
Saat sore hari tiba, seperti yang sudah dijanjikan Veronika. Wanita paruh baya itu mengajak anak dan menantunya menemui Dokter Kandungan.
Mereka semua berangkat menggunakan mobil Veronika dan disupiri oleh Pak Bari, karena David masih harus lembur di kantor.
Sesampainya di rumah sakit, mereka semua langsung menuju ruangan dokter.
Setelah melakukan USG, Alex keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah berbinar, Alex merasakan kebahagian yang sungguh luar biasa saat mendengar detak jantung anaknya.
Alex sangat bersyukur hingga tak henti memeluk dan mencium istrinya, keinginannya menjadi seorang ayah akan benar-benar terwujud.
Sebelumnya, bukan Alex tidak percaya bahwa istrinya telah hamil. Tetapi Alex tidak ingin berharap jauh sebelum adanya bukti otentik melalui USG.
"Sayang, katakan apa yang kamu inginkan?. tanya Alex bersemangat.
Saat ini, pasangan suami istri itu sedang menunggu Veronika didalam mobil. Sang mama tercinta masih berbicara dengan dokter sekalian menunggu obat dan vitamin untuk Viona.
"Aku ingin pulang ke kampung nenek, aku mau nenek mengelus dan mendoakan bayiku" sahut Viona. Ia sudah sangat merindukan sang nenek, sudah setahun lebih Viona tidak bertemu, rasa rindunya pada Nenek Uti telah menumpuk dalam hatinya
"Hanya itu, Sayang? " tanya Alex memastikan.
"Ya" sahut Viona singkat.
"Kamu tidak ingin makan sesuatu atau beli barang-barang berharga?" tanya Alex lagi, ia merasa penasaran kenapa istrinya tidak mengidam ataupun menginginkan sesuatu seperti istri-istri lainnya.
Viona menggeleng pasti, bagaimana bisa memikirkan atau menginginkan sesuatu, untuk duduk dan menikmati makanan saja sungguh sesuatu yang sangat langka baginya saat ini.
"Baiklah, kita akan berlibur ke kampung nenek setelah semua rasa mual dan pusing kamu hilang" ucap Alex.
"Benarkah kamu akan menemaniku disana?" tanya Viona antusin, mata Ibu Hamil itu berbinar saat menanyakan hal tersebut pada suaminya.
__ADS_1
"Ya, kita akan berlibur selama satu bulan disana" sahut Alex dan langsung mendapatkan pelukan erat dari istrinya.
Alex menyambut hangat pelukan istrinya, Alex tidak menyangka jawabannya akan membuat istrinya sebahagia itu.
Setelah beberapa lama kemudian, Veronika keluar dari rumah sakit dan langsung masuk kedalam mobil. Pak Bari pun langsung melajukan mobil menuju rumah.
.
.
Keesokan harinya, di dalam kamar mewah itu, Alex telah rapi dengan pakaian kerjanya.
Pagi ini, Alex akan ke kantor karena ada meeting penting yang mengharuskan pimpinan perusahaan untuk hadir.
Rasanya sungguh berat bagi Alex untuk meninggal istrinya dalam keadaan muntah-muntah seperti itu, minum Alex tidak punya pilihan.
"Sayang, maaf ya aku harus ke kantor sekarang. aku janji tidak akan lama disana." pamit Alex pada istrinya yang sedang mual-mual di kamar mandi.
Alex memeluk dan mengecup seluruh wajah istrinya sebelum akhirnya turun kebawa.
Alex mencari mamanya dan Bi Lastri kemudian menitipkan pesan agar meliht dan menemni istrinya diatas.
Alex berjalan keluar rumah, di halaman depan, David telah menunggu disana.
"Pagi, Bos." sapa David telah stand by membukakan pintu mobil.
Alex tidak menjawab sapaan David, pria itu langsung masuk kedalam mobil. Alex memikirkan istrinya yang ia tinggal sendirian.
Empat puluh lima menit bermacet-macetan di jalan, akhirnya mereka pun tiba di gedung Emerald Group.
__ADS_1
Alex turun dari mobil dan berjalan cepat ke ruangan atas, ia ingin cepat menyelesaikan meetingnya agar bisa segera pulang ke rumah.
David sedikit bingung melihat sikap Alex, pria itu hanya mengekor dari belakang tanpa bertanya apapun.
"David, aku rasa sudah waktunya kau memiliki sekretaris pribadi." ucap Alex saat mereka tiba di ruangannya.
"Tidak perlu, Bos. saya masih sanggup mengerjakan semuanya, lagian, ada Mawar dan Meta yang selalu membantuku tiap hari." sahut David menyebutkan nama dua sekretaris pribadi Alex.
"Mereka hanya membantumu diluar sana, aku ingin ada yang membantumu saat kau lembur. Karena kedepannya aku akan semakin jarang masuk kantor" ucap Alex. Pria tiga puluh empat tahun itu telah memutuskan akan menemani istrinya melewati semua drama kehamilan itu.
"Terserah kau saja, mau merekrut siapa. Aku serahkan semuanya padamu. Atau kau ingin memilih salah satu dari mahasiswa yang akan magang disini?" Lanjut Alex.
seperti biasa, setiap tahunnya Emerald Group akan memberikan kesempatan kepada sepuluh mahasiswa terbaik dari kampus yang mereka sponsori untuk magang disana.
Jika ada yang berkompeten dan bisa diandalkan, maka akan langsung direkrut dan dijadikan karyawan tetap Emerald Group. Semua kegiatan itu telah berlangsung sejak masih dibawa kepemimpinan mendiang Kakek Volcan.
"Baiklah, nanti aku pikirkan lagi" sahut David. Mereka berdua pun berjalan keluar dan menuju ruangan meeting.
.......
.......
.......
Jangan lupa dukungannya, Like & Komentar sebanyak mungking. 🥰🥰
.
.
__ADS_1
Love U All.❤🖤