin dibentak lagi oleh David.
"Hamil? Ah syukurlah hanya hamil," ucap David legah. Namun, sepersekian detik kemudian pria itu baru menyadari ucapan dokter.
"Hamil? Maksud Dokter istri saya sedang hamil dan saya akan menjadi seorang ayah?" tanya David dengan mata berbinar.
"Ya, selamat Tuan sebentar lagi Anda akan menjadi seorang, Ayah" Pak Dokter memberi ucapan selamat.
__ADS_1
"Terima kasih, Dok" David menyalami Pak Dokter penuh semangat lalu kembali memperhatikan wajah istrinya dengan raut penuh haru, hati David sungguh bahagia saat ini.
"Sayang, bangun ... Kamu hamil, Sayang. Sebentar lagi kita akan punya anak" ucap David sembi mengecup kening dan tangan sang istri berkali-kali.
Kinara tersadar dan perlahan mulai membuka matanya.
"Kamu hamil sayang," ucap David lagi.
Kinara tidak bisa berkata-kata apa-apa, sumpah demi apapun, perasaanya sangat ini sangat berbahagia . Wanita itu menatap kearah dokter untuk memastikannya lagi.
Dokter yang ditatap pun mengangguk pasti. "Ya, Anda sedang hamil Nyonya. Usia kandungan Anda sudah memasuki minggu keempat." jelas dokter.
Kinara menatap wajah suaminya penuh haru, tanpa terasa tetesan air mata kebahagian pun mengalir begitu saja. "Aku hamil, Mas" ucap Kinara dan David pun mengangguk pasti. Pasangan suami istri itu saling berpelukan penuh haru.
Semua keluarga begitu bahagia mendengar kehamilan Kinara, Pak Bambang merasa senang sebentar akan menimang cucu, Misel juga tak kalah senang menanti keponakannya. Begitu pun dengan kedua orang David, mereka juga bahagia saat mendapat kabar tentang kehamilan sang menantu.
.
.
Karena kondisi Kinara masih lemas, dokter menyarankan untuk menginap di rumah sakit.
Saat sedang mendorong Kinara ke ruang rawat, David tidak sengaja berpapasan dengan Alex di koridor rumah sakit.
"Alex, David," Kedua pria itu saling menyapa bersamaan.
"Tidak kenapa-napa, Bro. Bentar lagi gua bakal punya anak," sahut David penuh bangga.
"Wah selamat ya, Bro." ucap Alex sambil memeluk David. Pria itu turut senang atas kebahagian sahabatnya. "Selemata ya, Nara" timpa Alex.
"Makasih, Kak Alex" sahut Kinara. Sejak menikah dengan David, Alex meminta Kinara memanggilnya kakak. Bukan tanpa alasan Alex melakukan semua itu, ia hanya ingin membalas David, karena istrinya memanggil David dengan sebutan kakak juga.
"Loe sendiri ngapain disini, Bro?" tanya David.
Alex tersenyum sebelum menjawab pertanyaan David. "Anak gua mau lahir, Bro. Doain ya biar semua lancar."
"Amin" ucap David dan Kinara bersamaan.
.
.
Keesokan harinya, semua keluarga menunggu didepan ruang bersalin dengan wajah tegang. Disana ada Nyonya Veronika, Nenek Uti, Pak Bambang, Misel, Dokter Irwan, Kinara dan juga David.
__ADS_1
Mereka semua berdiri menyambut kelahiran putri pertama Viona dan Alex. Beberapa saat mereka semua menunggu, terdengar di dalam sana ada suara tangisan bayi yang membuat hati mereka semua legah dan senang.
"Alhamdulillah" ucap mereka semua bersamaan lalu saling memberi ucapan selamat.
Mendapat dua kabar bahagia sekaligus, rona bahagia terpancar jelas dari wajah mereka semua. Keluarga Alex mau David sangat berbahagia menanti kehadiran malaikat kecil itu.
.
.
... ---TAMAT---...
... ❤❤❤❤🖤🖤🖤🖤...
.
.
Hay Guys, Apa kabar? Semoga kalian semua sehat dimanapun berada.🙏🙏
Gimana cerita Alex dan David. Menarik bukan? Diiyain aja ya Guys biar aku senang.😅😅
Seiring dengan kebahagian mereka semua,
Cerita 'Pernikahan yang tak dianggap' dinyata END ya, Guys. 🥰🥰
Di Kesempatan ini juga, aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir.🙏🙏🙏🙏 Sungguh, tampan kalian semua karya ini bukan apa-apa.
Kalian LUAR BIASA, Guys. Love You All
❤❤❤❤❤❤🤗😘🥰😍
Mohon maaf jika dalam penyajian cerita ini terdapat banyak sekali kekurangannya, saya masih belajar dan akan terus belajar untuk menyajikan sesuatu yang baik untuk kalian semua.🙏🙏🙏
Mohon maaf juga jika ada kata-kata saya yang kurang menyenangkan ataupun tanpa sengaja menyakiti hati kalian.🙏🙏🙏
Oh ya, kalo bisa jangan langsung di unfavorit ya karena kemungkinan besar akan ada boncap disana, aku tidak berjanji takutnya tidak bisa menepatinya. Tapi aku akan berusaha memberikannya. 🙈🙈🙈
Btw, aku ngocehnya udah bayak bangat ya😅😅😅 kalian jangan gumon ya😅😅
Sekalian juga, aku mau promosiin karya terbaru aku. Kisah tidak kalah menarik dari Alex dan David. Yang berkenan mari mapmir Guys. 🙏🙏🙏
Tapi Upnya Malam ya, Guys.😅😅
__ADS_1