
David terdiam mendengar ucapan Chaira, pria itu menatap wajah Chaira penuh selidik. David berpikir keras apa wanita di depannya itu sedang menjebak dirinya?
"Dengarkan aku baik-baik, Chaira. Pertama, aku memaafkanmu karena aku hanya manusia biasa yang tidak punya hak untuk menghakimimu. Kedua, Aku bersikap baik padamu karena kita pernah saling kenal, bahkan tinggal serumah. Ketiga, aku memberimu perhatian bukan berarti aku masih menyimpan rasa ataupun ingin kembali denganmu. TIDAK Chaira!" David menjedah ucapanya. "Biar ku tegas sekali lagi padamu. Aku TIDAK mau kembali padamu dan TIDAK akan pernah kembali. " ucap David penuh ketegasan hingga menusuk sampai ke jantung Chaira.
"Apa kamu menolakku karena gadis itu?" tanya Chaira. Wanita itu masih berpura-pura baik-baik saja, padahal seluruh tubuh sudah bergetar akibat ucapan tegas dari David.
"Ini tidak ada hubungan dengannya, ada Kinara ataupun tidak, aku tetap tidak akan kembali denganmu" Lagi-lagi David memperjelas ucapanya.
Chaira menarik napas dalam dan membuangnya pelan, berusaha menguasai diri. "Baiklah, aku tidak akan memaksamu, aku hargai keputusanmu. Tapi bisakan kita berteman? Aku juga ingin berteman dengan Kinara, sepertinya dia sangat spesial sampai membuatmu jatuh hati padanya." Didetik ini, Chaira masih berbicara dengan nada normal.
"Boleh saja, tapi perlu kuperingatkan padamu, sedikit saja kau punya niat buruk padanya, maka kau akan berurusan langsung dengan."
Bagai luka baru yang tertusuk berulang kali, dada Chaira terasa sesak, napasnya seakan tertahan di tenggorokan hingga membuat ia kesulitan bernapas.
Apa David mengancamku hanya demi gadis liar itu?
__ADS_1
Chaira benar-benar terpukul dengan sikap David padanya, padahal saat mengajak David bertemu, Chaira sudah sangat yakin mantan suaminya itu akan kembali padanya.
"Baiklah, jika sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan, maka aku akan pulang sekarang" ucap David lalu bangkit berdiri. Karena Chaira tidak merespon ucapannya, David langsung pergi begitu saja.
.
.
Plaaannnkkkkkk
Tatapan mata wanita itu terlihat kosong, namun penuh amarah dan dendam didalamnya. Chaira tidak terima perlakuan David padanya, bagi Chaira, penolakan David adalah sebuah penghinaan besar untuk dirinya.
Chaira akan tetap berusaha membawa David kembali padanya, percuma dirinya jauh-jauh dari Los Angeles pulang ke negaranya jika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.
Terlebih lagi, ada banyak hal yang sudah ia korbankan hanya untuk kembali pada David. termasuk meninggalkan kekasihnya demi kembali pada sang mantan.
__ADS_1
Saat Chaira meninggalkan David London, memang benar wanita itu pulang ke negara asalnya karena perusahaan sang papa sedang dalam masalah besar. Namun, setelah semuanya kembali normal, Chaira tidak kembali London, wanita itu terbang ke Amerika untuk menemui kekasihnya yang ia kenal melalui sosial media.
Awalnya, Chaira berencana hanya bersenang-senang sebentar dengan kekasihnya dan akan kembali pada David. Namun, siapa sangka, kenikmatan yang diberi oleh sang kekasih jauh lebih memuaskan dari sang suami.
Chaira tersesat dan lupa jalan hingga delapan tahun lamanya.
Meski telah hidup dengan pria lain, Chaira tetap memantau David dari jarak jauh, bahkan wanita itu rela membayar mahal mata-mata untuk mengintai David dan memberinya informasi.
Chaira yakin, David memilih menduda karena gagal move on dan masih mengharapkan dirinya kembali. Betapa bahagianya hati Chaira dan merasa diri sempurnah, meski dirinya sedang berada di lain negara, ada seseorang yang setia menunggu kembali.
Saat mendengar kabar David sedang dekat dengan seorang gadis, Chaira langsung memutuskan pulang ke negaranya. Chaira pergi dari kekasihnya begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun, sama seperti yang ia lakukan pada David dulu.
"Jangan panggil aku Chaira Jaslin, Dav. Jika tidak berhasil mendapatmu kembali." Cahira tersenyum sinis dengan wajah dipenuhi air mata.
Untuklah tempat yang ia duduki saat inì adalah ruangan VVIP sehingga ia bisa mengamuk dan menangis sepuas hati.
__ADS_1