
"Apalagi si, Sayang?" Alex terlihat frustasi, kenapa mau buka segel saja begitu banyak cobaannya.
"Matikan dulu lampunya" ucap Viona lalu kabur naik keatas ranjang dan bersembunyi dibawah selimut.
"Awas kamu ya, sudah berani mengerjaiku" Alex bergerak cepat mematikan lampu, sebelum mencari Viona dibawa selimut Alex membuka pakaiannya dan hanya meninggal boxer.
Alex menindih tubuh Viona dan memegang kedua tangan gadis itu ketas, Alex menatap lama wajah cantik Viona. Dibawah lampu remang-remang, Alex kembali menerkam bibir mungil istrinya.
Lama keduanya bersilat lidah, Alex mulai menyusuri leher jenjang Viona dan tanganya menggerayang dan mengelus area sensitif Viona.
Alex semakin tak sabar, pria itu mulai melepas pengingat piyama Viona.
Viona menggigit bibir bawanya dan mencengkram rambu Alex, saat pria itu telah menyentuh puncuk gunung kembarannya
Alex menatap sejenak kewajah Viona "Lepaskan saja, Yang. jangan ditahan" ucap Alex saat menyadari Viona berusaha menahan desahannya.
"Aaaahhhh" ******* itu lolos begitu saja saat tangan Alex menyentuh langsung area sensitifnya.
Alex semakin menggila, pria itu membuka boxernya dan menuntun tangan Viona pada otongnya yang telah menegang.
"Pegang, Yang" ucap Alex saat Viona menarik kembali tangannya. Alex kembali membawa tangan Viona memegang otongnya.
Setelah melewati pemanasan yang begitu panjang, akhirnya Alex menembus dinding kehormatan Viona.
Alex cepat-cepat menyelesaikan permainannya saat Viona menangis kesakitan.
__ADS_1
Rasanya Alex belum puas melakukannya, namun melihat wajah Viona yang telah dibasahi air mata Alex tidak tega untuk melanjutkan permainannya ke ronde kedua.
Alex ambruk diatas tubuh Viona, setelah menyembur benih hangat dirahim Viona.
"Terima kasih sayang" ucap Alex sambil mencium kening Viona berkali-kali.
Alex turun dari atas tubuh Viona dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.
Viona menangis sesenggukan dalam pelukan Alex, bukan karena rasa sakit di area sensitifnya yang membuat ia menangis, tetapi gadis itu menangisi kehormatannya yang telah diambil oleh Alex.
Dalam tangisannya, Viona berharap, Alex tidak akan mempermainkannya ataupun mencampakannya lagi.
"Daim-diam, Sayang. aku tidak akan meninggalkanmu lagi" ucap Alex menenangkan Viona.
Viona mendongakan kepalanya dan menatap wajah Alex. "Kamu janji tidak akan mencampanku lagi?" tanya Viona polos.
"Ya aku janji, demi almarhum kakek, demi mama dan Aluna dan demi dia juga akan hidup sebentar lagi disini" Alex menyentuh perut Viona.
"Apa aku akan hamil?"
"Tentu saja sayang, besok kita periksa ke dokter kandungan. Aku sudah tidak sabar ingin punya anak dari kamu" sahut Alex sambil mencolek hidung Viona.
Alex memang sudah mendambakan seorang anak sejak dulu, namun saat bersama Jessica, wanita itu selalu menolak untuk punya anak dalam waktu dekat.
Viona mengangguk, hatinya sedikit lega mendengar ucapan Alex. Pikir Viona, mungkin dengan adanya Anak, Alex akan berpikir dua kali lipat sebelum mencampakkan dirinya..
__ADS_1
"Aku mau ke kamar mandi" ucap Viona.
"Ayo aku antar" Alex turun dari ranjang dengan posisi telanjang, sontak Viona langsung menutup mukanya. Bagaimana bisa pria itu berdiri dengan otong bergelantungan di hadapannya.
Alex tidak memperdulikan ucapan Viona, Pria menyingkap selimut yang menutup tubuh Viona dan langsung menggendongnya ke kamar mandi.
"Tidak perlu malu sayang, mulai sekarang kamu harus membiasakan diri karena kedepannya kita akan begini tiap malam"
Wajah Viona memerah menahan malu.
... ....
... ....
... ....
Maaf ya Othor mampunya segitu aja🙈🙈 semoga kalian terhibur.🥰🥰
Jangan lupa selalu dukungannya ya, Guys.😘😘
Oh ya, sambil nunggu up, teman-teman bisa mampir ke karya temanku.
Kisahnya tak kala manerik dan bikin penasaran🙏🙏🙏 Mohon dukunganya untuk teman Author.
__ADS_1