
Sesampai nya di Rumah sakit, Randi dan Ferdi langsung saja menuju ke ruangan Vini.
Langkah keduanya terhenti saat sudah tiba di depan ruangan ICU, terlihat disana Ibu Vini sedang duduk dengan menyeka air mata nya.
"Bu" sapa Randi.
Ibu Vini hanya mengangguk dan memalingkan kembali wajah nya kearah lain. Dia cukup kecewa dengan Randi yang hanya mementingkan urusan pribadi nya saja.
"Bagaimana keadaan Vini, Bu?" tanya Randi.
"Kritis" jawabnya sangat singkat.
Ferdi memilih pergi ke kantin Rumah sakit, dia sudah bisa melihat gelagat tak enak disana.
"Bagaimana ceritanya dia bisa sampai kecelakaan?" tanya Randi kembali.
"Sehabis kalian bertengkar dia pergi menggunakan motor dan disanalah dia kecelakaan dengan hampir meregang nyawa nya" jelas Ibu.
"Jika memang kamu sudah tak mencintai anak saya, lepaskan saja dia dan pergilah, kejarlah kembali cinta Bu Delima. Anak saya memang jahat, namun dia sangat tulus mencintai mu, dia bahkan rela mengubur harapan untuk memiliki anak karena demi bertahan denganmu! Namun apa yang terjadi sekarang? Jangankan cinta, nafkah saja kau melalaikannya. Kenapa masih di pertahankan? Karena memang sengaja untuk melihat dia menderita?" ucap Ibu dengan suara lirih nya.
Ibu menatap Randi yang hanya bisa diam, dia sudah sabar dan selalu meminta Vini menurut saja pada Suami nya.
Namun nyata nya dia salah kira, ternyata Putri nya malah menderita dan berakhir tragis.
**
Sedangkan Delima, dia memeluk Alfans sangat erat. Bahkan mereka memilih untuk ke Pantai lebih dulu karena suasana hati Delima yang buruk.
__ADS_1
Alfans membawa Delima duduk di kursi kayu yang ada di bawah pohon rindang, netra keduanya menatap hamparan Pantai yang sangat indah di hadapannya.
"Kenapa dia muncul lagi seolah mengingatkan ku akan luka lama, Mas? Aku sudah bahagia dan tak ingin di ganggu kembali sama dia" lirih Delima di pelukan Al.
"Biarkan saja dan kita abaikan saja, mungkin dia sudah sadar dan menyesal akan semua kelakuannya padamu. Namun, jika dia melewati batas wajar, aku sendiri yang akan menghajar nya, apalagi kalau dia membuatmu tak nyaman" jelas Al lembut, dia bahkan mengusap punggung Istri nya dengan gerakan lembut.
"Aku tahu itu, kamu memang superhero ku" kekeh Delima yang sudah membaik.
"Tentu saja, lihat saja kamu bahkan sampai hamil gini karena kesuperheroan aku" bangga nya dengan mengerling nakal.
Pluk.
Delima memukul dada Alfans dengan kesal, bisa-bisa nya dia berkata demikian disana.
"Yaampun, kenapa kamu mesum sekali sayang" gerutu Delima mendelik ke arah Suami nya.
"Ya ampun Massssss" kesal Delima dengan melepaskan pelukannya.
Tawa Alfans langsung terdengar, dia memang sangat suka menggoda Istri nya yang sedang kurang mood.
"Sudah lebih baik, hmm?" tanya nya dengan lembut.
Delima mengangguk dengan tersenyum.
"Sudah, terimakasih karena kamu selalu membuatku bahagia dan tersenyum" jelas Delima tersenyum senang.
"Itu adalah kewajiban ku, apalgi mood ibu hamil harus di jaga" ucap Alfans mengecupi seluruh wajah Delima.
__ADS_1
Delima memejamkan mata nya, dia menikmati ciuman dari sang Suami yang berlabuh di bib*r nya dengan lembut. Tak ada ciuman penuh naf*u atau pun menuntut.
Kedua nya terhanyut dengan buaian suasana Pantai yang sejuk nan indah, hingga mereka melepasakan pangutan nya dengan senyuman di wajah kedua nya.
"Ayo pulang, kita akan Bbq di mansion" ajak Alfans lembut.
"Baiklah, aku ingin makan jagung bakar" balas Delima menerima uluran tangan sang Suami.
Alfans mengangguk, kemudian mereka masuk kembali ke dalam mobil dan meninggalkan Pantai tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1